<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Edy susilo klego</title>
	<atom:link href="http://edysusiloklego.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edysusiloklego.wordpress.com</link>
	<description>Assalamu&#039;alaikum Wr. Wb.      Selamat Bergabung Dengan Edy Susilo Untuk Berbagi Ilmu dan Penngalaman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2010 12:17:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='edysusiloklego.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7178d1ebc4a6295d7f57d34df7992a4f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Edy susilo klego</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://edysusiloklego.wordpress.com/osd.xml" title="Edy susilo klego" />
	<atom:link rel='hub' href='http://edysusiloklego.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perjalananku bersama Istriku menunaikan Rukun Islam yang Ke-5</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2010/01/14/perjalananku-bersama-istriku-menunaikan-rukun-islam-yang-ke-5/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2010/01/14/perjalananku-bersama-istriku-menunaikan-rukun-islam-yang-ke-5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 12:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/2010/01/14/perjalananku-bersama-istriku-menunaikan-rukun-islam-yang-ke-5/</guid>
		<description><![CDATA[Al-Hamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai kenikmatan yang tak terkira kepada kami sekeluarga sehingga kami sekalian dapat menunaikan Ibadah Haji. Semoga Amal Ibadah haji saya dan istriku diterima oleh Allah dan di jadikan Haji kami menjadi Haji Mabrur. Amin. Dalam posting saya kali ini akan saya tampilkan perjalanan kami selama melaksanakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=111&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Hamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai kenikmatan yang tak terkira kepada kami sekeluarga sehingga kami sekalian dapat menunaikan Ibadah Haji.<br />
Semoga Amal Ibadah haji saya dan istriku diterima oleh Allah dan di jadikan Haji kami menjadi Haji Mabrur. Amin.</p>
<p>Dalam posting saya kali ini akan saya tampilkan perjalanan kami selama melaksanakan ibadah haji, semoga kami terhindarkan dari rasa riya&#8217; untuk menonjol-nonjolkan kalau kami sudah melaksanakan ibadah haji. Maksud dari saya untuk menampilkan ini adalah supaya siapa yang membaca dan melihat tergugah hatinya untuk melaksanakan ibadah haji bagi yang belum melaksanakan padahal dia mempunyai kemampuan untuk melaksanakan.</p>
<p>Rumah mewah, mobil bagus adalah tidak wajib sedangkan melaksanakan rukun islam yang ke-5 adalah wajib bagi yang mampu okeh karena itu bagi siapapun yang telah mampu menurut pandangan Allah harus bergegas dan bersegera diri untuk melaksanakan Ibadah haji.</p>
<p>Pada Prinsipnya Ibadah haji adalah ibadah fisikoleh karena itu janganlah sebagai penghalang bagi yang tidak bisa baca Al-qur&#8217;an dan tidak hafal do&#8217;a-do&#8217;a takut untuk tidak bisa melaksanakan ibadah haji. Dan hindarkan anggapan bahwa dengan berhaji maka :<br />
1. Harta kita akan berkurang, bagaimana nanti untuk anak-anak kita. Jangan Takut Alllah Maha Kaya, Insya Alllah kalau niat kita hanya kepada Allah insya Allah segala biaya akan di ganti oleh Alllah yang lebih banyak.<br />
Contoh Nyata : Istri saya punya adik sepupu Namanya Yanto ( Karu 1 ) , dia mendaftarkan haji setelah mendapatkan penjelasan dari ustadnya bahwa rumah bagus itu tidak wajib sedang kalau haji hukumnya wajib. Setelah pulang dia merenung memikirkan kata-kata ustadznya. Kemudian dua hari setelah itu dia langsung daftar haji lillahi ta&#8217;ala. Al-hamdulillah setelah daftar, dia yang dulunya belum punya mobil begitu 5 bulan setelah daftar haji langsung bisa beli mobil sedan dan sepada motor. Ini-lah bukti nyata kalau kita melaksanakan di jalan Allah insya Allah akan menganti yang lebih banyak lagi.<br />
2. Di Tanah suci adalah tempat di balasnya amal perbuatan kita selama di tanah Air. Anggapan ini adalah salah besar. Karena kita niat ihklas menghadap ke Rumah Allah ( Baitullah ) ka&#8217;bah untuk memohon ampun segala dosa insya Allah akan diampuni dosa-dosanya sehingga tidak ada ceritanya hari pembalasan.<br />
Hal ini kami buktikan sendiri dengan kawan-kawan saya yang melaksanakan ibadah haji bersama kami Al-hamdulillah tidak ada apapun peristiwa yang membenarkan anggapan tersebut. Kawan saya adalah dulunya anak yang nakal sekali waktu SMP sudah kenal minuman keras, sering judi dan mendholimi orang lain dan sering berzina meskipun sudah beristri. Al-hamdulillah dengan niat ihklas selama pelaksanaan ibadah haji dimudahkan dan berjalan lancar tanpa ada hambatan suatu apapun.<br />
3. Kalau sudah haji tidak boleh berbuat dosa ( tidak boleh macam-macam ). Sudah atau belum haji bagi kita pemeluk agam islam wajib untuk tidak berbuat disa dalam bentuk apapun. sehingga tidak ada alasan kalau sudah haji tidak boleh maca-macam atau banyak larangannya.<br />
4. Ibadah haji kan merupakan ibadah pangilan ,saya kan belum dapat pangilan. Ini juga anggapan yang sangat keliru karena semua yang sudah memenuhi syarat semua di pangil Allah. Jadi harus diikuti dengan niat yang kuat jangan alasan belum di pangil.</p>
<p>Oleh Karena itu saudaraku, sahabatku jangan tunda lagi untuk melaksanakan Ibadah Haji</p>
<p>Di Tanah suci banyak kelebihan kelebihannya dibanding di tanah suci yang tiak ada tandingnya dinegara manapun. Diantaranya :<br />
a. Banyak Tempat-tempat dan waktu Mustaja terkabulnya Ibadah :<br />
- Di Raudha : Antara Mimbar Nabi sampai Rumah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassallam<br />
- Multazam : Antara Hajar Aswat sampai Pintu Ka&#8217;bah<br />
- Padang Arafah : Tempat wukuf haji yaitu pada tanggal 9 dzhulhijah mulai dhuhur sampai magrib. San masih banyak tempat lainnya.<br />
- Waktu melaksanakan thowaf : mengelilingi ka&#8217;bah dengan bahu kiri mengarah ka&#8217;bah sebanyak 7 kali<br />
- Waktu sai : berjalan dan berlari kecil dari bukit shofa ke marwa sebanyak 7 kali<br />
- waktu setiap habih melempar jumrah ula dan wustho<br />
dan banyak tempat lainnya,<br />
b. Amal ibadah kita di lipat gandakan :<br />
- Apabila sholat di Masjid Nabawi di Madinah, amal ibadah kita dilipat gandakan sebanyak 1000 kali<br />
- Apabila sholat di Masjidil Haram di Mekah, amal ibadah kita dilipat gandakan 100.000 kali</p>
<p>Labbaykallâhumma labbayk, labbayka lâ syarîka laka labbayk. Innal hamda wanni’mata laka walmulka lasyarîka laka labbayk.</p>
<p>Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, di sini aku datang wahai Yang Tiada sekutu bagi-Mu. Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu</p>
<p>Saya Melaksanakan Ibadah haji tergabung kloter 30 embarkasi solo dan kebetulan saya diberi amanat sebagai ketua Rombongan ( karom ) yang memimpin sebanyak 42 Jamaah yang terbagi 4 regu, adapun nama- nama jamaah tersebut adalah :</p>
<p>1. Regu I Regu II<br />
Ketua Regu : Edy Sulistyanto Ketua Regu : Damsiri<br />
Anggota : Anggota :<br />
1. Iranawati ( Istriku ) 1. Siti Zaenab<br />
2. Fitria Nur A. 2. Sumarti<br />
3. Harsono ( Kadut ) 3. Sri Sulasmi Suyasih<br />
4. Daryani 4. Sumyati<br />
5. Heru Yudianto 5. Rohmadi<br />
6 Kasih 6. Marwan<br />
7. Agi 7. Tukinem<br />
8. Supinah 8. Husni Tamrin<br />
9. Haryati 9. Sukiran<br />
10. Slamet Kedokan</p>
<p>3. Regu III : Regu IV<br />
Ketua Regu : Jawandi Ketua Regu : Sukamto<br />
Anggota : Anggota :<br />
1. Juwati 1. Sariyem<br />
2. Ngatmin Dimejo 2. Darmi<br />
3. Ngatirin 3. Rustiyana<br />
4. Sri mulyani 4. Sahri<br />
5. Salidi 5. Slamet<br />
6. Seniwati 6. Watini<br />
7. Muhalim 7. Parjan<br />
8. Sumarsih 8. Sarno<br />
9. Jumingan 9. Pasemi</p>
<p>PELAKSANAAN PERJALANAN HAJI KAMI</p>
<p>Berangkat dari Rumah tanggal 31 Oktober 2009 , Jam 15.45 WIB<br />
Berangkat ke Tanah suci ( Jedah ) tanggal 1 November 2009, Jam 00.15 WIB<br />
Pulang Ke Tanah Air tanggal 12 Desember 2009, Jam 20.00 WIB</p>
<p>Tips nyaman beribadah :</p>
<p>   1. Jangan tergantung pembimbing<br />
   2. Mantapkan tata cara berhaji<br />
   3. Hafalkan doa-doa<br />
   4. Buat kelompok kecil</p>
<p>Sabar, Sabar, Sabar</p>
<p>Sabar, sabar, dan sabar. Itu tiga nasihat yang sering diberikan pembimbing kepada calon jamaah haji sebelum berangkat Tanah Suci.Pada kenyataannya memang calon jamaah haji harus punya persediaan segunung kesabaran untuk menghadapi keadaan yang sering di luar perkiraan semula.</p>
<p>Kesabaran calon jamaah sudah diuji saat berada di asrama haji atau bahkan saat keberangkatan. Kemacetan menuju asrama, pemeriksaan yang bertele-tele, sulitnya bertemu dengan keluarga sangat mungkin terjadi. Pemeriksaan dokumen kadang memerlukan waktu berjam-jam. Makanan di asrama belum tentu sesuai selera. Belum lagi kadang barang-barng yang masih diperlukan di asrama sudah telanjur masuk dalam koper besar.</p>
<p>Tetap Fit Selama Berhaji</p>
<p>Menunaikan ibadah haji tak dimungkiri memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Tak hanya kemampuan finansial, beribadah haji juga mensyaratkan kekuatan fisik agar mampu menunaikan seluruh rukun dan wajib haji. Karena itu, dibutuhkan persiapan maksimal untuk mencapai kesehatan yang optimal. Persiapan apa saja yang musti dilakukan, simak tips berikut :</p>
<p>Sebelum keberangkatan<br />
* Setiap calon haji diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seperti di Puskesmas atau dinas kesehatan tingkat kabupaten atau kotamadya.</p>
<p>* Para jamaah haji dianjurkan pula untuk melakukan imunisasi meningitis meningokokus tetravalen untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit meningitis meningokokus tertentu. Imunisasi ini diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.</p>
<p>* Kalau bisa sebelum berangkat haji, fisik Anda sudah beristirahat secara cukup. Ambil cuti dari tempat kerja Anda beberapa hari atau sekitar satu minggu sebelum berangkat tampaknya cukup untuk menyegarkan tubuh.</p>
<p>* Perlu diingat agar memakan beragam makanan dengan gizi seimbang.</p>
<p>1. Persiapan di Embarkasi solo</p>
<p>Yang dilakukan selama di embarkasi solo adalah :<br />
* Test Kesehatan<br />
* Pembagian Paspor dan Gelang Identitas ( harus teliti, paspor harus dibawa pemilik )<br />
* Pembagian uang living cost<br />
* Pemantapan Manasik Haji<br />
* Pemeriksaan Barang Bawaan</p>
<p>Para Jamaah Sedang Menunggu Pemeriksaan Paspor<br />
di Embarkasi Solo</p>
<p>2. Perjalanan Dengan Pesawat Garuda Air Line<br />
Dari Embarkasi Solo ke King Abdul Aziz ( Jedah )</p>
<p>* Naik pesawat dengan tertib sesuai dengan no. tempat duduk<br />
* Berdo&#8217;a<br />
* Menaruh Barang bawaan dengan tertib di bagasi yang telah disediakan<br />
* Buang hajat sesaui dengan standart pemakaian di pesawat ( tdk boleh pakai air )<br />
* Istirahat dengan baik untuk menjaga kesehatan<br />
* Melaksanakan sholat di pesawat dengan tayamum<br />
* Mengambil Barang bawaan tidak tergesa-gesa, tunggu pesawat benar-benar berhenti<br />
* Turun dari pesawat dengan tertib tidak boleh rebutan</p>
<p>Suasana Dalam Pesawat</p>
<p>Para Pramugari Melayani Para Jamaan dengan Sopan<br />
dan Ramah</p>
<p>Kawanku Pak Kadut Yang Murah Senyum dan<br />
Murah Hati di dampingi Istrinya Yang Malu-malu</p>
<p>Istriku Saat Memesan makanan di Pesawat</p>
<p>Kawanku Juragan Emas yang didampingi sang Istri</p>
<p>Jamaah Klego dalam Pesawat menikmati dengan<br />
santai perjalanan dari Solo ke Jedah ( King Abdul Aziz )</p>
<p>Kota Jedah Dari Foto Udara begitu Menawan</p>
<p>Pesawat Yang Membawa Kloter 30 Soc Ke Jedah<br />
Perjalanan selama 11 Jam</p>
<p>3. Pemeriksaan Di Bandara King Abdul Aziz ( Jedah )</p>
<p>* Meneliti Barang Bawaan<br />
* Menyiapkan paspor dan buku kesehatan &#8211;&gt; petugas Imigrasi<br />
* Pemeriksaan paspor, sertifikat minginitis, badan dan barang bawaan</p>
<p>Saat-saat menanti waktu Pemeriksaan paspor di<br />
Bandar King Abdul Aziz yang penuh Kesabaran</p>
<p>Sabar menanti untuk pemeriksaan di Imigrasi kerajaan saudi</p>
<p>Tempat Pemeriksaan Keimigrasian di King Abdul Aziz</p>
<p>Lama Pemeriksaan selama 3-4 Jam harus Sabar</p>
<p>Kebiasaan Warga Negeria yang membawa barang Bawaan<br />
dengan mengunakan kepala</p>
<p>4. Perjalanan Dari Jedah ke Madinah ( Gelombang 1 )</p>
<p>Kami termasuk Gelombang 1 dalam perjalanan haji , sehingga kami menuju ke Madinah dulu untuk ziarah ke makam Rasulullah dan Makam Baqi&#8217; .<br />
Sedangkan untuk Gelombang ke 2 , dari Jedah langsung Ke Mekah terlebih dahulu</p>
<p>Perjalanan dari Jedah Ke Madinah. Selama kurang<br />
lebih 8 Jam dengan mengendarai bus</p>
<p>Sepanjang Jalan Jedah ke Medinah berupa pegunungan<br />
berbatuan dan padang pasir yang gersang</p>
<p>Bus yang mengangkut jamaan kloter 30 SOC</p>
<p>5. Madinah</p>
<p>Kami tiba di Madinah tanggal 2 November 2009 jam 18.30 WAS</p>
<p>Selama di Madinah kegiatannya melaksanakan sholat lima waktu di Masjid Nabawi dan kegiatan lainnya sesuai dengan kepentingan masing- masing jamaah.</p>
<p>Kegiatan Selama di Madinah :<br />
* Menuju maktab/pemondokan/hotel<br />
* Menempati kamar masing-masing<br />
* Melaksanakan sholat jamaah di Masjid Nabawi<br />
* Menjaga Kerukunan dan kekompakan antar jamaah<br />
* Jaga Kesehatan<br />
* kalau dianggap perlu piknik di kota madinah dan sekitarnya</p>
<p>Saat-saat Antri lift di Maktab Madinah ( Hotel )</p>
<p>Maktab ( Hotel ) di Madinah Yang di Tinggali oleh Kloter 30 SOC<br />
Khususnya Karom 3 ( Jammah Klego )</p>
<p>Batas Antara Jamaah Putri dan Putra di Masjid nabawi</p>
<p>Jalan menuju ke Raudhah di tempat jamaah putri</p>
<p>Suasana di masjid Nabawi yang penuh ketenangan</p>
<p>Suasana Masjid Nabawi di Halaman Masjid yang begitu Indah</p>
<p>Hari-hari pertama nyampai di Masjid Nabawi sambil numpang<br />
Tampang</p>
<p>Jamaah Putri Karom 3 mengekpresikan kegembiraannya</p>
<p>Pak Kadut kawanku yang sedang mendekap istrinya<br />
di Halaman Masjid Nabawi</p>
<p>Bergaya di depan Masjid Nabawi</p>
<p>Tips agar Tak Tersesat</p>
<p>Setiap tahun selalu ada saja laporan jamaah yang tersesat. Untuk itu perlu dicoba tips-tips berikut ini:</p>
<p>Hafalkan Lokasi<br />
Sebelum keluar maktab, hafalkan maktab Anda serta cacat juga nomor telepon dan atau alamat pondokan Anda. Bawalah catatan tersebut setiap meninggalkan pondokan.</p>
<p>Rombongan<br />
Jika keluar maktab, tidak ada salahnya mengajak teman, baik 2 atau tiga orang. Dengan begitu, risiko tersesat akan lebih kecil.</p>
<p>Cari Petugas<br />
Jika memang Anda mengalami kebingungan saat di masjid atau di mana pun, segeralah cari petugas haji atau bertanya kepada jamaah Indonesia lainnya.</p>
<p>Tanda Pengenal<br />
Kalau pergi jangan lupa membawa tanda pengenal, paspor dan gelang haji Anda. Sebab jika Anda tersesat, tanda itu akan jadi petunjuk. Masukkanlah tanda penting itu di dalam tas paspor yang sudah Anda punya.</p>
<p>Didampingi<br />
Bagi jamaah yang lanjut usia, sebaiknya mencari teman atau pendamping setiap keluar darui maktab atau ke masjid.</p>
<p>Lebih Awal<br />
Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu salat. Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya.</p>
<p>Bikin Janji<br />
Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama. Tentukan jam berkumpul dan jika perlu dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.</p>
<p>Identitas unik</p>
<p>Karena semua jamaah berseragam, tidak ada salahnya membuat identitas unik rombongan ,bisa dengan selempang, slayer, jilbab, dll</p>
<p>Karom 3 putra dan Putri berpose untuk kenang-kenangan</p>
<p>Bp. Yanto ( Karu 1 ) bersama Istrinya</p>
<p>Jamaah Putri dari Klego Meluapkan kegembiraannya<br />
Setelah melihat Masjid Nabawi</p>
<p>Rombongan 3 putra dan putri nampang di halaman masjid Nabawi</p>
<p>Situasi halaman masjid Nabawi yang digunakan untuk<br />
shof jamaah sholat</p>
<p>Orang Pakistan Numpang Lewat</p>
<p>Suasana di Dalam Masjid Nabawi untuk Jamaah Putri</p>
<p>Rombongan 3 di pimpin oleh Karom untuk Memasuki<br />
Raudah yang merupakan Tempat Mustajab. Melalui luar<br />
Masjid</p>
<p>Jamaah Kacangan yang sedang menunggu Rombongannya<br />
Untuk Melakukan ziarah</p>
<p>Burung Dara yang hidup Bebas di Tanah suci, yang tidak boleh<br />
digangu oleh siapapun</p>
<p>Jalan biasa yang di lewati Rombongan Klego dari Mabtab<br />
ke Masjid Nabawi. Sepanjang jalan di penuhi oleh toko-toko</p>
<p>Pusat Pertokoan Hambal Produksi Turky</p>
<p>Pandangan Orang Asing terhadap orang Indonesia<br />
Sampai terkesima</p>
<p>Jamaah asing dari Pakistan dan India</p>
<p>Jamaah Orang Negeria yang istirahat dihalaman Masjid<br />
Nabawi selama menunggu masuk waktu sholat</p>
<p>Jamaah putri yang sedang makan di restauran dekat<br />
Masjid Nabawi</p>
<p>Sudah Kenyang Makan trus Pampang Muka</p>
<p>Suasana Halaman Masjid Nabawi</p>
<p>6. Perjalanan dari Madinah ke Mekah<br />
Kami tinggal di Madinah dari tanggal 2 November &#8211; 12 November 2009<br />
Berangkat ke Mekah tanggal 12 November 2009, jam 08.00 WAS</p>
<p>* Persiapan Umrah ( Mandi, Pakai Pakaian Ihram )</p>
<p>1. Ihrom adalah masuk dalam ibadah dengan niat melakukan Haji dan Umrah atau kedua-dauanya dan dengan menjauhi hal-hal yang terlarang dalam Ihrom.</p>
<p>2. Ihrom untuk Haji hanya diperbolehkan di bulan-bulan haji. Adapun lhrom untuk Umroh boleh dikerjakan sepanjang tahun. Lihat keterangan pada bab II nomor 2.</p>
<p>3. Miqot makani, selanjutnya disebut miqot, bagi kita dari lndonesia adalah: Yang ke Madinah sebelum ke Mekah adalah Bir Ali; Yang langsung ke Mekah dari Jedah dan datang dengan pesawat terbang adalah Qornul Manazil atau As Sail. Jadi mulai berihrom dari atas pesawat terbang menjelang landing di lapangan terbang King AbdulAziz Jedah kurang lebih 40 menit; Yang langsung ke Mekah dan datang dengan kapal laut adalah Yalamlam. Jadi memulai ihrom di atas kapal menjelang pelabuhan laut Jedah yang biasanya oleh Kapten kapal diberitahukan waktunya. Dan jika kita mengerjakan tamattu&#8217; maka miqot tersebut adalah untuk ihrom Umroh.</p>
<p>4. Adapun miqot Haji kita, karena kita hendak mengerjakan Umroh adalah tempat tinggal kita di Mekah.</p>
<p>5. Kalau sewaktu di Mekah kita hendak mengerjakan Umroh, maka kita keluar dahulu ke tanah halal, kemudian memulai ihrom Umroh dari sana, yaitu di Tan&#8217;im atau Ji&#8217;ronah.</p>
<p>6. Hal-hal yang terlarang karena ihrom adalah:</p>
<p>Bagi laki-laki:</p>
<p>          o 1.Memakai pakaian berjahit, seperti baju, celana, sarung dan sebagainya;<br />
          o 2.Memakai tutup kepala dan<br />
          o 3.Memakai sepatu dan sebagainya yang menutup mata kaki. Sabda Rasulullah saw.: Orang (laki-laki) yang beriman tidak boleh memakai gamis, tidak boleh (memakai) serban, tidak boleh (memakai) kopiah, tidak boleh (memakai) celana, tidak boleh (memakai) pakaian yang dikenai (wewangian) waros dan za&#8217;faron dan tidak boleh (memakai) khuf, kecuali kalau tidak menemukan sandal maka hendaklah ia memotong khuf itu di bawah mata kaki. (H R. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Bagi wanita:</p>
<p>          o 1.Memakai penutup muka dan<br />
          o 2.Memakai kaus tangan dan semacamnya. Rasulullah bersabda: Orang perempuan yang ihrom tidak boleh memakai tutup muka dan tidak boleh memakai dua kaos tangan. (H.R. Ahmad dan Bukhari).</p>
<p>Bagi laki-laki dan wanita:</p>
<p>          o 1.Memakai wewangian.<br />
          o 2.Memotong rambut atau mencukur kepala, karena perbuatan itu adalah untuk tahallul menandai keluar dari keadaan ihrom;<br />
          o 3.Melakukan akad nikah atau melakukan lamaran; Dari Usman Bin Affan, beliau berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Orang yang ihrom tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan dan tidak boleh melamar. (H.R.Muslim dan lain-lainnya).<br />
          o 4.Bersetubuh;<br />
          o 5.Berbuat dosa dengan sengaja dan sadar akan ihromnya dan<br />
          o 6.Bertengkar dengan sesama BR&gt; Allah swt. berfirman: Barangsiapa mengharuskan diri berhaji pada bulan-bulan itu maka tidak boleh berbuat cabul, tidak boleh berbuat kefasikan dan tidak boleh berbantahan dalam berhaji.<br />
          o 7.berburu binatang buruan darat. Tentang larangan memotong kuku bagi laki-laki dan wanita yang dikatakan para ulama, tidak ditemukan dalilnya.</p>
<p>Allah swt. berfirman: Dan diharamkan atas kamu binatang buruan darat selagi kamu berihrom. (S. Al Ma-idah ayat 96).</p>
<p>7. Cara mengerjakan ihrom menurut sunnah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut: Melepas pakaian biasa lalu mandi.</p>
<p>Dari Zaid bin Tsabit, katanya: Saya melihat Nabi saw. berlepas pakaian untuk ihrom beliau dan mandi (H.R. Tirmidzi)</p>
<p>Memakai pakaian ihrom, yang bagi laki-laki berupa dua lembar kain, satu lembar untuk disarungkan dan satu lembar untuk dikemulkan, dan sandal, artinya jangan memakai sepatu yang menutup dua mata kaki. Adapun bagi wanita boleh berpakaian biasa asal menutup seluruh aurat. Dan sebaiknya pakaian-pakaian itu berwarna putih.</p>
<p>Nabi saw. bersabda: Dan hendaklah masing-masing kamu berihrom dalam kain yang disarungkan dan kemul dan sepasang sandal, kalau dia tidak memperoleh maka hendaklah ia memakai dua khuf dan hendaknya ia memotong di bawah mata kaki.</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: Pakailah yang putih dari pakaian-pakaianmu, karena sesungguhnya itu sebaik-baik pakaianmu. Dan kafanilah orang-orang matimu dengannya. (H.R. Abu Dawud).</p>
<p>Merapikan diri dan memakai wewangian bagi laki-laki. Adapun bagi wanita tidak diperkenankan memakai wewangian apabila berada di antara laki-laki lain.</p>
<p>Dari Aisyah, beliau berkata: Adalah aku dahulu memberi Rasulullah saw. untuk ihromnya sebelum be liau berihrom, dan untuk tahallulnya sebelum beliau bertawaf ifadloh pada baitullah. (H.R.Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dari Abu hurairah beliau berkata: Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: Janganlah kamu menghalangi hamba-hamba perempuan Allah akan masjid-masjid Allah, dan hendaklah mereka keluar dengan tanpa berwewangian. (H.R. Ahmad dan Abu Dawud)</p>
<p>Tidak ada salat sunat ihrom. Tapi baik kalau memulai ihrom sesudah shalat, baik shalat fardlu maupun salat sunat.</p>
<p>Dan dari Abu Hurairoh pula, katanya: Rasulullah saw. bersabda: Siapapun perempuan yang terkena asap (wewangian) muka janganlah sekali-kali menghadiri shalat Isya yang akhir bersama kami. (H.R. MusHm dan Abu Dawud).</p>
<p>Ada riwayat yang mengatakan, bahwa Nabi salat dua rakaat sebelum memulai ihrom, yaitu hadis lbnu Umar: Kemudian apabila untanya telah tegak berdiri di sebelah masjid Dzil Hulaifah beliau bertalbiyah dengan kalimat-kalimat itu.</p>
<p>Tapi salat Nabi yang dua rakaat itu bukan salat sunat ihrom, tapi salat Dhuhur yang diqoshor. Menurut hadis Anas, katanya: Sesungguhnya Nabi saw. salat dhuhur kemudian menaiki kendaraanya maka setelah tinggi di atas bukit kecil Baidaa beliau bertalbiyah.(H.R. Abu Dawud)</p>
<p>Niyat dalam hati semata karena Allah, dan mengucapkan:</p>
<p>          o 1.Bagi yang berumroh: Labbaika µUmrata (Aku penuhi panggilanMu dengan berumroh).<br />
          o 2.Bagi yanlg berhaji: Labbaika hajjan (Aku penuhi panggilanMu dengan berhaji).<br />
          o 3.bagi yang berumrah dan berhaji: Labbaika µUmrata wa hajjan (Aku penuhi PanggilanMu dengan berumroh dan berhaji)</p>
<p>Umar bin Khattab: Aku dengar Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya amal-amal hanyalah menurut niatnya.(H.R. Muslim)</p>
<p>Dari Anas, katanya: Aku telah mendengar Rasulullah bertalbiyah untuk haji dan umroh semuanya dan mengucap: Aku penuhi panggilanMu dengan berumroh dan berhaji. (H.R. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Bertalbiyah dengan suara keras dan mengulang-ulangnya. Talbiyah adalah mengucapkan: Aku penuhi panggilanMu, ya Tuhan, aku penuhi panggilanMu. Aku penuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala pujian dan nikmat adalah kepunyaanMu, juga kerajaan. Tiada sekutu bagiMu.</p>
<p>Sighat talbiyah ini diriwayatkan oleh Bukhari dan lain-lainnya.</p>
<p>Dari Sa-ib bin Khallad, katanya: Rasulullah saw. bersabda: Jibril telah mendatangi aku lalu menyuruhku supaya aku menyuruh para sahabatku supaya mengeraskan suara dengan ihrom dan talbiyah.(H.R. Tirmidzi)</p>
<p>Membaca talbiyah itu diulang-ulang terus. Dan bagi yang berombongan talbiyah itu tidak usah dipimpin supaya menjadi satu suara. Karena tidak terdapat contoh dari Nabi saw. bahwa bertalbiyah dalam rombongan itu dipimpin, dengan salah seorang dahulu membacanya kemudian diikuti oleh seluruh rombongan secara serempak. Dan berakhir untuk ihrom Umroh pada saat sampai di Hajar Aswad saat memulai tawaf, dan untuk ihrom Haji sampai selesai melontar Jumroh Aqobah di hari ke 10 Dzul-Hijjah.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, katanya: Rasulullah saw. bersabda: Orang berumroh bertalbiyah sampai ia menjamah Hajar Aswad. (H.R. Abu Dawud).</p>
<p>Fadl berkata: Saya bubaran dari Arofah bersama nabi saw. lalu beliau tidak henti-hentinya bertalbiyah sampai beliau melontar Jumroh &#8216;Aqobah, beliau bertakbir bersama setiap (lontaran) kerikil, kemudian beliau memutus talbiyah bersama kerikil terakhir. (H R. Ibnu Huzaimah).</p>
<p>8. Pelanggaran atas sesuatu yang terlarang karena berihrom, hukumnya adalah sebagai berikut: bagi orang yang dengan sengaja membunuh binatang buruan darat, maka ia harus membayar denda, yaitu menyembelih binatang ternak yang sepadan dengan binatang yang dibunuhnya itu, atau memberi makan orang-orang miskin sebanyak harga binatang itu, atau berpuasa sebanyak hari yang sepadan dengan harga binatang itu. Kesepadanan- kesepadanan itu menurut keputusan dua orang muslim yang adil.</p>
<p>Allah swt. berfirman: Maka barang siapa diantara kamu membunuh (binatang buruan darat) dengan sengaja, maka membayar denda (menyembelih) binatang ternak yang sepadan dengan binatang yang dibunuhnya, yang diputuskan oleh dua orang adil diantara kamu, sebagai hadyu yang disampaikan di ka&#8217;bah, atau memberi makan orang-orang miskin atau puasa sepadan itu.</p>
<p>Bagi orang yang karena sesuatu udzur, seperti sakit dan sebagainya, boleh ia me lakukan sesuatu yang terlarang karena berihrom, selain bersetubuh, serta ihromnya tidak menjadi batal karenanya dan wajib membayar denda, yaitu salah satu dari tiga hal tersebut di bawah ini:</p>
<p>          o 1.Berpuasa tiga hari,<br />
          o 2.Memberi makanan kepada enam orang miskin masing-masing setengah sho&#8217; atau kurang lebih 1,55 liter.<br />
          o 3.Menyembelih seekor kambing dan menyedekahkannya.</p>
<p>Mengenai pelanggaran larangan hersetubuh ini Imam Malik meriwayatkan: Bahwa telah sampai kepadaku bahwa Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah telah ditanya tentang laki-laki yang menyetubuhi isterinya sedang ia berihrom untuk haji, maka mereka berkata: Keduanya meneruskan pekerjaan mereka sampai mereka merampungkan haji mereka, kemudian mereka wajib berhaji di tahun depan dan menyembelih hadyu. (Tanwirul Hawalik I :344).</p>
<p>Kalau riwayat itu benar, maka itu adalah ijtihad tiga orang sahabat Nabi tersebut. Adapun dari Nabi saw. sendiri tidak didapati keterangan yang cukup kuat mengenai hal itu. Ada juga riwayat lain: Ibnu Hazm meriwayatkan dari Jubair bin Muth &#8216;im, bahwa dia berkata kepada (orang berihrom) yang bersetubuh: Ah, aku tidak bisa memberimu fatwa apa-apa. (Al Muhalla VII: 191)</p>
<p>Allah swt. berfirman: Maka barang siapa diantara kamu sakit atau ada penyakit di kepalanya, maka ia membayar fidyah, yaitu berpuasa, atau bersedekah atau menyembelih binatang. (Al Baqoroh 197)</p>
<p>Dan Rasulullah bersabda kepada Ka&#8217;b bin Ujroh yang berkoreng di kepalanya dan harus dicukur untuk penyembuhannya: Bercukurlah, kemudian sembelihlah seekor kambing korban, atau berpuasalah tiga atau memberikan makan tiga sho&#8217; kurma kepada enam orang miskin. (H.R. Bukhari Muslim dan Abu Dawud)</p>
<p>Bagi yang tanpa udzur, dengan sengaja melanggar larangan-larangan itu dan mengetahui bahwa itu terlarang serta menyadari ihromnya, maka ia berdosa dan batal ihromnya. Karena dengan demikian berarti ia mengerjakan Haji/Umroh tidak sebagaimana mestinya.</p>
<p>Bagi yang melakukan pelanggaran itu tanpa sengaja, atau tidak mengetahui bahwa hal itu terlarang, atau ia lupa bahwa ia sedang berihrom, maka tidak batal ihromnya dan tidak wajib membayar denda apapun. Ia harus segera meninggalkan pelanggaran itu seketika dia menyadarinya serta beristighfar kepada Allah swt.</p>
<p>Allah swt. berfirman: Tiada dosa atas kamu di dalam hal yang kamu keliru,tapi (yang dosa adalah) yang disengaja oleh hati-hatimu (Al-Ahzab 5)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah saw: Dihilangkan (dari catatan) dari umatku kekeliruan, lupa dan yang mereka dipaksa melakukannya. (H R. Thabrani dari Tsauban)</p>
<p>9. Tidak dilarang di dalam ihrom hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>          o Berpakaian berwarna, sebab berpakaian putih itu hanya keutamaan.<br />
          o Mandi, menyelam dalam air, memakai bedak atau celak mata asal tidak wangi dan , bercermin, karena tidak ada larangari atas hal-hal tersebut.<br />
          o Memakai kaca mata, arloji tangan, ikat pinggang, cincin dan berganti pakaian, karena tidak ada larangan atas hal-hal tersebut.<br />
          o Memakai payung atau berteduh di bawah pohon, di dalam rumah, kemah, kendaraan dan sebagainya.</p>
<p>Ummu Hushoin berkata: Saya berhaji bersama Rasulullah saw. haji Wada&#8217; lalu saya lihat Usamah bin Zaid dan Bilal, yang seorang memegangi kendali onta Nabi saw. dan yang lain mengangkat bajunya melindungi beliau daripanas sampai beliau selesai melempar Jumroh Aqobah.(H R. Ahmad dan Muslim).<br />
Pelaksanaan Umrah :<br />
1. Mandi<br />
2. Pakaian Ihram<br />
3. Niat Umrah di Miqot Bir Ali<br />
4. Perbanyak Talbiyah<br />
5. Setelah sampai Mekah , istirahat secukupnya terus ke Masjidil Haram<br />
6. Masuk masjidil Haram dan membaca do&#8217;a masuk masjid<br />
7. Melihat Ka&#8217;bah dan membaca do&#8217;a sewaktu melihat ka&#8217;bah<br />
8. Thowaf Qudum<br />
9. Sai<br />
10. Tahalul<br />
11. Selesai Umrah</p>
<p>Berpakaian Ihram</p>
<p>Bis yang mengkut rombongan Klego dari Madinah ke Mekah</p>
<p>- Niat umrah : Labbaik Allahuma Umratan<br />
- Perbanyak talbiyah<br />
Labbaykallâhumma labbayk, labbayka lâ syarîka laka labbayk. Innal hamda wanni’mata laka walmulka lasyarîka laka labbayk.</p>
<p>Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, di sini aku datang wahai Yang Tiada sekutu bagi-Mu. Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu</p>
<p>7. Makah Sebelum Pelaksanaan Haji ( Makah 1 )</p>
<p>Kami rombongan tiba di Mekah pada tanggal 12 November 2009, Jam 18.39 Was<br />
Begitu tiba di Makah langsung :<br />
- Melaksanakan Thawaf Qudum</p>
<p>Thowaf Qudum</p>
<p>video</p>
<p>1. Thowaf atau tawaf adalah mengelilingi ka&#8217;bah dalam Masjid Harom 7 kali putaran dengan niat tawaf.</p>
<p>2. Untuk tawaf ini harus: Bersuci dan menutup aurat seperti dalam salat. Hanya dalam tawaf ini dibolehkan berbicara asal pembicaraan itu baik.</p>
<p>Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: Tawaf adalah seperti salat &#8230;. Hanya Allah swt. memperbolehkan berbicara di dalamnya. Maka barang siapa berbicara maka janganlah berbicara kecuali dengan bicara yang baik. (H.R. Tirmidzi dan Daroqutni)</p>
<p>Dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di situ.</p>
<p>Ka&#8217;bah berada di sebelah kiri orang yang tawaf, dan tidak boleh lewat di atas pondasi ka&#8217;bah atau dalam Hijir lsma&#8217;il, karena Hiiir lsma&#8217;il itu bagian dari ka&#8217;bah.</p>
<p>3. Tawaf ada 4 macam, yaitu:</p>
<p>          o THOWAF QUDUM (tawaf kedatangan). Tawaf ini dikerjakan bagi orang yang datang dari luar tanah haram saat baru tiba. Dan bagi orang yang berhaji tamattu&#8217; adalah tawaf umroh.<br />
          o THOWAF IFADLOH atau Thowaf Ziyaroh. Thawaf ini dikerjakan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau sesudahnya. Thawaf ini harus dikerjakan dan merupakan tahallul tsani hagi yang herihrom haji.<br />
          o THOWAF WADA&#8217; (tawaf berpamitan). Tawaf ini dikerjakan saat mau berangkat meninggalkan Mekah. la harus dikerjakan, kecuali wanita yang sedang haid.<br />
            Ada hadis yang menerangkan: Orang-orang diperintah supaya akhir urusannya adalah (tawaf) di Baitullah. Hanya orang perempuan yang haid diberi keringanan. (HR. Bukhari dan Muslim)<br />
          o THOWAF TATHOWWU&#8217; atau tawaf sunat. Thowaf ini bisa dikerjakan setiap waktu baik siang maupun malam. Dan dianjurkan orang mengerjakannya sebanyak mungkin selama berada di Mekah.<br />
            Rasulullah saw. berkata: Hai Bani abdi Manaf janganlah kamu melarang seseorang tawaf di Baitullah ini dan di saat manapun dia suka baik malam maupun siang hari. (H.R. Ashabus Sunan).</p>
<p>4. Adapun cara mengerjakan tawaf menurut sunnah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut:</p>
<p>Idhthibah&#8217;, yaitu bagi orang laki-laki meletakkan bagian tengah kain kemulnya di bawah ketiak kanan dan menaruh ujung-ujung kemul itu di atas pundak kiri, sehingga pundak kanan terbuka dan pundak kiri tertutup. lni hanya untuk tawaf waktu datang. Dan sesudah itu kemul itu dikemulkan seperti biasa, terutama waktu salat.</p>
<p>Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. dan para sahabatnya berumroh dari Ji&#8217;ronah, lalu mereka berlari-lari kecil di Baitullah dan mereka buat kemul-kemul mereka di bawah ketiak kanan merekah, lalu menyampirkan (ujung-ujung)nya di atas pundak kiri mereka. (H.R. Ahmad dan Abu Dawud)</p>
<p>Sesampai di sudut Hajar Aswad (di lantai ditandai dengan garis besar berwarna coklat) menghadap Hajar Aswad, lalu menciumnya, atau menjamahnya dengan tangan lalu mencium tangan, atau menyentuhnya seumpama tongkat lalu mencium tongkat, atau berisyarat kepadanya dengan tangan atau sesuatu di tangan. Itu dilakukan setiap kali memulai putaran tawaf.</p>
<p>Ibnu Umar berkata: Rasulullah saw. menghadap Hajar Aswad lalu menjamahnya. (H.R. Hakim)</p>
<p>&#8216;Abis bin Rabi&#8217; ah berkata: Saya melihat Umar datang ke Hajar Aswad lalu berkata: Sesungguhnya aku tahu benar bahwa engkau adalah sebuah batu. Dan seandainya aku tidak melihat Rasulullah saw. menciummu, aku tidak akan menciummu. Kemudian dia mendekatinya lalu menciumnya.</p>
<p>Abu Thafail berkata: Saya lihat Rasulullah saw. tawaf di Baitullah dan menyentuh Hajar Aswad dengan tongkat yang ada padanya dan menciumnya. (H.R.Muslim)</p>
<p>Nafi&#8217; berkata: Saya lihat Ibnu Umar mengusap Hajar Aswad dengan tangannya lalu mencium tangannya dan berkata: Saya tidak meninggalkan (cara itu) semenjak saya lihat Rasulullah saw. mengerjakannya. (H.R. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw. telah bertawaf di atas seekor unta. Setiap kali beliau sampai di sudut (Hajar Aswad) beliau berisyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangan beliau dan membaca takbir. (H.R. Bukhari)</p>
<p>Membaca takbir, yaitu: &#8220;Dengan nama Allah, dan AIlah Maha Besar.&#8221; Inipun dilakukan setiap kali memulai putaran tawaf.</p>
<p>Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya apabila beliau telah mengusap Hajar Aswad mengucap:&#8221; Bismillah wa Allahu Akbar&#8221;. (H.R. Baihaqi)</p>
<p>Perhatian<br />
Mencium Hajar Aswad adalah sunnah, tapi menyakiti orang lain atau menyakiti diri sendiri adalah terlarang. Oleh sebab itu, dalam hal mencium Hajar Aswad ini kita tidak usah terlalu memaksakan diri dalam keadaan sangat berdesakan, terutama bagi kaum wanita. Selain membahayakan fisik, tidak jarang mendatangkan perlengkaran atau melanggar aturan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang tidak halaL</p>
<p>Perhatikanlah keterangan di bawah ini:</p>
<p>          o 1.Dari Umar bin Khattab, bahwa Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Hai Abu Hafsh, engkau adalah seorang laki-laki kuat, maka janganlah engkau berdesakan di sudut (Hajar Aswad), karena engkau bisa menyakiti orang yang lemah. Tapi apabila engkau mendapati sepi maka beristilamlah, dan kalau tidak maka bertakbirlah dan berlalu.(H R. Ahmad).<br />
          o 2.Ada juga diriwayatkan, bahwa Ummul Mukminin Aisyah berkata kepada seorang perempuan: Janganlah engkau berdesakan di atas Hajar Aswad, kalau engkau lihat kosong maka beristilamlah, dan kalau engkau lihat berdesakan maka bertakbirlah dan baca &#8220;Laa Ilaaha Ilallah&#8221; apabila engkau sejajar dengannya, dan janganlah menyakiti seseorang. (Lihat Fiqh Sunnah jilid I hal. 595).</p>
<p>5. Kemudian berpaling ke kanan, hingga ka&#8217;bah berada di sebelah kiri orang yang tawaf dan, hanya untuk thowaf qudum, berlari-lari kecil 3 kali putaran dan berjalan biasa 4 kali putaran.</p>
<p>Dari Jabir: Sesungguhnya apabila Rasulullah saw. telah sampai di Mekah beliau datang ke Hajar Aswad, lalu menjamahnya. Kemudian berjalan ke arah kanan beliau lalu berlari- lari kecil 3 kali (putaran) dan berjalan biasa 4 kali (putarn). (H.R. Muslim dan Nasai)</p>
<p>Perhatian!</p>
<p>          o 1.Ramal, atau berlari-lari kecil, ini hanya untuk laki-laki. Adapun bagi perempuan tidak usah ramal. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa dia berkata: Tidak ada ramal alas perempuun (pada tawaf) di Buitullah, dan tidak (pada sa&#8217;i) diantara Shofa dan Marwah.(H R. Daraqutni dan Baihaqi)<br />
          o 2.Ramal 3 putaran dan berjalan biasa 4 putaran ini hanya untuk tawaf qudum. Ibnu Umar berkata: Sesungguhnya Nabi saw. dahulu apabila tawaf di Baitullah tawaf yang pertama, berlari-lari kecil 3 kali putaran dan belralan biasa 4 kali putaran. (H R. Bllkhari don Muslim).<br />
          o 3. Dalam keadaan orang berdesakan tawaf seperti sekarang ini, harus dijaga jangan sampai menyakiti orang lain atau diri sendiri. Maka apabila berlari-lari kecil itu bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain, maka tidak mengapa apabila kita ikuti saja irama orang bertawaf walaupun dengan jalan biasa.</p>
<p>Firman Allah: Allah menghendaki kemuduhan dengan kamu dan tidak menghendaki kesulitan. (Al-Baqoroh 185)</p>
<p>6. Sesampai di sudut yang sebelum sudut Hajar Aswad, atau yang disebut Rukun Yamani, mengusap sudut itu dengan tangan tidak menciumnya. Adapun dua sudut yang sebelum Rukun Yamani itu tidak diusap.</p>
<p>Diriwayatkan dari lbnu Umar, katanya: Sesungguhnya adalah Rasulullah saw. menjamah mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap (putaran) tawaf beliau. Dan tidak mengusap dua sudut yang sesudah Hajar Aswad. (H.R. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>7. Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca: Ya Robb kami, berilah kami yang baik di dunia dan yang baik di akhirat, dan peliharakanlah kami dari siksa neraka.</p>
<p>Abdullah bin Sa ib berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. mengucap di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aahirati hasanah wa qinaa adwaban naar: (H.R. Ahmad dan Abu Dawud)</p>
<p>8. Dalam tawaf, tidak ada kemestian bacaan-bacaan doa tertentu untuk setiap kali putaran. Orang boleh berdoa apa yang dia mau menurut keperluannya.</p>
<p>9. Sesudah selesai putaran yang ke 7, selesailah sudah tawaf itu. Lalu menuju ke Maqom Ibrohim, ia kita buat berada di antara kita dan Ka&#8217;bah. Lalu membaca bacaan yang artinya: Dan jadikanlah Maqom Ibrohim tempat salat.</p>
<p>10. Lalu shalat di situ dua rakaat. Pada rakaat pertama membaca surat Al-Kaafiruun sesudah Al-Fatihah dan pada rakaat kedua surat Al-ihlas sesudah Al-Fatihah.</p>
<p>Kalau sulit salat di tempat itu karena berdesakan dan sebagainya, boleh salat di tempat lain dalam masjid.</p>
<p>11. Sesudah shalat kembali ke Hajar Aswad, lalu menciumnya, menjamahnya atau berisyarat kepadanya seperti pada permulaan thawaf.</p>
<p>Dari Jabir, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. setelah sampai ke Maqom Ibrohim membaca: Wattakhidzuu mim Maqaami Ibrohima mushollaa. Lalu salat dua rakaat, lalu membaca Al Fatihah dan Qul-Yaa Ayyuhal kaafiruun dan Qul Huwallahu Ahad. Kemudian kembali ke sudut Hajar Aswad lalu menjamahnya, kemudian keluar ke arah Shofa. (H.R. Ahmad, Muslim dan Nasaa&#8217;i)</p>
<p>- Sholat sunat 2 Rakaat di dekat Hijir Ismail, rakaat pertama setelah al-fatikhah</p>
<p>membaca surat al-kafirun sedang rakaat kedua surat al-ihklas</p>
<p>- Menuju sumur Zam-zam</p>
<p>Sai Umrah</p>
<p>Sai</p>
<p>1. Sa&#8217;i adalah berjalan antara Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali, dimulai dari Shofa dan diakhiri di Marwah. Tempat Sa&#8217;i antara Shofa dan Marwah ini sekarang telah menyatu dengan bangunan Masjid Haram.</p>
<p>2. Sa&#8217;i ini dilakukan setelah tawaf, baik tawaf Umroh maupun tawaf Ifadloh.</p>
<p>3. Adapun cara melakukan Sa&#8217;i menurut sunnah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut: Sesudah mendekati Shofa membaca bacaan yang artinya: Sesungguhnya Shofa dan Marwah adalah termasuk tanda-tanda (peribadatan kepada) Allah. Aku memulai dari apa yang Allah memulai darinya. Naik ke atas Shofa menghadap ke Ka&#8217;bah, lalu mengangkat kedua tangan dan membaca bacaan yang artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah sendiri. Tiada sekutu bagiNya. Ke punyaanNya segala kerajaan dan bagiNya segala pujian. Dan Ia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah sendiri. Ia lestarikan janjinya. Dan Ia tolong hambaNya. Dan Ia hancurkan sendiri tentara-tentara (musuh). Bacaan itu diulang tiga kali dan diselingi dengan doa yang dimaui.</p>
<p>Terus turun dari Shofa berjalan menuju Marwah. Sesampai di batas tiang hijau berlari-lari kecil sampai ke batas tiang hijau berikutnya. Lalu berjalan biasa sampai ke Marwah. Diantara dua tiang hijau itu dahulu adalah jurang tempat Nabi saw. berlari-lari kecil Sekarang tempat itu sudah dibuat rata dan diberi tanda tiang hijau berlampu dan beralas marmer. Begitu juga Shofa dan Marwah sudah tidak tampak seperti gunung kecil lagi, tapi hanya tampak seperti tanjakan.</p>
<p>Lari-lari kecil itu hanya untuk laki-laki. Bagi perempuan tidak usah lari-lari kecil, tapi berjalan biasa.</p>
<p>Di atas Marwah diperbuat seperti di atas Shofa, yaitu menghadap ke Ka&#8217;bah dan membaca bacaan pada point ke dua di atas.</p>
<p>Diriwayatkan dari Jabir, katanya: Sesungguhnya Nabi saw. setelah dekat dari Shofa membaca: Innas Shofa wal Marwata min Sya&#8217;aa-irillaah. Abda-u bimaa badaallahubih. Lalu mulai dari Shofa lalu naik ke atasnya sampai melihat baitullah lalu menghadap kiblat. Lalu membaca kalimat tauhid dan takbir dan mengucap: Laa Ilaaha Illallahu wahdah, Laa syariika lah, LahulMulku wa Lahul Hamdu, Wa Huwa &#8216;alaa kulli syaiin Qodiir. La Ilaaha Ilallahu wahdah, Anjaza wa&#8217;dah, Wa Nashoro &#8216;Abdah, Wa Hazamal Ahzaaba Wahda. Lalu berdoa diantara itu lalu mengucap seperti bacaan itu tiga kali. Kemudian turun ke Marwah. Sehingga apabila kedua kaki beliau telah berada di tengah jurang beliau berlari- lari kecil. Sehingga apabila kami mulai menanjak kami berjalan biasa sehingga sampai ke Marwah. Kemudian beliau berbuat di atas Marwah yang beliau perbuat di atas Shofa. (H.R. Ahmad ,Muslim dan Nasa-i)</p>
<p>Abu Hurairoh berkata: Sesungguhnya Nabi saw. setelah rampung dari tawaf beliau, beliau datang ke Shofa, lalu naik ke atasnya sampai melihat Baitullah dan mengmengangkat kedua tangan beliau, lalu mula memuji Allah dan berdoa apa yang beliau mau berdoa. (H.R. Muslim dan Abu Dawud).</p>
<p>Jabir berkata: Sesungguhnya adalah Rasulullah saw. apabila telah tegak di atas Shofa membaca: Allahu Akbar dan mengucap: Laa Ilaaha Illaahu wahdah, laa syariika lah, Lahul Mulku wa Lahul Hamdu, Wa Huwa &#8216;alaa Kulli syai in Qodiir.Berbuat begitu tiga kali dan berdoa. Dan berbuat seperti itu di atas Marwah. (H.R. Bukhari)</p>
<p>Lalu berangkat ke Shofah dengan cara seperti yang tadi diterangkan sampai cukup 7 kali jalan(51) dan berakhir di Marwah. lbnu Umar berkata: Nabi saw. datang lalu tawaf di Baitullah tujuh kali (putaran) lalu salat dua rakaat di belakang Maqom Ibrohim, lalu sa&#8217;i di antara Shofa dan Marwah tujuh kali (jalan). H.R. Bukhari)</p>
<p>Dalam sa&#8217;i ini selain bacaan yang disebut dalam point pertama dan kedua di atas tidak ada doa.<br />
Setelah Sai melakukan tahalul</p>
<p>Tahallul adalah perbuatan yang menandai keluar dari keadaan ihrom ke keadaan halal dengan:</p>
<p>1. Bagi orang laki-laki dengan memotong rambut kepala , atau bercukur. Kalau bercukur, dimulai dari separoh kepala bagian kanan, kemudian separoh bagian kiri.</p>
<p>Dari Mu&#8217;awiyah beliau berkata: Saya telah memotong dari (rambut) kepala Nabi saw. di samping Marwah dengan gunting. (H.R. Bukhari).</p>
<p>Ada hadits yang mcnerangkan: Lalu Nabi memanggil tukang cukur, lalu ia memulai mencukur separoh kepala beliau sebelah kanan, lalu membagikan kepada orang-orang yang hampir kepadanya sehelai atau dua helai rambut, kemudian mencukur separoh kepala beliau yang sebelah kiri. (H.R. Abu Dawud)</p>
<p>2. Bagi wanita hanya dengan memotong rambut kepala.</p>
<p>Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiada keharusan bercukur bagi perempuan. Perempuan hanya harus memotong (rambut kepala). (H.R. Abu Dawud, Daraquthni dan Thabrani)</p>
<p>Dengan tahallul itu orang yang tadinya berihrom diperkenankan mengerjakan hal-hal yang terlarang karena ihrom, kecuali bersetubuh sampai ia selesai mengerjakan thowaf Ifadloh.</p>
<p>Ibnu Umar berkata: Dan Nabi saw. berifadloh lalu thowaf di Baitullah, kemudian halal beliau mengerjakan segala sesuatu yang tadinya beliau haram melakukannya. (HR. Bukhari).</p>
<p>Bagi yang berihrom untuk Haji, memotong , rambut kepala atau bercukur itu dinamakan tahallul awwal, sedang thowaf lfadloh dinamakan tahallul tsani.</p>
<p>Istirahat Setelah Pelaksanaan Umrah</p>
<p>Setelah Umrah selesai, kegiatan di Makah selama menunggu<br />
waktu pelaksanaan Haji :<br />
* Perbanyak Sholat berjamaah di Masjidil Haram<br />
* Melaksanakan Thowaf sunah<br />
* Jaga Kesehatan<br />
* Jaga kerukunan antar jamaah<br />
Perbanyak Ibadah ( baca al-qur’an, Kajian Islam, dlll )<br />
Tips Sehat &#8211; Menjaga Kesehatan Saat Berhaji</p>
<p>Tips sehat</p>
<p>Sejumlah pengalaman dan hasil evaluasi petugas PPIH belasan tahun sebelumnya di antaranya menyebutkan kebanyakan penurunan kesehatan CJHI di Arab Saudi adalah kelelahan fisik akibat aktifitas beribadah yang berlebihan, umumnya tidak memperhitungkan kemampuan fisik dan, bahkan mengabaikan penyakit bawaan dari daerah asal masing-masing.</p>
<p>Jadi, CJHI sebaiknya :<br />
1) membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk pertolongan pertama,<br />
2) menyiapkan pakaian sesuai prakiraan musim di Arab Saudi,<br />
3) disiplin dan tertib dalam aktifitas baik beribadah maupun waktu<br />
istirahat,<br />
4) hindari pemaksaan beraktifitas berlebihan dengan keyakinan seluruh<br />
ibadah yang dilaksanakan merupakan izin Allah SWT,<br />
5) segera hubungi petugas terdekat jika merasakan sesuatu yang dirasakan<br />
kurang,<br />
+) Berdoa selalu untuk keselamatan, kesehatan, keridloan Allah SWT.</p>
<p>Suasana di Halaman Masjidil Haram</p>
<p>Tips Agar Tidak tersesat didalam Masjid :</p>
<p>   1. Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat<br />
   2. Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya<br />
   3. Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.<br />
   4. Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.<br />
   5. Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.<br />
   6. Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.<br />
   7. Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.</p>
<p>Suasana di dalam Masjidl Haram saat menunggu waktu sholat</p>
<p>Dalam Masjidil Haram melalui pintu no 73</p>
<p>Di Dalam Masjid Slalu tersedia Air Zam-zam</p>
<p>Situasi Didalam Masjidil Haram</p>
<p>Saat-saat Thowaf sunah</p>
<p>Situasi Masjidil Haram dari luar</p>
<p>Gedung-gedung Hotel disekitar Masjidil Haram</p>
<p>Kegiatan di dalam masjidl Haram dengan memperbanyak<br />
membaca Al-qur&#8217;an</p>
<p>Jalan pulang ke maktab dari masjidil haram setelah sholat isya&#8217;</p>
<p>Baca al-qur&#8217;an sambil nampangkan diri</p>
<p>Salah satu bangunan di kota Mekah</p>
<p>Juragan Kambal di Makah dekat Maktab Jarwal Taisir</p>
<p>7. Arafah</p>
<p>Kami sebagian rombongan ada yang langsung ke Arafah pada tanggal 8 dzulhijah, seharusnya menurut sunah tanggal 8 dzulhijah ke Mina dulu ( Tarwiyah ). Karena kami sebagai karom dan harus mengkoordinir banyak jamaah sehingga di tahun ini kami belum bisa melaksanakan Tarwiyah. Semoga di tahun berikutnya kami bisa melaksanan Tarwiyah ( amin ).</p>
<p>Kami serombongan berangkat dari Mekah pada Tanggal 8 dzulhijah / 25 November 2009 , jam 14.00 WAS. Hal-hal yang dilakukan sebelum berangkat :<br />
1. Mandi Sunah Ihram<br />
2. Pakai Pakaian Ihram<br />
3. Niat Haji : Allahuma Hajjan ( Perhatikan Larangan-larangan Pakai Ihram )<br />
4. Perbanyak Talbiyah(Labbaykallâhumma labbayk, labbayka lâ syarîka laka labbayk. Innal hamda wanni’mata laka walmulka lasyarîka laka labbayk.)</p>
<p>1. Wukuf di Arofah artinya hadir di Arofah pada waktunya, yaitu antara setelah matahari tergelincir ke barat pada tanggal 9 Dzul Hijjah sampai terbit fajar di malam tanggal 10 Dzul Hijjah. Oleh sebab itu hari tanggal 9 Dzul Hijjah dinamakan hari Arofah.</p>
<p>2. Wukuf di Arofah ini adalah puncak amalan ibadah haji. Tanpa wukuf di Arofah secara sah maka tidak sah hajinya.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Abdurrohman bin Ya&#8217;mur: Lalu (Rasulullah saw.) menyuruh seseorang berseru: Haji adalah Arofah. barang siapa datang (di Arofah) di malam Muzdalifah sebelum terbit fajar maka ia memperoleh (wukuf). (H R. Ahmad, Timidzi, Nasa-i, Abu Dawud da&#8217;l Ibnu Majah)</p>
<p>3. Adapun cara melakukan wukuf menurut sunnah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut: Pada tanggal 9 Dzul Hijjah menjelang waktu Dhuhur berada di Namiroh. Setelah masuk waktu Dhuhur diadakan khutbah, lalu adzan iqomat dan salat jama&#8217;ah Dhuhur dengan qosor, lalu iqomat dan jama&#8217;ah salat Asaar dengan qosor. Setelah salat Dhuhur dan Asar jama&#8217; taqdim dan qosor, lalu pergi ke tempat wukuf, yaitu di Arofah. Setelah berada di tempat wukuf lalu menghadap ke kiblat, berdoa dengan mengangkat tangan. Boleh berdoa dengan doa apa saja yang disukai sesuai keperluan. Dan boleh juga membaca Al-Qur&#8217;an. Setelah terbenam matahari di hari ke 9 itu, lalu berangkat meninggalkan Arofah menuju Muzdalifah, dan tidak melakukan salat maghrib dan Isya di Arofah.</p>
<p>Jabir berkata (hanya diambil yang perlu): Lalu Rasulullah saw. melintas sampai datang ke Arofah, lalu mendapati kemah telah didirikan untuk beliau di Namiroh lalu beliau singgah di dalamnya. Sehingga apabila matahari telah tergelincir (ke barat) beliau menyuruh disiapkan (Unta) Qoswaa lalu datang ke tengah-tengah lembah, lalu berkhutbah kepada orong-orang &#8230; lalu adzan lalu iqomat lalu salat Dhuhur, lalu iqomat lalu salat &#8216;Ashar dan tidak salat apa-apa di antara kedua salat itu. Kemudian Rasulullah saw. menunggang (untanya) sampai datang ke tempat wukuf &#8230; dan menghadap kiblat. Maka beliau berwukuf sampai matahari terbenam. (H R. Muslim)</p>
<p>Usamah bin Zaid berkata: Adalah aku dahulu membonceng Nabi saw. di Arofah, lalu (saya lihat) mengangkat kedua tangan beliau berdoa. (H.R. Nasa-i).</p>
<p>Berangkat dari mekah ke Arofah diguyur hujan<br />
dan mengakibatkan banjir</p>
<p>Istirahat menunggu datangnya waktu Wukuf yaitu<br />
setalah Masuknya waktu dhuhur</p>
<p>situasi Arafah di genangi Air setelah keguyur hujan</p>
<p>Antri Makan saat di Arafah</p>
<p>Khutbah Wukuf</p>
<p>Sebagian jamaah berdo&#8217;a diluar tenda</p>
<p>Berdo&#8217;a Sebanyak-banyaknya waktu wukuf :<br />
Setelah khutbah wukuf sampai Magrib</p>
<p>Suasana Arafah setelah Magrib, persiapan berangkat ke<br />
Muzdhalifah</p>
<p>Selama di Arafah hal-hal yang dilakukan :<br />
- Sholat dhuhur dan Asar Jama&#8217; Taqdim dan Qhoshor dengan 1 adzan, 2 Iqomah<br />
- Khutbah Wukuf, setelah sholat dhuhur dan qosho Ashar<br />
- Perbanyak do&#8217;a dan dzikir setelah setelah khutbah wukuf sampai magrib</p>
<p>8. Mabit di Muzdhalifah</p>
<p>Kami serombongan tiba di Muzdhalifah tanggal 9 dzulhijah malam ( 26 November 2009 ) , jam 19.49 WAS ( Malam 10 dzulhijah )</p>
<p>Yang dilakukan :<br />
1. Sholat Jama&#8217; Takhir dan Qoshor : Magrib dan Isya&#8217;<br />
2. Mancari kerikil<br />
3. Sholat Subuh</p>
<p>1. Mabit di Muzdalifah artinya menginap di Muzdalifah pada malam 10 Dzul Hijjah selepas dari wukuf di Arofah.</p>
<p>2. Muzdalifah juga dinamakan Jam&#8217;. Dibagian sebelah barat dari Muzdalifah ini terletak Masy&#8217;aril Harom. Tapi ada orang yang mengatakan bahwa Masy&#8217; aril Harom adalah Muzdalifah seluruhnya. Di tempat itu kita berwukuf setelah shalat Subuh sebelum berangkat menuju Jumroh Aqobah.</p>
<p>3. Allah swt. berfirman dalam Al-Qur&#8217;an: Setelah kamu meninggalkan Arofah maka berdzikirlah mengingat Allah di Masy&#8217;aril Harom. (Al Baqoroh 198)</p>
<p>4. Cara mabit di Muzdalifah dan wukuf di Masy&#8217;aril Harom menurut sunnah Rasulullah adalah sebagai berikut: Shalat berjamaah Maghrib dan Isya dengan jama&#8217; dan qosor di Muzdalifah dengan 1 kali adzan dan 2 kali iqomat, tanpa ada shalat sunat di antara keduanya. Sesudah shalat beristirahat tidur sampai terbit fajar. Setelah terbit fajar shalat berjamaah Subuh dengan 1 kali adzan dan 1 kali iqomat. Selesai shalat Subuh lalu berwukuf di Masy&#8217;aril Harom, berdo&#8217;a membaca takbir dan Laa Ilaaha illalloh, sampai terang. Kemudian berangkat ke tempat Jumroh Aqobah di Mina sebelum matahari terbit.</p>
<p>Jabir berkata: Dan Nabi saw. berangkat sampai datang ke Muzdalifah, lalu shalat Maghrib dan Isya dengan adzan sekali dan dua kali iqomat, dan tidak shalat (sunat) di antara keduanya. Kemudian berbaring (tidur) sampai terbit fajar: Lalu shalat Subuh setelah jelas waktu Subuh dengan sekali adzan dan sekali iqomat. Kemudian mengendarai Qoswaa sehingga sampai di Masy&#8217;adl Harom lalu menghadap kiblat, bertakbir, bertahlil dan membaca kalimat tauhid lalu terus bewukuf sampai terang benar. Lalu berangkat sebelum terbit matahari. (H.R. Muslim)</p>
<p>Shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah, seperti diterangkan pada no. 4 point pertama, tidak di Arofah atau di tempat-tempat sebelum Muzdalifah, begitu juga shalat Subuh di Muzdalifah sangat penting diperhatikan, karena: Rasulullah saw. setelah meninggalkan Arofah, sebelum sampai di Muzdalifah telah ditawari untuk shalat Maghrib oleh Usamah bin Zaid, lalu beliau menolak dan mengatakan bahwa tempat shalat pada saat itu adalah di Muzdalifah. Kata Usamah bin Zaid: Rasullah saw. menyingkir setelah berangkat dari Arofah ke salah satu celah gunung yang ada di sana untuk buang air. Lalu aku menuang air atasnya, lalu aku bertanya: Apakah paduka akan shalat? Beliau menjawab: Tempat shalat ada di mukamu. (H.R. Muslim).</p>
<p>Dari Mudlorris at Tho-i, katanya: Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa shalat Subuh di (Muzdalifah) sini lalu tinggal bersama kami, dan sebelum itu sudah wukuf di Arofah di malam hari atau siang hari (sebelumnya) maka telah sempurna hajinya. (H.R. lbnu Hazm)</p>
<p>Bagi orang-orang lemah, sakit dan sebagainya diberi keringanan, boleh meninggalkan Muzdalifah sebelum fajar.</p>
<p>Aisyah berkata: Adalah Saudah seorang yang gemuk yang berat bergerak, lalu dia meminta izin kepada Rasulullah saw. untuk meninggalkan Muzdalifah di waktu malam, lalu beliau memberinya izin (H R. Muslim)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, katanya: Aku adalah termasuk orang yang diberangkatkan dahulu oleh Rasulullah saw. dalam rombongan keluarganya yang lemah-lemah. (H.R Muslim)</p>
<p>Dari Urwah, dia berkata: Nabi saw. berkeliling ke tempat Ummu Salamah pada hari Nahar, lalu beliau menyuruhnya segera meninggalkan Muzdalifah, sehingga sampai di Mekah, lalu shalat Subuh di sana (H.R. Syafi-i dan Baihaqi).</p>
<p>Saat mencarikerikil di muzdhalifah</p>
<p>Mabit / tidur di Muzdhalifah sampai Subuh, bagi wanita<br />
dan orang tua bisa sampai pertengahan malam</p>
<p>Saat antri bis menuju ke Mina , setelah lewat jam 12 malam</p>
<p>9. Mina</p>
<p>Kami serombongan tiba di Mina tanggal 10 dzulhijah / 27 November 2009 , Jam 07.05 WAS<br />
Setelah tiba di Mina Kami lakukan :<br />
1. Tanggal 10 dzulhijah ( 27 November 2009 )<br />
- Melempar Jumrah Aqobah<br />
- Menyembelih Hadyu ( Dam Tamatuk )<br />
- Thowaf Ifadhoh dan Sai ( Kami tunda Pelaksanaanya , karena kondisi fisik rombongan tidak memungkinkan )<br />
- Melaksanakan sholat 5 waktu dengan Qoshor tanpa Jama&#8217;<br />
- Perbanyak do&#8217;a, baca al-qur&#8217;an<br />
2. Tanggal 11 dzulhijah ( 28 November 2009 )<br />
- Melempar 3 jumrah ( Ula, Wustho, Aqobah ) yang di laksanakan setelah tergelincirnya matahari. Kami melaksanakan setelah Asha. ( afdhol setelah dhuhur )<br />
- Melaksanakan sholat 5 waktu dengan Qoshor tanpa Jama&#8217;<br />
- Perbanyak do&#8217;a, baca al-qur&#8217;an<br />
3. Tanggal 12 dzulhijah ( 29 November 2009 )<br />
- Melaksanakan sholat 5 waktu dengan Qoshor tanpa jama&#8217;<br />
- Melempar 3 jumrah ( Ula, Wustho, Aqobah ) yang di laksanakan setelah tergelincirnya matahari. Kami melaksanakan setelah dhuhur<br />
- Setelah Lempar Jumrah, kami langsung berangkat ke Mekah untuk melaksanakan Thowaf Ifadhoh dan Sai. Kami serombongan diatur Kloter untuk mengambil Nafar Awal yaitu tgl 12 dzulhijah harus meninggalkan Mina sebelum Magrib. Kami melaksanakan thowaf pada hari ini sebenarnya afdholnya tanggal 10 dzulhijah karena kondisi jamaah</p>
<p>1. Mabit di Mina atau bermalam di Mina, kebanyakan diartikan orang: bermalam di Mina pada malam hari-hari Tasyriq.</p>
<p>2. Sebenarnya Rasulullah saw. dalam perjalanan haji beliau ada bermalam di Mina pada malam hari Arofah. Nabi berangkat dari Mekah pada hari Tarwiyah, lalu salat Dhuhur dan Asar tanggal 9 serta Magrib, Isya dan Subuh tanggal 10 di sana, lalu setelah terhit matahari berangkat ke Namiroh. Dan kemudian beliau bermalam lagi di Mina pada malam hari-hari Tasyriq yang siangnya beliau melontar jumrah-jumroh setelah matahari tergelincir ke barat.</p>
<p>Kata Jabir: Setelah hari Tarwyah, mereka menuju Mina lalu berihrom untuk haji, dan Rasulullah saw. mengendarai (unta beliau) lalu salat Dhuhur, Asar, Maghrih, ‘Isya dan Subuh di Mina. Kemudian berhenti sebentar sampai terhit matahari. (H.R. Muslim)</p>
<p>Kata Aisyah: Rasululloh saw. bertawaf Ifadloh di hari akhir sewaktu shalat Dhuhu, kemudian kembali ke Mina lalu tinggal di Mina pada malam hari Tasyriq melontor Jumroh. (H.R. Ahmad danAbu Dawud)</p>
<p>3. Memang ganjil, bahwa orang memandang bermalam di Mina pada malam hari Arofah itu hanya sunat, yang orang boleh meninggalkannya tanpa resiko apa-apa hanya karena Rosululllah saw. pernah membiarkan Aisyah terlambat berangkat ke Mina dari Mekah sampai setelah lewat sepertiga malam. Tapi sementara itu mereka memandang bermalam di Mina pada malam hari-hari tasyriq sebagai wajib, padahal Rasulullah saw, memberi ijin kepada Abas bin Abdul Muthalib untuk bermalam di Mekah. dan kepada para pengemba1a untuk tidak bermalam di Mina pada malam hari-hari tasyriq itu.</p>
<p>Diriwayatkan dari Aisyah: Sesungguhnya Aisyah tidak keluar dari Mekah sampai malam lewat sepertiganya. (H.R. Ibnul Mundzir Nailul Authar IV 60 dan Fiqh Imam Abu Tsaur 365)</p>
<p>Diriwayatkan dari Ibnu Umar: Sesungguhnya Abbas bin Abdul Muthallib r.a. memohon ijin kepada Rasulullah saw. untuk bermalam di Mekah pada malam-malam (orang menginap di Mina) karena tugas memberi minum (orang haji), lalu beliau memberinya ijin. (H.R. Bukilari dan Muslim).</p>
<p>Dari ‘Ashim bin ‘ady: Sesungguhnya Nabi saw. memberikan keringanan kepada para penggembala untuk bermalam di luar Mina, mereka melontar pada hari Nahar lalu melontar dua hari, lalu melontar di hari bubaran. (H.R. Al Khomsah dan Tirmidzi dan Ibnu Hibban menganggapnya sahih).</p>
<p>4. Bagi kita karena bermalam di Mina baik pada malam hari Arofah maupun pada malam hari-hari Tasyrik, kedua-duanya dilakukan oleh Rasulullah s aw. maka kita usahakan sedapat-dapatnya bisa melakukannya sesuai contoh Rasulullah saw. dan kalau ada keringanan, maka keringanan itu kita ambil apabila cukup alasan.</p>
<p>Firman Allah swt.: Dan berbaktilah kamu kepada Allah sebisa-bisamu. (At Taghobun 16).</p>
<p>Perkemahan permanen di Mina, yang penuh dengan<br />
kuncup-kuncup putih</p>
<p>Mina merupakan paparan yang dia[pit gunung-gunung yang<br />
tinggi, menunjukan kebesaran Allah</p>
<p>Situasi perkemahan Mina</p>
<p>Suasana di mina selama hari tasryi'</p>
<p>tempat rombongan putri beristirahat</p>
<p>Onta di Mina untuk memcari penumpang</p>
<p>Saat-saat pelaksanaan ibadah harian di Mina ( sholat, baca Al-qur'an)</p>
<p>Lempar Jumrah Aqobah</p>
<p>1. Ada tiga buah Jumroh di Mina, yaitu: Jumroh 'Aqobah, terletak paling dekat ke Mekah Jumroh Wustho, yang terletak di tengah. Jarak antara Jumroh , Aqobah dan Jumroh Wustho kurang lebih 117 m. Jumroh Ula, yang terletak dekat Masjid Khoif. Jarak antara Jumroh Wustho dan Jumroh Ula kurang lebih 156,5 m.</p>
<p>2. Pada tanggal 10 Dzul Hijjah yang dilontar hanyalah Jumroh 'Aqobah. Rasulullah saw. melontarnya pada tanggal 10 Dzul Hijjah setepas Muzdalifah setelah matahari terbit. Ada riwayat yang mengatakan bahwa sebahagian orang yang diizinkan oleh Rasulullah meninggalkan Muzdalifah sebelum fajar, melontar Jumroh Aqobah sebelum matahari terbit bahkan sebelum terhit fajar, tapi ada yang tegas-tegas melarang melontarnya sebelum matahari terbit bahkan untuk keluarga beliau yang diizinkannya meninggalkan Muzdalifah di malam hari. Oleh sebab itu kita harus usahakan melontarnya setelah matahari terbit. Dan tidak mengapa seandainya kita melontarnya di sore hari sekembali kita dari Mekah melakukan towaf Ifadloh.</p>
<p>Jabir berkata: Rasulullah saw. melontar Jumroh ('Aqobah) pada hari Nahar pada waktu Dluha. Adapun yang sesudah itu maka setelah matahari tergelincir (H R. Muslim).</p>
<p>lbnu Abbas berkata: Sesungguhnya Nabi saw. memberangkatkan lebih dulu (sebagian) keluarga beliau dan menyuruh mereka tidak melontar Jumroh 'Aqobah sampai terbit matahari. (H.R. Tirmidzi dan ibnu Hibban)</p>
<p>lbnu Abbas berkata: Adalah Rasulullah saw. dahulu ditanya pada hari Nahar di Mina, lalu beliau menjawab: Tidak apa-apa. Kemudian seorang laki-laki bertanya kepada beliau: Saya telah bercukur sebelum menyembelih (hadyu) ? Beliau menjawab: menyembelihlah, tidak apa-apa. Lalu orang itu bertanya: Saya melempar (Jumroh) sesudah sore Lalu beliau menjawab: Tidak apa-apa. (H.R. Bukhari)</p>
<p>3. Adapun yang dilontar pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah adalah tiga Jumroh tersebut semuanya. Dimulai dari Jumroh Ula, lalu Jumroh Wustho dan Jumroh 'Aqobah. Adapun waktunya melontar di hari-hari itu adalah setiap setelah matahari tergelincir ke barat. Jangan sampai kita melontar sebelum waktunya.Orang boleh hanya melontar pada dua hari, yaitu pada tanggal 11 dan 12. Dan itu dinamakan nafar awal. Dan boleh juga sampai tanggal 13. Dan itulah yang dinamakan nafar tsani.</p>
<p>Hadits riwayat lbnu Umar: Adalah kami dahulu menunggu-nunggu, maka apabila matahari telah tergelincir kami melontar. (H.R. Bukhari)</p>
<p>Firman Allah s.w.t: Dan berdzikirlah, kepada Allah di hari-hari (tasyriq) yang berbilang. Maka barang siapa bersegera pada dua hari maka tidak ada dosa atasnya, dan barang siapa sampai akhir maka tidak ada dosa atasnya, bagi orang yang bertaqwa. (AIBaqoroh 203)</p>
<p>4. Cara melontar Jumroh 'Aqobah pada tanggal 10 Dzul Hijjah menurut sunnah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut: Kerikil yang digunakan melontar masing-masing sebesar kerikil lontaran, yaitu sebesar kacang. Rasulullah saw. menyuruh memungutnya waktu tiba di Muhassir sepulang dari Muzdalifah. Tapi dipungut dimanapun boleh.</p>
<p>Fadl bin Abbas berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. di sore hari Arofah dan pagi hari Muzdalifah berkata kepada orang-orang waktu mereka berangkat: Kamu harus tenang! Dan beliau menarik kekang unta beliau sampai masuk ke lembah Muhassir (dia termasuk daerah Mina), beliau bersabda: Kamu ambillah kerikil lontaran yang akan digunakan melempar jumroh. (H.R. Muslim)</p>
<p>Melontar dari arah tenggara Jumroh 'Aqobah, sehingga kiblat terletak di sebelah kiri dan Mina di sebelah kanan pelempar.</p>
<p>Ada diriwayatkan: Sesampai Ibnu Mas'ud di Jumroh 'Aqobah, lalu dibuatnya Baitullah pada arah kirinya dan Mina pada arah kanannya dan melontar tujuh kali dan berkata: beginilah Rasulullah saw. melontar. (H.R. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Membaca Allahu Akbar beserta setiap kali lontaran. Dan setelah selesai tujuh kali lontaran membaca doa yang artinya: Ya Allah, jadikanlah dia haji yang mabrur dan menjadikan dosa terampuni.</p>
<p>Diriwayatkan: Sesampainya Ibnu Mas'ud ke Jumroh 'Aqobah, lalu melontarnya dari tengah-tengah lembah dengan tujuh kerikil, dalam keadaan menunggang dan bertakbir beserta setiap kerikil, dan mengucap: Allahumma Ij'alhu Hajjan mabrura, wa dzanban maghfuura. Dan katanya: Disini dahulu Rasulullah saw. berdiri. (H.R. Ahmad)</p>
<p>5. Adapun cara melontar tiga jumroh pada hari-hari tasyriq menurut sunnah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut: Dimulai melontar Jumroh Ula tujuh kali, dan membaca takbir bersama setiap lontaran. Lalu menyisih ke tempat yang longgar, berdiri menghadap kiblat dan berdoa dengan mengangkat kedua tangan. Lalu melontar Jumroh Wustho tujuh kali, dan membaca takbir bersama setiap lontaran. Lalu menyisih ke tempat yang longgar, berdiri menghadap kiblat dan berdoa dengan mengangkat kedua tangan, lebih lama dan yang pertama. Lalu melontar Jumroh 'Aqobah tujuh kali, dan membaca takbir bersama setiap lontaran dari arah tenggara Jumroh. Lalu menyingkir tanpa berdiri untuk berdoa.</p>
<p>Salim berkata: Sesungguhnya Ibnu Umar pernah melontar Jumroh Ula dengan 7 kerikil sambil bertakbir beserta setiap kerikil lalu maju ke tempat yang datar lalu berdiri lama menghadap kiblat sambil berdoa dengan mengangkat kedua tangannya. Kemudian melontar Jumroh Wustho lalu mengambil arah ke kiri pergi ke tempat yang datar lalu berdiri menghadap kiblat kemudian berdoa dengan mengangkat kedua tangannya dan berdiri lama. Kemudian melontar Jumroh 'Aqobah dari tengah lembah dan tidak berdiri di situ kemudian menyingkir dan berkata: Begitulah saya lihat Rasulullah saw. berbuat. (H R. Ahmad dan Bukhari).</p>
<p>1. Hadyu adalah binatang yang disembelih di tanah harom Mekah dalam rangka ibadah haji atau umroh. Para ulama Fiqh menamakannya DAM, yang berarti darah, karena binatang tersebut ditumpahkan darahnya waktu disembelih.</p>
<p>2. Hadyu ini paling tidak berupa seekor kambing untuk 1 orang atau seekor unta atau seekor sapi untuk 7 orang.</p>
<p>Jabir berkata: Kami telah melakukan haji bersama Rasulullah saw. lalu kami menyembelih onta untuk tujuh (orang) dan sapi untuk tujuh (orang). (H.R. Ahmad dan Muslim)</p>
<p>3. Ada bermacam-macam hadyu yaitu:</p>
<p>Hadyu karena haji tamattu' atau qiron. Hukumnya wajib. Dan apabila tidak mampu, diganti dengan puasa 10 hari. 3 hari pada waktu haji dan 7 hari setelah pulang. Penyembelihannya dilakukan pada hari Nahr dan hari-hari Tasyriq, di Mina atau di Mekah. Yang empunya hadyu boleh ikut memakannya. Kalau menyembelihnya atau menanganinya diupahkan orang, maka tidak boleh memberinya upah dari daging hadyu itu.</p>
<p>Firman Allah swt.: Maka barang siapa bertamattu' dari Umroh ke Haji, maka (ia membayar) hadyu yang mudah. Maka apabila ia tidak mendapatkannya, maka berpuasa tiga hari pada waktu haji dan tujuh hari sesudah pulang, denikian itu lengkap sepuluh hari. (Al Baqaroh 197)</p>
<p>Sesudah Rasulullah saw. melontar Jumroh di hari ke 10 Dzul Hijjah, menurut Jabir: Lalu beliau pergi ke tempat penyembelihan, lalu menyembelih (dengan tangan beliau sendiri) 63 ekor unta, kemudian menyerahkan yang selebihnya kepada Ali. (H.R. Muslim)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah yang lain: Dan semua hari-hari tasyrik adalah (waktunya) menyembelih. (H.R. Ahmad)</p>
<p>Jabir berkata: Semua daerah Mina adalah tempat menyembelih, dan semua daerah Muzdalifah adalah tempat wukuf; dan semua lorong-lorong Mekah adalah jalan dan tempat menyembelih. (H.R. Abu Dawud dan Ibnu Majah)</p>
<p>Jabir berkata: Kemudian (Rasulullah saw.) menyuruh mengambil sepotong daging dari setiap unta, lalu ditaruh dalam kuali lalu dimasak lalu beliau dan Ali bin Abi thalib memakan dagingnya dan meminum kuahnya. (H.R. Muslim)</p>
<p>Ali bin Abi Thalib berkata: Rasulullah saw. menyuruhku mengurus unta-unta beliau dan membagi kulit-kulitnya dan pakaian-pakaiannya. Dan menyuruhku tidak memberi tukang sembelih dari unta- unta itu apapun. Dan dia berkata: Kami memberinya (upah) dari kami sendiri. (H.R. Jamaah)</p>
<p>Hadyu karena terpaksa melakukan sesuatu yang terlarang karena ihrom, karena sakit dan sebagainya. Denda ini, seperti telah diterangkan di bab sebelumnya boleh dipilih diantara tiga hal di bawah ini:</p>
<p>          o Berpuasa tiga hari<br />
          o Memberi makanan kepada enam orang miskin masing-masing setengah sho' atau kurang lebih 1,55 liter.<br />
          o Menyembelih seekor kambing dan menyedekahkannya.</p>
<p>Hadyu karena ihshor, yaitu terhalang tidak bisa menyelesaikan ibadah haji atau umroh, baik karena dihadang musuh, karena kecelakaan, karena sakit atau karena lainnya. Orang yang terhalang itu disebut Muhshor. Ia boleh bertahallul tidak melanjutkan ibadahnya setelah menyembelih hadyu. Kalau mungkin, dia harus mengirim hadyu itu ke Mekah dan baru bertahallul sesampai hadyu itu di Mekah dan disembelih disana. Tapi kalau tidak mungkin, ia boleh menyembelihnya di tempat ia terhalang, lalu bertahallul.</p>
<p>Firman Allah swt.: Maka apabila kamu terhalang (menyelesaikan ibadah haji alau umroh) maka menyembelih hadyu yang mudah. Dan jangan kamu menyukur kepalamu sehingga hadyu itu sampai ke tempat penyembelihannya. (Al-Baqoroh 196)</p>
<p>Ibnu Abbas berkata: Adapun barang siapa dihalangi oleh musuh atau lainnya, maka dia bertahallul dan tidak harus kembali (mengulang tahun depan). Dan apabila telah membawa serta hadyu, padahal dia muhshor ia boleh menyembelihnya apabila ia tidak bisa mengirimnya (ke Mekah). Dan apahila dia bisa mengirimnya, maka dia tidak hertahallul sehingga hadyu itu sampai di tempat penyembelihannya. (H.R. Bukhari)</p>
<p>Miswar dan Marwan bcrkata: Sesungguhnya Nabi saw. setelah selesai dari urusan perjanjian (Hudaibiyah) bersabda kepada para sahabat beliau: Berdirilah lalu menyembelih kemudian bercukurlah. (H R. Ahmad, Bukhari dan Abu Dawud)</p>
<p>Hadyu untuk membayar tebusan karena membunuh binatang buruan darat. Maka orang bersangkutan harus menyembelih ternak yang sepadan dengan binatang yang dibunuhnya, atau dibayar dengan makanan yang diberikan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa. Besar dan jenis binatang hadyu, banyak makanan yang diberikan atau banyaknya hari puasa adalah menurut keputusan dua orang muslim yang adil.</p>
<p>Hadyu wajib karena nadzar. Maka orang yang nadzar harus melaksanakannya sesuai dengan nadzarnya.</p>
<p>Dari Aisyah: Sesungguhnya RasuIuIIah saw. bersabda barang siapa bernadzar akan berbakti kepada Allah maka berbaktilah. Dan barang siapa bernadzar akan mendurhakai Allah maka janganlah jadi mendurhakaiNya. (H R. Ahmad dan Bukhari)</p>
<p>Hadyu tathowwu, atau hadyu sunat. Boleh saja orang menyembelih hadyu sunat berapapun dia suka. Rasulullah saw. menyembelih untuk diri beliau sendiri dan Ali bin Abi Thalib; pada waktu haji wada'. 100 ekor unta. Padahal hadyu yang wajib untuk beliau dan untuk Ali masing-masing hanya l/7 seekor unta.</p>
<p>4. Di samping macam-macam hadyu di atas, ada bermacam-macam hadyu yang tidak ada kemestiannya baik dalam Al-Qur’an maupun dari Rasulullah saw., tapi ditetapkan oleh berbagai kalangan ulama berdasarkan penalaran mereka, yaitu seperti diterangkan di bawah ini: Hadyu karena meninggalkan sesuatu amalan haji atau umroh menurut mereka yang termasuk katagori wajib. Ini dikiaskan dengan hadyu tamattu' dan qiron. Hadyu karena melakukan sesuatu hal yang terlarang karena ihrom baik dengan sengaja maupun tidak dengan sengaja. lni dikiaskan dengan hadyu yang harus dibayar oleh orang yang karena udzur sakit dan sebagainya diperbolehkan melakukan sesuatu yang tadinya terlarang. Hadyu untuk kafarat orang melakukan persetubuhan dalam ihrom. Bermacam-macam denda atas pelanggaran yang dianggap lebih ringan.</p>
<p>Karena Haji dan Umroh adalah ibadah mahdloh yang semua aturannya harus berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. maka kami setuju perkataan orang yang mengatakan, bahwa dalam hal hadyu dan denda-denda lain yang ada hanyalah yang tcrcantum dalam no. 3 di atas.</p>
<p>Tempat Pelemparan Jumrah Aqobah<br />
video<br />
Tahalul setelah Lempar Jumrah Aqobah</p>
<p>Thowaf Ifadhoh</p>
<p>Situasi thowaf ifadhoh yang sangat padat sekali</p>
<p>Sai</p>
<p>Situasi sai pada waktu Haji</p>
<p>Lempar Jumrah ( Ula, Wustho , Aqobah ) Pada Hari Tasyri'</p>
<p>Jalan Kaki dari Tenda di Mina Menuju Tempat<br />
pelemparan Jumrah berjarak kurang Lebih 3 Km<br />
melewati Terowongan Mina</p>
<p>video<br />
Saat melintasi terowongan mina di ma'asyim</p>
<p>Tempat Pelemparan Jumrah Ula</p>
<p>Tempat Pelemparan Jumrah Wustho</p>
<p>Tempat Pelemparan Jumrah Aqobah</p>
<p>Tempat Pelemparan Jumrah dari lantai 4</p>
<p>13. Di Mekah Setelah Pelaksanaan Haji</p>
<p>Kami serombongan kembali ke Mekah kembali setelah pelaksanaan Haji pada Tanggah 12 Dzulhijah atau 29 Desember 2009 .</p>
<p>Kegiatan selama menunggu kepulangan ke tanah Air :<br />
- Sholat 5 Berjamaah di masjidil Haram<br />
- Perbanyak baca Al-qur'an dan amal ibadah lainnya<br />
- Perbanyak thowaf sunah<br />
- Jaga Kesehatan dan kerukunan antar jamaah</p>
<p>Perjalanan pulang dari Masjidil Haram menuju Maktab ( Hotel )<br />
setelah sholat Isya'</p>
<p>Thowaf Sunah</p>
<p>Masjidil Haram dari arah pintu no 75</p>
<p>Thowaf Wada'</p>
<p>Kami serombongan meninggalkan kota mekah pada tanggal 10 Desember 2009, jam 16.15 Was menuju ke jedah. sebelum meninggalkan kota mekah kami serombongan melaksanakan Thowaf Wada' , yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2009, jam 08.30 WAS</p>
<p>Thowaf Wada'</p>
<p>14. Wisata di Madinah</p>
<p>Karom 3 Berkunjung Ke masjid Qiblatain</p>
<p>Melihat-lihat Kurma di Kebun Kurma Madinah</p>
<p>MasjidQiblatain yang Megah berdiri</p>
<p>Nampang di Luar Masjid Quba</p>
<p>Masjid Quba</p>
<p>Numpang Nampang di Masjid Quba</p>
<p>Berkunjung di Jabal Uhud untuk melihat sejarah<br />
Pembantaian umat Islam dalam perang Uhud</p>
<p>Aku bersama Istri di Jabal Uhud</p>
<p>Pak Yanto Karu 1 bersama istri</p>
<p>Karom Bersama Istri Nampang</p>
<p>10. Wisata di Makah</p>
<p>Foto Bersama Karom 3 SOC30 Jabal Sur</p>
<p>Foto Rombongan Klego di Jabal Sur</p>
<p>Pak Karom ( Aku ) bersama Istri foto di Jabal Sur</p>
<p>Pak Yanto ( Karu 1 ) foto bersama Istri di Jabal Sur</p>
<p>Jabal Rahmah tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa</p>
<p>Puncak Jabal Rahma dengan di beri tanda Tugu Berdiri</p>
<p>Tugu yang merupakan puncak di Jabal Rahmah</p>
<p>Naik-naik Ke puncakl Jabal Rahma</p>
<p>Foto bareng dengan Onta</p>
<p>Puncak Jabal Nur, tempat gua Qira' dimana Rasulullah<br />
Bersembunyo didalamnya</p>
<p>Istriku foto di Jabal Nur</p>
<p>Kondisi alam di daerah kota Mekah yang penuh<br />
dengan gunung-gunung</p>
<p>12. Perjalanan Dari Mekah ke Jedah</p>
<p>Bus yang Mengankut Rombongan Klego dari Mekah<br />
ke Jedah perjalanan selama 2 Jam, Melewati gunung<br />
dan padang Pasir</p>
<p>13. Wisata di Jedah</p>
<p>Kebun Bunga Nan indah permai</p>
<p>Replika Kapal Nabi Nuh ( Mungkin )</p>
<p>Gentong-gentong Raksasa</p>
<p>Tempat Mainan Anak-anak yang terletak di Laut Merah</p>
<p>Tempat-tempat wisata di Jedah</p>
<p>Lau Merah yang memperlihatkan gelombang ombaknya<br />
dan diterjang angin sepoi spoi</p>
<p>Istriku Nampang di Laut Merah</p>
<p>Salah satu ikan yang hidup di Laut Merah</p>
<p>Sepeda Adam di Jedah</p>
<p>15. Jedah</p>
<p>Kami serombongan tiba di Jedah tanggal 10 Desember 2009, jam 20.30 Was<br />
Berangkat Ke tanah Air tanggal 12 Desember 2009, Jam 03.30 Was<br />
Tiba di Indonesia tanggal 12 Desember 2009, jam 20.00 WIB</p>
<p>Hotel Tempat Menginap selama 1 hari menunggu jadwal<br />
kepulangan ke Tanah Air</p>
<p>Saat menunggu pemeriksaan paspor dan Barang<br />
di Bandara King Abdul Aziz selama 4 Jam</p>
<p>Pesawat yang Membawa Kloter 30 SOC pulang<br />
ke Tanah Air ( terlambat selama 3 Jam )</p>
<p>Kesimpulan :<br />
1. Jangan Melaksanakan segala sesuatu dengan tergesa-gesa<br />
2. Jaga kekompakan Regu dan Rombongan<br />
3. Usahakan selalu berombongan, minimal 2 orang setiap melakukan kegiatan<br />
4. Kesehatan sangat berperan penting untuk pelaksanaan ibadah, karena Fisik yang diutamakan<br />
5. Jangan lupa berdo'a setiap akan melaksanankan kegiatan Ibadah<br />
6. Laksanakan Ibadah dengan Ihklas dan sesuai dengan Sunah<br />
7. Setelah haji harus lebih baik dari pada sebelum haji.<br />
8. Banyak kesalaha-kesalahan yang di lakukan jamaah haji Indonesia yaitu :<br />
- Masalah Hadyu : Kebanyakan di sembelih sebelum hari Tasry'<br />
- Masalah waktu pelemparan Jumrah : dilaksanakan sebelum Zawwal /dhuhur atau dalam sehari melaksanakan dua kali pelemparan<br />
- Masalah Tahalul : Kebanyakan untuk laki-laki hanya memotong sebagian rambutnya saja<br />
- dan Banyak kesalahan - kesalahan lainnya<br />
BEBERAPA KESALAHAN SEBAGIAN JAMAAH HAJI</p>
<p>      PERTAMA: Beberapa Kesalahan Dalam Ihram.</p>
<p>      Melewati miqat tempatnya tanpa berihram dari miqat tersebut sehingga sampai ke Jeddah atau tempat lain di daerah miqat. kemudian melakukan ihram dari tempat itu. Hal ini menyalahi perintah Rasul saw. yang mengharuskan setiap jama'ah haji agar berihram dari miqat yang dilaluinya. Maka bagi yang melakukan hal tersebut. agar kembali ke miqat yang dilaluinya tadi. dan berihram dari miqat itu kalau memang memungkinkan. Jika tidak mungkin, maka ia wajib membayar fidyah dengan menyembelih binatang kurban di Mekkah dan memberikan keseluruhannya kepada orang-orang fakir. Ketentuan tersebut berlaku bagi yang datang lewat udara, darat maupun laut. Jika tidak melintasi salah satu dari kelima miqat yang sudah maklum itu, maka ia dapat berihram dari tempat yang sejajar dengan miqat pertama yang dilaluinya.</p>
<p>      KEDUA: Beberapa Kesalahan Dalam Tawaf.</p>
<p>      1. Memulai tawar sebelum Hajar Aswad, sedang yang wajib haruslah dimulai dari Hajar Aswad.</p>
<p>      2. Tawaf di dalam Hijir Ismail. Karena yang sedemikian itu berarti ia tidak mengelilingi seluruh Ka'bah, tapi hanya sebgiannya saja, karena Hijir lsma'il itu termasuk Ka'bah. Maka dengan demikian tawafnya tidak sah (batal).</p>
<p>      3. Ramal (berjalan cepat) pada seluruh putaran yang tujuh. Padahal ramal itu hanya dilakukan pada tiga putaran pertama, dan itupun tertentu dalam tawar qudum saja.</p>
<p>      4. Berdesak-desakan untuk dapat mencium Hajar Aswad, dan kadang-kadang sampai pukul memukul dan saling mencaci-maki. Hal itu tidak boleh, karena dapat menyakiti sesama muslim disamping memaki dan memukul antar sesama mus]im itu dilarang kecua]i dengan jalan yang dibenarkan oleh Agama.</p>
<p>      Tidak mencium Hajar Aswad sebenarnya tidak membatalkan tawaf, bahkan tawafnya tetap dinilai sah sekalipun tidak menciumnya. Maka cukuplah dengan berisyarat (mengacungkan tangan) dan bertakbir di saat berada sejajar dengan Hajar Aswad, walaupun dari jauh.</p>
<p>      5. Mengusap-usap Hajar Aswad dengan maksud untuk mendapatkan barakah dari batu itu. Hal ini adalah bid&#8217;ah, tidak mempunyai dasar sama sekali dalam Syari&#8217;at lslam. Sedang menurut tuntunan Rasulsaw. cukup dengan menjamah dan menciumnya saja, itupun kalau memungkinkan.</p>
<p>      6. Menjamah seluruh pojok Ka&#8217;bah, bahkan kadang-kadang menjamah dan mengusap- usap seluruh dindingnya. Padahal Rasulullah saw. tidak pernah menjamah bagian-bagian Ka&#8217;bah kecuali Hajar Aswad dan Rukun Yamani saja.</p>
<p>      7. Menentukan do&#8217;a khusus untuk setiap putaran dalam tawaf. Karena hal itu tak pernah dllakukan oleh Nabi saw. Adapun yang beliau lakukan setiap melewati Hajar Aswad adalah bertakbir dan pada setiap akhir putaran antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani beliau membaca: “ Wahai Tuhan kami. berilah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. dan lindungilah kami dari siksaan api neraka”</p>
<p>      8. Mengeraskan suara pada waktu tawaf sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian jama&#8217;ah atau para mutawwif. yang dapat mengganggu orang lain yang juga melakukan lawaf.</p>
<p>      9. Berdesak-desakan untuk melakukan salat di dekat Maqam Ibrahim. Hal ini menyalahi sunnah, disamping mengganggu orang-orang yang sedang tawaf- Maka cukup melakukan salat dua raka&#8217;at tawaf itu di tempat lain didalam Masjid Haram.</p>
<p>      KETIGA: Beberapa Kesalahan Dalam Sa&#8217;i.</p>
<p>      1. Ada sebagian jama&#8217;ah haji ketika naik ke atas Safa dan Marwah mereka menghadap Ka&#8217;bah dan mengangkat tangan ke arahnya sewaktu membaca takbir, seolah-olah mereka bertakbir untuk salat. Hal ini keliru, karena Nabi saw- mengangkat kedua telapak tangan beliau yang mulia hanyalah di sa&#8217;at berdo&#8217;a. Di bukit itu cukuplah membaca tahmid dan takbir serta berdo&#8217;a kepada Allah sesuka hati sambil menghadap Kiblat. Dan lebih utama lagi membaca dzikir yang dilakukan oleh Nabi saw. sa&#8217;at beliau di bukit Safa dan Marwah.</p>
<p>      2. Berjalan cepat pada waktu Sa&#8217;i antara Safa dan Marwah pada seluruh putaran. Padahal menurut sunnah Rasul, berjalan cepat itu hanyalah dilakukan anrara kedua tanda hijau saja, adapun yang lain cukup dengan berjalan biasa.</p>
<p>      KEEMPAT: Beberapa Kesalahan di Arafah.</p>
<p>      1. Ada sebagian jama&#8217;ah haji yang berhenti di luar batas Arafah dan tetap tinggal di tempat tersebut hingga terbenam matahari. Kemudian mereka berangkat ke Muzdalifah tanpa berwuquf di Arafah. Ini suatu kesalahan besar, yang mengakibatkan mereka tidak mendapatkan arti haji. Karena sesungguhnya haji itu ialah wuquf di Arafah, untuk itu mereka wajib berada di dalam batas Arafah,-bukan diluarnya.Maka hendaklah mereka selalu memperhatikan hal wuquf ini dan berusaha untuk berada dalam batas Arafah. Jika mendapatkan kesulitan, hendaklah mereka memasuki Arafah sebelum terbenam marahari, dan terus menetap disana hingga terbenam matahari. Dan cukup bagj mereka masuk Arafah di waktu malam khususnya pada malam hari raya Kurban.</p>
<p>      2. Ada sebagian mereka yang pergi meninggalkan Arafah sebelum terbenam matahari. Ini tidak boleh, karena Rasulullah saw. melakukan wuquf di Arafah sampai matahari terbenam dengan sempurna.</p>
<p>      3. Berdesak-desakan untuk dapat naik ke atas gunung Arafah dan sampai ke puncaknya, yang dapat menimbulkan banyak madarat. Sedangkan seluruh padang Arafah adalah tempat berwuquf, dan naik keatas gunung Arafah tidak disyari&#8217;atkan, begitu juga salat di tempat itu.</p>
<p>      4. Ada sebagian jama&#8217;ah haji yang menghadap kearah gunung Arafah ketika berdo&#8217;a sedang menurut sunnah, adalah menghadap Kiblat.</p>
<p>      5. Ada sebagian jama&#8217;ah haji membikin gundukan pasir dan batu kerikil pada hari Arafah di tempat-tempat tertentu. Ini suatu perbuatan yang tidak ada dasarnya sama sakali dalam Syari&#8217;at Allah.</p>
<p>      KELIMA: Beberapa Kesalahan di Muzdalifah.</p>
<p>      Sebagian jama&#8217;ah haji, di sa&#8217;at pertama tiba di Muzdalifah, sibuk dengan memungut batu kerikil sebelum melaksanakan salat Maghrib dan lsya&#8217; dan mereka berkeyakinan bahwa batu-batu kerikil pelempar Jumrah itu harus diambil daru Muzdalifah.Yang benar, adalah dibolehkannya mengambil batu-batu itu dari seluruh tempat di Tanah Haram. Sebab keterangan yang benar dari Nabi saw. bahwasanya beliau tak pernah menyuruh agar dipungutkan untuk beliau batu-batu pelempar Jumrah Aqabah itu dari Muzdalifah. Hanya saja beliau pernah dipungutkan untuknya batu-batu itu diwaktu pagi ketika meninggalkan Muzdalifah setelah masuk Mina. Demikian pula batu-batu selebihnya beliau pungul dari Mina.</p>
<p>      Ada pula sebagian mereka yang mencuci batu-batu itu dengan air, padahal inipun tidak disyari&#8217;atkan.</p>
<p>      KEENAM: Beberapa Kesalahan Ketika Melempar Jumrah.</p>
<p>      1. Ketika melempar jamrah, ada sebagian jama&#8217;ah haji yang beranggapan, bahwa mereka itu adalah melempar syaitan Mereka melemparnya dengan penuh kemarahan disertai dengan caci maki terhadapnya. Padahal melempar jumrah itu hanyalah semata- mata disyari&#8217; atkan untuk melaksanakan dzikir kepada Allah.</p>
<p>      2. Sebagian mereka melempar jamrah dengan batu besar, atau dengan sepatu, atau dengan kayu. Perbuatan ini adalah berlebih-lebihan dalam masalah agama, yang dilarang oleh Rasulullah saw.Yang disyari&#8217;atkan dalam melemparnya hanyalah dengan batu-batu kecil sebesar kotoran kambing.</p>
<p>      3. Berdesak-desakan dan pukul-memukul didekat tempat-tempat jamrah untuk dapat melempar. Sedang yang disyari&#8217;atkan adalah agar melempar dengan tenang dan hati-hati dan berusaha semampu mungkin tanpa menyakiti orang lain.</p>
<p>      4. Melemparkan batu-batu tersebut seluruhnya sekaligus. Yang sedemikian itu hanya dihitung satu batu saja menurut pendapat para Ulama. Dan yang disyari&#8217; atkan, adalah melemparkan batu satu persatu sambil bertakbir pada setiap lemparan</p>
<p>      5. Mewakilkan untuk melempar, sedangkan ia sendiri mampu karena menghindari kesulitan dan desak-desakan. Padahal mewakilkan untuk melempar itu hanya dibolehkan jika ia sendiri tidak mampu, karena sakit atau semacamnya.</p>
<p>      KETUJUH: Beberapa Kesalahan Dalam Tawaf Wada&#8217;.</p>
<p>      1. Sebagian jama&#8217;ah haji meninggalkan Mina pada hari nafar (tgl. 12 atau 13 Dzu-l- hijjah) sebelum melempar jamrah, dan langsung melakukan tawaf wada&#8217;, kemudian kembali ke Mina untuk melempar jamrah. Satelah itu, mereka langsung pergi dari sana rnenuju negara masing-masing; dengan demikian akhir perjumpaan mereka adalah dengan tempat tempat jamrah, bukan dengan Baitullah.Padahal Nabi saw. telah bersabda: Janganlah sekali-kali seseurang meninggalkan Mekkah, sebelum mengakhiri perjumpaannya (dengan melakukan tawaf) di Baitullah.</p>
<p>      Maka dari itu, tawaf wada&#8217; wajib dilakukan setelah selesai dari seluruh amalan haji, dan langsung beberapa saat sebelum bertolak. Setelah melakukan tawaf wada&#8217; hendaknya jangan menetap di Mekkah, kecuali untuk sedikit keperluan.</p>
<p>      2. Seusai melakukan tawaf wada&#8217;, sebagian mereka keluar dari Masjid dengan berjalan mundur sambil menghadapkan muka ke Ka&#8217;bah, karena mereka mengira bahwa yang sedemikian itu adalah merupakan penghormatan terhadap Ka&#8217;bah. Perbuatan ini adalah bid&#8217;ah, tak ada dasarnya sama sekali dalam Agama.</p>
<p>      3. Saat sampai di pintu Masjid Haram, setelah melakukan tawaf wada&#8217; ada sebagian mereka yang berpaling ke Ka&#8217;bah dan mengucapkan berbagai do&#8217;a seakan-akan mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Ka&#8217;bah. Inipun bid&#8217;ah, &#8211; tak disyari&#8217;atkan.</p>
<p>KEDELAPAN: Beberapa Kesalahan Ketika Ziarah ke Masjid Nabawi.</p>
<p>1. Mengusap-usap dinding dan tiang-tiang besi ketika menziarahi kubur Rasulullah saw., dan mengikatkan benang-benang atau semacamnya pada jendela-jendela, untuk mendapatkan berkah.Sedangkan keberkahan hanyalah terdapat dalam hal-hal yang disyari&#8217;atkan oleh Allah dan RasulNya saw., bukan dalam bid&#8217;ah.</p>
<p>2. Pergi ke gua-gua di Gunung Uhud, begitu juga ke Gua Hira dan Gua Tsur di Mekkah, dan mengikatkan potongan-potongan kain di tempat-tempat itu, disamping membaca berbagai do&#8217;a yang tak diperkenankan oleh Allah, serta bersusah-payah untuk melakukan hal-hal tersebut. Kesemuanya ini adalah bid&#8217;ah, tak ada dasarnya sama sekali dalam Syari&#8217;at lslam yang suci ini.</p>
<p>3. Menziarahi beberapa tempat yang dianggapnya sebagai tanda peninggalan Rasulullah saw., seperti tempat mendekamnya unta Rasulullah saw., sumur Khatam maupun sumur Usman, dan mengambil pasir dari tempat-tempat ini dengan mengharapkan barakah.</p>
<p>4. Memohon kepada orang-orang yang telah mati ketika berziarah ke pekuburan Baqi&#8217; dan Syuhada Uhud serta melemparkan uang ke pekuburan itu demi mendekatkan diri dan mengharapkan barakah dari penghuninya. Ini adalah termasuk kesalahan besar, bahkan termasuk perbuatan syrik yang terbesar, menurut pendapat para Ulama, berdasarkan, KitabulIah dan Sunnah Rasullah saw. Karena sesungguhnya ibadah itu hanyalah ditujukan kepada Allah semata, tidak boleh sama sekali mengalihkan tujuan ibadah selain kepada Allah, seperli dalam berdo&#8217;a, menyembelih-kurban, bernadzar dan jenis ibadah lainnya, karena firman Allah: &#8220;Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta&#8217;atan kepadaNya dalam (menjalankan) agama&#8221;.</p>
<p>Dan firmanNya: &#8220;Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun disamping menyembah Allah&#8221;.</p>
<p>Kita memohon kepada Allah, semoga Ia memperbaiki keadaan ummat lslam dan memberi mereka kefahaman dalam agama serta melindungi kita dan seluruh ummat Islam dari fitnah-fitnlah yang menyesatkan. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan Mengabulkan do&#8217;a hambaNya..,</p>
<p>SIFAT HAJI RASULULLAH (HAJJATUR RASUL SAW)</p>
<p>Sumber utama dari uraian tentang Sifat Haji Rasulullah saw. ini adalah hadits Jabir bin Abdillah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Sahihnya (Sahih Muslim IV hal. 39 dst.). Di sini hadits Jabir itu hanya dikutip seberapa perlu dengan setiap kutipan didahului pada catatan hadits dengan &#8220;Kata Jabir&#8221;. Dan dan dalam hal disisipkan/ditambahkan keterangan dari sumber lain, maka sumber itu disebutkan tersendiri dalam catatan kaki.</p>
<p>Adapun sifat haji Rasulullah saw., atau cara Rasulullah menunaikan haji adalah sbb:</p>
<p>1. Rasulullah saw. menunaikan haji pada tahun ke-10 H.</p>
<p>Kata Jabir: Sesungguhnya Rasulullah saw tinggal ( di Madinah) sembilan tahun tidak menunaikan haji, kemudian beliau mengumumkan kepada orang-orang pada tahun kesepuluh bahwa Rasulullah saw akan menunaikan haji.</p>
<p>2. Setelah diumumkan bahwa Rasulullah saw. akan menunaikan haji banyak orang yang datang ke Madinah ingin mengikuti Nabi saw menunaikan haji dan mengikuti amlan-amalan yang dilakukan beliau dalam menunaikan haji.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu datang ke Madinah banyak orang, semuanya berusaha mengikuti Rasulullah saw dan beramal seperti amalan beliau.</p>
<p>3. Nabi saw bersama kaum muslimin lalu keluar ke Madinah menuju Dzul hulaifah pada hari sabtu tanggal 25 Dzul Qo&#8217;dah.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu kami keluar sampai datang ke Dzul Hulaifah.</p>
<p>4. Sebelum berihrom beliau melepas pakaian lalu mandi. Lalu mengenakan pakaian ihrom yang terdiri dari selembar kain yang disarungkan dan selembar kemul dan sepasang sandal. . Lalu badan beliau diolesi wewangian oleh istri beliau Aisyah.</p>
<p>Dari Zaid bin Tsabit, katanya: Saya melihat Nabi saw berlepas pakaian untuk ihrom beliau dan mandi (HR. Tirmidzi).</p>
<p>Diriwayatkan oleh Ahmad, Nabi saw bersabda: Dan hendaklah masing-masing kamu berihrom dalam kain yang disarungkan dan kemul dan sepasang sendal, kalau dia tidak memperolehnya maka hendaklah ia memakai dua khuf dan hendaknya ia memotongnya di bawah mata kaki</p>
<p>Dari Aisyah, beliau berkata: Adalah aku dahulu memberi wewangian Rasulullah saw untuk ihromnya dan untuk tahalulnya sebelum beliau berthawaf ifadloh pada baitullah (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>5. Menjelang ihrom Rasulullah sholat dua rakaat. Ibnu Qoyyim dalam Zaadul Ma&#8217;aad I hal 177 mengatakan bahwa sholat dua rakaat yang dilakukan olah Rasulullah itu adalah sholat Dzuhur yang di Qosor.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu Rasulullah saw sholat di Masjid (Dzul Hulaifah)</p>
<p>Hadits dari Ibnu Umar: Kemudian apabila untanya telah tegak berdiri disebelah masjid Dzul Hulaifal beliau bertalbiyah dengan kalimat-kalimat itu.</p>
<p>Menurut hadits Anas, katanya: Sesungguhnya Nabi saw sholat Dzuhur kemudian menaiki kendaraanya maka setelah tinggi di atas bukit kecil Baidaa beliau bertalbiya (HR Abu Daud).</p>
<p>6. Kemudian Rasulullah saw memulai ihrom untuk haji dan umroh dan mengucap: Labbaika umrotan wa hajja</p>
<p>Dari Anas, katanya: Aku telah mendengar Rasulullah bertalbiyah untuk haji dan umroh semuanya dan mengucap: Aku penuhi panggilanMu dengan berumroh dan berhaji (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>7. Setelah beliau menunggang unta beliau yang bernama Qoswaa dan tegak di atas Baidaa beliau bertalbiyah, yaitu mengucap talbiyah.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu beliau menunggang Qoswaa, sampai apabila telah tegak unta beliau di atas Baidaa, lalu beliau bersuara keras dengan kalimat tauhid: Labbaik Allahummma labbaik Labbaika Laa syarika laka Labbaik, Innal hamda wan Ni&#8217;mata laka wal mulk, Laa Syariika Lak.</p>
<p>8. Nabi menyuruh mereka bertalbiyah dengan suara keras.</p>
<p>Dari Saib bin Khallad, katanya: Rasulullah saw bersabda: Jibril telah mendatangi aku lalu menyuruhku supaya aku menyuruh para sahabatku supaya mengeraskan suara dengan ihrom dantalbiyah. (HR. Tirmidzi).</p>
<p>9. Diantara mereka ada yang menambah kata-kata mereka sendiri dalam bertalbiyah selain talbiyah yang diucapkan oleh Rasulullah saw dan beliau tidak melarangnya tetapi Nabi saw sendiri tetap dengan lafal talbiyah beliau sendiri di atas.</p>
<p>Kata Jabir: Dan orang-orang bertlbiyah dengan yang mereka gunakan, lalu Rasulullah saw tidak menolak sesuatu dari yang mereka ucapkan. Tapi Rasulullah saw sendiri tetap pada talbiyah beliau.</p>
<p>10. Pada waktu itu kebanyakan kaum muslimin hanya berniat melakukan haji, karena belum mengenal umroh. Dan Nabi saw memberi kebebasan kepada mereka memilih, apakah mereka berihrom untuk haji bersama umroh (qiron), berihrom untuk haji saja (ifrod) atau berihrom untuk umroh saja (tamattu&#8217;) pada saat memulai perjalanan ini.</p>
<p>Kata Jabir: Kami tadinya tidak berniat selain haji, kami tadinya belum mengenal umroh</p>
<p>Aisyah berkata: Kami keluar bersama Rasulullah saw lalu beliau bersabda: barangsiapa diantara kamu mau berihro untuk haji dan umroh, maka hendaklah dia kerjakan. Dan barangsiapa mau berihrom untuk haji maka hendaklah dia kerjakan. Dan barangsiapa mau berihrom untuk umroh maka hendaklah dia kerjakan (HR: Bukhari dan Muslim).</p>
<p>11. Setiba mereka di Sarif, suatu tempat tidak jauh dari Tan&#8217;im, Rasulullah menganjurkan bagi orang yang suka supaya orang yang belum membawa binatang hadyu menjadikan ihromnya hanya untuk umroh (tamattu&#8217;). Diantara mereka ada yang segera menurut dan ada yang tidak.</p>
<p>Kata Aisyah: Hingga kami singgah di Sarif, lalu beliau keluar kepada para sahabat beliau lalu bersabda: Barangsiapa diantara kamu tidak ada hadyu bersamanya, lalu dia suka menjadikan (ihrom)nya untuk umroh maka hendaklah ia perbuat. Dan barangsiapa telah ada hadyu bersamanya maka jangan. Lalu ada yang mengambilnya dan ada yang meninggalkannya diantara mereka yang tidak ada ada hadyu bersamanya (HR: Bukhari dan Muslim)</p>
<p>12. Sementara itu mereka terus mengulang-ulang talbiyah dan baru berhenti bertalbiyah mereka yang berihrom umroh pada saat menjamah Hajar Aswad pada permulaan thawaf.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, katanya: Rasulullah saw bersabda: Orang berumroh bertalbiyah sampai ia menjamah Hajar Aswad. (HR: Abu Daud).</p>
<p>13. Sesampai beliau di Mekah, beliau berwudhu sebelum melakukan thawaf.</p>
<p>DariAisyah: Sesungguhnya sesuatu yang pertama dimulai mengerjakannya oleh Nabi saw sewaktu sampai (di Mekah) adalah beliau berwudlu lalu thawaf. (HR: Bukhari dan Muslim).</p>
<p>14. Lalu Rasulullah saw masuk ke dalam Masjid Haram dari pintu Bani Syaibah atau Babus salam.</p>
<p>Dari Jabir katanya: Sesungguhnya Nabi saw memasuki Mekah di waktu Dhuha sudah tinggi dan membaringkan tunggangan beliau di sisi pintu Bani Syaibah dan masuk masjid. (HR. Muslim).</p>
<p>15. Ada diriwayatkan bahwa saat Nabi melihat Ka&#8217;bah mengucap: Ya Allah, tambahilah Bait ini kehormatan, keagungan, kemuliaan dan kewibawaan. Dan tambahilah orang yang menghormatinya dan memuliakannya, yaitu orang yang mendatanginya untuk haji dan umroh kehormatan, keagungan, kemuliaan dan kebajikan.</p>
<p>Bacaan Rasulullah saw ini diriwayatkan oleh Imam Syafi&#8217;i dalam Musnadnya dan juga oleh lainnya. Menurut beberapa ahli hadits semua sanad hadits itu lemah. Tetapi membaca do&#8217;a saat melihat ka&#8217;bah ini dilakukan oleh para sahabat, antara lain oleh Umar bin Khatab. Beliau berdo&#8217;a dengan: Ya Allah, Engkaulah Maha Keselatan dan dariMulah keselamatan. Maka hidupilah kami, wahai Rabb kami dengan keselamatan (diriwayatkan oleh Sa&#8217;id bin Mashur, hakim dan Baihaqi).</p>
<p>16. Pada saat itu Rasulullah saw beridlthiba&#8217;, yaitu beliau letakkan bagian tengah kemul beliau di bawah ketiak kanan dan kedua ujungnya disampirkan di atas pundak kiri sehingga pundak kanan terbuka dan pundak kiri tertutup. Dari Ya&#8217;la bin Umayah, katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw setelah sampai di Mekah thawaf di baitullah dalam keadaan beridlthiba&#8217; dengan kemul kepunyaan beliau buatan Hadramaut (HR. Ahmad).</p>
<p>17. Lalu beliau menuju ke arah Hajar Aswad dan menghadap ke arahnya, lalu mengusapnya, kemudian menghadap ke kanan. Ibnu Umar berkata: Rasulullah menghadap Hajar Aswad lalu menjamahnya (HR. Hakim)</p>
<p>Kata Jabir: Sehingga apabila kami telah sampai di Baitullah, beliau mengusap sudut (Hajar Aswad)) dan membaca: Bismillah wa Allahu akbar</p>
<p>Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw telah berthawaf di atas seekor onta. Setiap kali beliau sampai di sudut (Hajar Aswad) beliau berisyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangan beliau dan membaca takbir (HR. Bukhari).</p>
<p>Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya apabila beliau telah mengusap Hajar Aswad mengucap: Bismillah wa Allahu akbar. (HR. Baihaqi)</p>
<p>Dari Jabir: Sesungguhnya apabila Rasulullah saw telah sampai di Mekah beliau datang ke Hajar Aswad, lalu menjamahnya. Kemudian berjalan ke arah kanan, beliau lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran (HR: Muslim dan Nasai).</p>
<p>18. Lalu mengitari ka&#8217;bah, tiga kali putaran dengan lari-lari kecil dan empat kali putaran dengan berjalan biasa.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu beliau berlari-lari keciltiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran.</p>
<p>19. Sesampainya beliau di rukun Yamani (sudut sebelum sudut Hajar Aswad) beliau mengusapnya. Lalu membaca di antara rukun Yamani dan Hajar Aswad: &#8220;Ya Tuhan kami, berilah kami yang baik di dunia dan yang baik di akhirat, dan peliharakanlah kami dari siksa neraka.&#8221;</p>
<p>20. Selesai thawaf, beliau ke belakang Maqom Ibrahim seraya membaca bacaan yang artinya:&#8221; Dan jadikanlah Maqom Ibrahim mejadi tempat sholat&#8221;. Sehingga Maqom Ibrohim berada di antara beliau dan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Dari Ibnu Umar, katanya: Sesungguhnya adalah Rasulullah saw menjamah/mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap putaran thawaf beliau. Dan tidak mengusap dua sudut yang sesudah Hajar Aswad. (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Kata Jabir: Kemudian beliau mcnerobos ke Maqom lbrohim a.s. lalu membaca: Wattakdidzuu mim Maqomi Ibrohima Musholla, lalu dibuatnya Maqom Ibrohim berada diantara beliau dan Baitullah.</p>
<p>21. Beliau melakukan salat dua rakaat. Pada rakaat pertama, sesudah Al-Fatihah membaca: Qulyaa Ayyuhal kaafiruun.dan pada rakaat kedua memb&#8217;aca: QulhuwAllahu Ahad sesudah membaca Al Fatihah.</p>
<p>Kata Jabir: Dan adalah beliau membaca dalam dua rakaat itu Qul Huwallahu Ahad dan Qul Yaa Ayyuhal Kaafiruun.</p>
<p>22. Selesai salat beliau pergi minum air Zamzam dan menyiramkannya ke atas kepala beliau, lalu kembali ke Hajar Aswad lalu mengusapnya.</p>
<p>Ada riwayat: Kemudian beliau pergi ke sumur Zamzam lalu meminum dan airnya dan menyiramkannya dimatas kepala beliau. ( H.R. Ahmad)</p>
<p>Kata Jabir: Kemudian beliau kembali ke sudut (Hajar Aswad)</p>
<p>23. Kemudian beliau keluar dari pintu Shofa menuju Shofa. Setelah dekat ke Shofa beliau mengucap bacaan yang artinya: Sesungguhnya Shofa dan Marwah adalah termasuk tanda-tanda (peribadatan kepada) Allah. Aku memulai dari apa yang Allah memulai darinya. Kata Jabir: Kemudian beliau keluar dari pintu (Shofa) menuju Shofa. Maka setelah dekat dan Shofa beliau membaca: Innas Shofaa walMarwata min Sya&#8217;aairilllah. Abda-u bi maa bada&#8217;allahu bih.</p>
<p>24. Lalu memulai Sa&#8217;i dari Shofa, lalu naik ke atas Shofa, lalu menghadap kiblat, mengangkat dua tangan dan mengucap: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah sendiri. Tiada sekutu bagiNya. KepunyaanNya segala kerajaan dan bagiNya segala pujian. Dan Ia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah sendiri. Ia lestarikan janji-Nya. Dan Ia tolong hambaNya. Dan Ia hancurkan sendiri tentara-tentara (musuh).</p>
<p>Bacaan tersebut diulangnya tiga kali dan berdoa di sela-sela doa di atas.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu beliau memulai dengan Shofa lalu naik ke atasnya sampai melihal Baitullah lalu menghadap ke Baitullah, lalu membaca tauhid dan takbir dan mengucap: Laa Ilaaha Illallahu Wahdah, Laa Syariika lah, Lahul Mulku wa Lahul Hamdu, Wa Huwa &#8216;alaa Kulli Syaiin Qodiir Laa Ilaaha Illallahu Wahdah, Anjaza Wa&#8217;dah, Wa Nashoro Abdah, Wa Hazamal Ahzaaba Wahdah. Lalu berdoa diantara itu. Beliau mengucapkun seperti itu tiga kali.</p>
<p>25. Lalu beliau turun dari Shofa dan berjalan ke arah Marwah. Setelah sampai ke tengah-tengah lembah beliau berlari-lari kecil sampai ke tempat tanjakan ke Marwah, lalu berjalan biasa. Dan sesampai di atas Marwah beliau menghadap ke kiblat, mengangkat kedua tangan dan bertakbir serta berdoa seperti yang telah dilakukannya di Shofa.</p>
<p>Kata Jabir: Kemudian beliau turun ke Marwah, sehingga apabila dua kaki beliau telah berada di tengah-tengah lembah, beliau berlari-lari kecil. sampai apabila kami telah naik (tanjakan) beliau berjalan biasa sampai datang ke Marwah. Lalu beliau berbuat di atas Marwah seperti yang beliau perbuat di atas Shofa.</p>
<p>26. Kemudian dari Marwah kembali ke Sofa, dan diulang-ulang sampai cukup tujuh kali jalan.</p>
<p>27. Selesai Sa&#8217;i Nabi saw. menyuruh orang-orang yang belum membawa hadyu supaya bertahallul. Bahkan bagi orang yang tadinya berihrom untuk haji atau untuk haji dan umroh, tapi belum membawa hadyu diperintah agar mengubah hajinya menjadi umroh. Nabi saw. mengatakan, bahwa beliau senang seandainya tadinya tidak membawa hadyu lalu bertahallul saat itu.</p>
<p>Kata Jabir: Sehingga apabila telah berada di akhir putaran di atas Marwah, beliau bersabda: Seandainya aku bisa mengedepankan urusanku yang telah aku lakukun di belakang, aku tidak membawa hadyu dan aku membuatnya menjadi Umroh. Maka barang siapa di antara kamu tidak ada hadyu bersamanya maka hendaklah ia bertahullul dan menjadikannya Umroh.</p>
<p>28. Maka semua orang bertahallul selain Rasulullah saw. dan beberapa orang yang telah membawa hadyu, karena Nabi saw. sendiri bersama Ali bin Abi Thalib membawa 100 ekor unta.</p>
<p>Kata Jabir: Maka adalah kumpulan unta hadyu yang dibawa Ali dari Yaman dan yang dibawa oleh Nabi saw 100 ekor. Jabir berkata: Maka orang-orang bertahallul semuanya, kecuali Nabi saw. dan orang yang membawa hadyu.</p>
<p>PERHATIAN: Tentang haji tamattu&#8217; ini, seperti telah diterangkan dalam sifat haji Rasulullah saw. di atas, dapat kita beri catatan sebagai bcrikut: Pada permulam ihrom di Bir Ali, nabi saw. membiarkan orang memilih antara qiron, ifrod dan tamattu&#8217;. Pada waktu sampai di Sarif, Nabi saw. menganjurkan bagi yang mau, supaya orang yang tidak membawa hadyu membuat ihromnya untuk Umroh, yaitu bertamattu&#8217;, lihat no 11. Tapi setelah selesai Sai, Nabi saw. memerintahkan, tidak lagi menganjurkan, agar orang yang tidak membawa hadyu bertahallul. Artinya ihromnya untuk Umroh, jadi bertamattu&#8217;, seperti keterangan no.25 di atas. Perintah Nabi saw. itu bukan sekedar berarti sunat, tapi wajib. Karena Rasulullah saw. marah sebab adanya sementara orang yang tidak segera mematuhi perintah tersebut.</p>
<p>Dari Barraa bin , Azib, katanya: Rasulullah saw. dan para sahabat beliau keluar katanya lalu kami berihrom untuk haji. Maka setelah kami sampai di Mekah beliau bersabda: Buatlah hajimu menjadi umroh. Kata Jabir. Lalu orang-orang bertanya: &#8220;Rasulullah, kami telah berihram untuk haji, bagaimana kami membuatnya menjadi umroh ?&#8221; Sabda beliau: Lihatlah, apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah! Lalu mereka membantah maka beliaupun marah. Kcmudian beliau pergi masuk ke tempat Aisyah dalam keadaan marah. Lalu Aisyah melihat kemarahan di wajah beliuu, maka Aisyah bertanya: Siapakah yang membuat tuan marah, semoga Allah membuatnya marah ? Beliau menjawab: Bagaimana aku tidak marah, aku memcrintahkan suatu urusan lalu aku tidak segera diikuti. (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).</p>
<p>lbnul Qoyyim membuat kesimpulan mengenai hal tcrscbut, katanya: Sesungguhnya Nabi saw. membiarkan mereka memilih antara tiga macam haji pada waktu memulai ihrom, lalu menganjurkan mereka mengubah haji dan qiron menjadi umroh bagi yang tidak membawa hadyu pada waktu dekat ke Mekah, kemudian memastikan demikian kepada yang tidak membawa hadyu pada waktu di Marwah. (ZaadulMa&#8217;od Ih. 197)</p>
<p>Dari ketcrangan-keterangan di atas kita kctahui, bahwa ketentuan yang final hagi orang yang mcnunaikan haji dari luar tanah haram adalah, apabila mcreka mcmbawa scrta hinatang hadyu harus qiron, dan hagi yang tidak mcmhawa hadyu harus tamattu&#8217;. Dan inilah yang terbcsar di antara jamaah haji saat ini.</p>
<p>29. Setelah itu bagi yang sudah bertahalluI, boleh memakai pakaian biasa, memakai wewangian mencampuri isteri dan sebagainya. Adapun yang belum bertahallul, karena telah membawa hadyu, maka tetap dalam keadaan ihrom dan mengulang-ulang talbiyah sampai nanti pada hari Nahar.</p>
<p>30. Pada hari Tarwiyah, yaitu hari ke 5 Dzul-Hijjah, mereka berangkat ke Mina, dan mereka yang sebelumnya telah bertahallul memulai ihrom untuk haji dari tempat tinggal mereka di Mekah.</p>
<p>Kata Jabir:Setelah hari Tarwiyah mereka menuju Mlna . dan berihrom untuk haji.</p>
<p>31. Di Mina mereka bermalam, salat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Subuh, dan di pagi hari tanggal 9 itu, baru meninggalkan Mina setelah matahari terbit.</p>
<p>Kata Jabir: Dan Resulullah saw. menunggang (unta ke Mina) lalu di Mina salat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Subuh, lalu tinggal sebentar sempai matahari terbit.</p>
<p>32. Kemudian Rasulullah saw. berangkat ke Arofah, tapi tidak langsung ke tempat wukuf. Beliau singgah di Namiroh (di luar Arofah) yang di situ telah dipasang kemah untuk beliau. Dan beliau tetap di situ sampai matahari tergelincir ke arah barat.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu Rasulullah berjalan, lalu melintas sampai tiba di Arofah, maka beliau dapati kemah untuk beliau telah dipasang di Namiroh, lalu beliau singgah di situ.</p>
<p>33. Dalam perjalanan dari Mina ke Namiroh itu, kaum muslimin ada yang membaca talbiyah dan ada yang membaca takbir seperti takbir pada hari raya. Oleh Nabi mereka tidak ada yang ditegor.</p>
<p>Muhammad bin Abi Bakr bin Auf berkata: Saya beranya kepada Anas sewaktu kami berdua berangkat dari Mina ke Arofah tentang talbiyah: Bagaimana kamu berbuat bersama Nabi saw.?Dia berkata. Ada oranig yang membaca talbiyah, maka ia tidak ditegor dan ada yang menbaca takbir maka ia pun tidak ditegur (H.R Bukhari dan Muslim)</p>
<p>34. Setelah masuk waktu Dhuhur beliau mengendarai unta ke tengah-tengah lembah &#8216;Uronah (masih di luar Arofah), lalu berkhutbah, kemudiann beliau meny uruh Bilal adzan lalu salat Dhuhur, iqomat lagi lalu salat Asar, tenpa salat sunat.</p>
<p>Jabir berkata: Sehingga apabila matahari telah tergelincir ke arah barat, beliau menyuruh supaya Qoswa dipersiapkan, lalu beliau datang ketengah-tengah lembah lalu berkutbah kepada orang-orang kemudian adzan, iqomat, lalu salat Dhuhur, kemudian iqomat lalu salat Asar, dan tidak slat apapun diantara keduanya.</p>
<p>35. Seusai salat Asar, beliau menunggang unta ke tempat wukuf dan berwukuf dengan duduk di atas unta di atas batu-batu besar dilereng Jabal Rohmah, menghadap kiblat, berdoa sambil mengangkat kedua tangan. Dan terus wukuf di situ sampai matahari terbenam.</p>
<p>Kata jabir: Kemudian Rasulullah saw. menunggang sampai datang ke tempat wukuf, lalu meletakkan perut untanyanya ke batu-batu besar dan membuat tempat berkumpul para pejalan kaki di muka beliau dan menghadap kiblat. dan beliau tetap sampai matahari terbenam dan hilang kuning-kuning dan terbenam bundaran matahari.</p>
<p>36. Nabi saw. menerangkan, bahwa orang tidak harus wukuf di tempat beliau wukuf, tapi boleh wukuf disembarang tempat di padang Arofah.</p>
<p>Dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda: Aku wukuf disini, tapi seluruh padang Arofah adalah tempat wukuf. (H.R. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).</p>
<p>37. Pada waktu wukuf Nabi saw. tidak berpuasa walaupun berpuasa di hari Arofah sangat dianjurkan bagi orang yang sedang tidak wukuf.</p>
<p>Dari Ummul Fadl, katanya: Sesungguhnya mereka meragukan puasa Rasulullah saw. di hari Arofah. Lalu aku mengirimkan susu kepada beliau, lalu beliau meminumnya sedang beliau berkutbah kepada orang-orang . (H.R. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Kata Abu Qatadah: Rasulullah bersabda: Puasa hari Arofah dapat menghapus (dosa) dua tahun, yang lewat dan yang akan datang. (H:R: Jamah selain Bukhari dan Tirmidzi)</p>
<p>38. Pada waktu wukuf itu pula ada seorang laki-laki yang jatuh dari ontanya dan diseruduknya pula sehingga meninggal dunia. Lalu Rasulullah saw. menyuruh agar orang itu dimandikan dan dikafani, tapi tidak boleh diberi wewangian dan tidak boleh ditutup kepalanya.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, Nabi saw. bersabda: Mandikanlah dia dengan air dan daun dara, dan kafanilah dia dalam dua kainnya, dan jangan kamu luluti dia dengan wewangian dan jangan kerudungi kepalanya, karena sesungguhnya Allah akan membangkitkannya dalam keadaan bertalbiyah (HR. Jamaah).</p>
<p>39. Setelah matahari terbenam benar, Rasulullah saw. meninggalkan Arofah menuju Muzdalifah dengan mengendari unta, dan menyuruh orang-orang berangkat dengan tenang.</p>
<p>Kata Jabir: Rasulullah saw. berangkat (ke Muzdalifah) dan ditariknya kekang si Qoshwa sampai kepalanya menyentuh ujung penghujung kendaraan beliau dan berisyarat dengan tangan kanan seraya berkata: Hai orang-orang, tenang, tenang!</p>
<p>40. Di tengah perjalanan beliau menyimpang ke celah perbukitan untuk buang hajat. Oleh Zaid bin Usamah beliau di tawari salat di tempat itu, tapi beliau menolah dan bersabda bahwa tempat itu salat itu adalah di Muzdalifah.</p>
<p>41. Setelah beliau tiba di Muzdalifah, salat Maghrib dan Isya jama&#8217; akhir dengan satu adzan dan satu iqomat tanpa salat sunat di antara keduanya, lalu tidur sampai terbit fajar. Dan setelah jelas terbit fajar, lalu slat Subuh.</p>
<p>Kata Jabir: Sampai beliau tiba di Muzdalifah lalu salat Magrib dan Isya di sana dengan satu adzan dan dua iqomat dan tidak salat apapun dintara keduanya. Kemudian Rasulullah saw. berbaring sampai terbit fajar. Dan salat Subuh setelah jelas waktu Subuh dengan satu adzan dan satu iqomat.</p>
<p>42. Seusai salat Subuh lalu berngkat ke Masy&#8217;aril Harom. Di sana beliau berdiri menghadap kiblat, berdoa membaca takbir dan tahlil. Demikian terus menerus sampai hari menjadi terang.</p>
<p>Kata Jabir: Kemudian beliau menunggang Qosswaa sehingga sampai di Masy&#8217;aril Harom, lalu menhadap kiblat, lalu berdoa, membaca takbir, tahlil dan kalimat tauhid. maka beliau tetap berdiri sampai terang benar.</p>
<p>43. Kemudian berangkat meninggalkan Masy&#8217;aril Harom sebelum terbnit matahari, Nabi saw. memperingatkan orang-orang agar berangkat dengan tenang sampai ke lembah Muhassir. Di sana Nabi saw. menyuruh orang-orang memungut kerikil-kerikil untuk pelontar jumroh. Di Muhassir itu beliau mempercepat jalan dan melewati jalan tengah yang keluar ke arah Jumrutul &#8216;Aqobah.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu beliau berangkat sebelum terbit matahari samapi tiba di tengah-tengah Muhassir, lalu beliau percepat jalan sedikit, lalu melewati jalan tengah yang keluar ke arah jumroh terbesar sampai tiba di jumroh yang disebelah pohon kayu.</p>
<p>44. Orang yang lemah oleh Rasulullah saw. diijinkan berangkat meninggalkan Muzdalifah di waktu malam. Artinya mereka tidak harus berada di Muzdalifah sampai terbit fajar.</p>
<p>45. Setiba di Jumbroh&#8217;Aqobah, sebelum matahari terbit beliau melontarnyanya dari arah tenggara sehingga kiblat berada di arah kiri dan Mina berada disebelah kanan beliau. Dilontarnya tujuh kali lontaran masing- masing dengan sebuah kerikil dengan disertai takbir pada setiap lontaran.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu beliau melontarnya dengan tujuh kerikil, bertakbir beserta setiap kerikil dari padanya, sebesar kerikil lontaran, beliau melontar dari tengah-tengah lembah.</p>
<p>Selesai melontar membaca bacaan yang artinya: Ya Allah, jadikanlah dia haji yang mabrur dan menjadikan dosa terampuni. Pada saat melontar Jumbroh&#8217;Aqobah Nabi saw. mengakhiri talbiyah.</p>
<p>46. Selesai melontar Nabi saw. menyuruh orang-orang memperhatikan haji beliau dan menjadikan anutan haji mereka. Kemudian beliau mendatangi tempat persinggahan beliau di Mina.</p>
<p>Abu Zubair mendengar Jabir berkata: Aku melihat Nabi saw. di atas kendaran beliau pada hari Nahar melontar dan bersabda: Ambillah (cara) hajimu (dari aku). Karena sesungguhnya aku tidak tahu barangkali aku tidak berhaji lagi setelah hajiku ini (HR. Muslim).</p>
<p>Dari Anas, beliau mengatakan sesungguhnya Rasulullah saw. datang di Mina lalu datang ke jumroh, lalu melontarnya, lalu mendatangi tempat persinggahannya di Mina (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).</p>
<p>47. Kemudian Nabi saw. berkutbah, menjelaskan hal-hal penting dan menjawab pertanyaan-pertanyaa tentang orang-orang melakukan amalan-amalan haji di hari Nahar itu yang tidak seperti urutan amalan- amalan Nabi saw. yang kemudian dijawab oleh beliau: Tidak mengapa!</p>
<p>Dari Abdullah bin Amr bin ash: Sesungguhnya beliau menyaksikan Rasulullah saw. berkutbah di hari Nahar. Lalu berdiri seorang laki- laki kepadanya lalu berkata: Tadinya saya menyangka bahwa begini adalah sebelum begini. Lalu datang yang lain berkata: Tadinya aku menyangka bahwa begini adalah sebelum begini, lalu aku bercukur sebelum menyembelih, aku menyembelih sebelum melontar, dan sebagainya: Lalu Nabi saw. menjawab: Kerjakanlah, tidak mengapa untuk semua itu. maka hari itu beliau tidak ditanya sesuatu kecuali menjawab: Kerjakan tidak mengapa (HR. Muslim).</p>
<p>48. Lalu beliau menuju ke tempat penyembelihan dan disembelihnya 63 ekor unta dan menyerahkan penyembelihan yang 37 ekor selebihnya kepada Ali. Dari 100 ekor unta itu adalah hadyu beliau bersama Ali. Lalu beliau menyuruh mengambil sepotong daging dari setiap unta untuk dimasak, yang kemudian dimakannya dan diminumnya kaldunya bersama Ali.</p>
<p>Kata Jabir: Kemudian beliau menyingkir ke tempat penyembelihan lalu menyembelih 63 ekor unta dengan tangannya lalu memberikan kepada Ali selebihnya. Lalu beliau menyuruh mengambil sepotong daging dari setiap unta lalu ditaruh dalam sebuah kuali lalu dimasak, lalu keduanya makan dari dagingnya dan meminum dari kaldunya.</p>
<p>49. Nabi mengatakan, bahwa orang tidak harus menyembelih hadyu di tempat beliau menyembelih, tapi boleh menyembelih dimanapun di daerah Mina dan Mekah.</p>
<p>50. Lalu beliau memanggil tukang cukur untuk mencukur kepala beliau, dimulai dari separuh sebelah kanan lalu yang separoh sebelah kiri dan rambut beliau dibagi-bagikan.</p>
<p>51. Setelah itu Aisyah mengolesi beliau dengan wewangian.</p>
<p>52. Lalu Rasulullah saw. pergi ke Mekah melakukan tawaf Ifadloh, lalu salat Dhuhur di Mekah. Dalam tawaf Ifadloh itu Nabi saw. tidak berdltiba&#8217; dan tidak berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama. Dan selesainya tawaf Ifadloh tersebut menjadi halal semua yang tadinya terlarang karena ihrom, termasuk bercampur dengan istri.</p>
<p>Catatan: Tidak ada riwayat yang menerangkan demikian, bahkan diriwayatkan saat Nabi saw. tawaf Ifadloh itu dengan menunggang unta. Riwayat tentang Idltiba&#8217; dan lari-lari kecil itu hanya pada tawaf pertama datang.</p>
<p>53.Setelah itu Nabi saw. pergi ke sumur Zamzam meminum airnya.</p>
<p>Kata Jabir: Lalu beliau mendatangi Bani Abdul Muthallib, mereka memberi minum (orang-orang haji) di atas sumur Zamzam, lalu bersabda: Tariklah (timba untukku) wahai orang-orang Bani Abdul Muthallib. Seandainya tidak karena (kuatir) orang-orang mengalahkan kamu atas tugasmu memberi minum, tentu aku menarik timba sendiri bersama kamu. Lalu mereka memberinya setimba air lalu beliau minum.</p>
<p>54. Sesudah tawaf Ifadloh, Nabi saw. dan sahabat-sahabat beliau yang melakukan haji Qiron tidak melakukan sa&#8217;i lagi, cukup dengan sa&#8217;i yang dahulu dikerjakan sesudah tawaf qudum. Adapun orang-orang yang melakukan haji tamattu&#8217; &#8211; dan ini yang terbanyak melakukan sa&#8217;i sesudah tawaf Ifadloh itu.</p>
<p>Abu Zubair mendengar Jabir berkata: Nabi saw. dan sahabat-sahabat beliau tidak sa&#8217;i antara Shofa dan marwah keculai sekali sa&#8217;i. (HR. Muslim).</p>
<p>Ibnu Abbas ditanya tentang haji tamattu&#8217;, lalu jawabnya: Orang-orang Muhajirin dan Ansor dan istri-istri Nabi saw. berihrom dihaji Wada&#8217; lalu kamipun berihhrom. Setelah kami sampai di Mekah, Rasulullah saw. bersabda: &#8220;Ubahlah ihrommu untuk haji menjadi untuk umroh, selain yang telah membawa hadyu&#8221;. Kamipun tawaf di Baitullah dan sa&#8217;i di Shofa dan Marwah. Dan kamipun menggauli istri dan memakai pakaian biasa. Dan beliau bersabda: &#8220;Barangsiapa telah emmbawa hadyu maka dia tidak boleh bertahallul (sampai hadyu itu tiba di waktu penyembelihannya (di hari Nahar)&#8221;. kemudian beliau menyuruh kami di sore hari Tarwiyah supaya berihrom untuk haji. Maka apabila kami telah selesai dari dari amalan-amalan haji kami datang lalu tawaf Ifadloh dan sa&#8217;i dari Shofa dan Marwah. Maka telah sempurna haji kami dan kami wajib membayar hadyu (HR. Bukhari).</p>
<p>55. Kemudian beliau kembali ke Mina dan bermalam di sama pada malam hari-hari Tasyriq dan melontar ketiga-tiga jumroh disiang harinya setelah masuk waktu Dhuhur.</p>
<p>56. Rasulullah saw. memberi ijin kepada Abbas dan penggembala-penggembala unta untuk tidak bermalam di Mina di malam hari-hari Tasyriq itu.</p>
<p>57. Pada hari Tasyriq kedua, Rasulullah saw. berkutbah lagi.</p>
<p>Sarraa binti Nabhan berkata: Aku dengar Rasulullah saw. bersabda: Tahukah kamu hari apa hari ini? kata Barraa: Yitu yang kamu namakan Yaumurrus-us- Mereka menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih tahu, beliau bersabda: Ini adalah pertengahan hari-hari Tasyriq (HR. Abu Dawud).</p>
<p>58. Pada hari Tasyriq kedua itu orang boleh meninggalkan Mina, kalau mau, setelah melontar jumroh. Adapun Rasulullah saw. baru meninggalkan Mina di hari Tasyriq ketiga setelah melempar jumroh, menuju Muhassob (di Mekah).</p>
<p>59. Rasulullah saw. salat Dhuhur, Asar, Maghrib dan Isya hari itu di Muhassob, atau Abthoh, lalu tidur sebentar. Beliau singgah di Abthoh itu supaya lebih mudah waktu keluar.</p>
<p>Anas bin Malik mengatakan: Sesungguhnya Nabi saw. salat Dhuhur, Asar, Maghrib dan Isya dan tidur sebentar di Muhassob, kemudian naik unta ke Baitullah lalu tawaf di situ (HR. Bukhari).</p>
<p>Dari Aisyah, beliau berkata: Ia hanyalah tempat persinggahan yang disingahi Nabi saw. supaya lebih lapang untuk keluar beliau, yaitu Al Abthoh (HR. Bukhari).</p>
<p>60. Di malam Muhassob itu Nabi saw. diberi tahu bahwa Shofiyah, istri beliau sedang haid. Beliau kuatir itu akan menjadi penahan keberangkatan ke Madinah. Tapi setelah mengetahui bahwa haid Shofiyah datang sesudah tawaf Ifadloh beliaupun menyuruh berangkat.</p>
<p>Dari Aisyah katanya: Sesungguhnya Shofiyah binti Huyai, istri Nabi saw. berhaid lalu diberitahukan itu kepada Rasulullah saw. lalu beliau bersabda: Apakah dia menjadi penahan kita? Mereka berkata: Sesungguhnya dia telah melakukan tawaf Ifadloh. Beliau bersabda: tidak, kalau begitu (HR. Bukhari).</p>
<p>61. Pada malam itu Aisyah juga mengadukan ganjalan hatinya karena dahulu tidaj tawaf waktu sampai di Mekah karena sedang haid. Lalu Rasulullah saw. menyuruh Abdur Rahman, saudara Aisyah untuk mengantarnya berumroh dari Tan&#8217;im.</p>
<p>Dari Jabir katanya: Kami telah berketatapan berihrom bersama Rasulullah saw. untuk haji saja, dan Aisyah r.a. berketetapan untuk umroh. Sampai apabilakami telah berada di Sarif dia haid&#8230; Kemudian kami berihrom di hari Tarwiyah, lalu Rasulullah saw. masuk kepada Aisyah beliau menemukannya sedang menangis. Lalu beliau bertanya: Apa urusanmu? Jawab Aisyah: Urusanku ialah aku telah haid, orang-orang bertahallul dan aku belum bertahallul dan aku belum tawaf padahal orang-orang sudah akan pergi melakukan haji sekarang. Lalu Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya ini adalah hal yang telah ditetapkan Allah atas puteri-puteri Adam. Maka mandilah dan berihromlah untuk haji. Lalu ia melakukannya dan wukuf di tempat-tempat wukuf. Sehingga apabila telah suci ia tawaf di ka&#8217;bah dan sa&#8217;i di Shofa dan Marwah. Kemudian beliau bersabda: Engkau telah bertahallul dari haji dan umrohnya semuanya. lalu dia berkata: Ya Rasulullah aku merasakan hatiku bahwa aku tidak tawaf di baitullah sampai aku haji. Lalu beliau bersabda: Pergilah dengannya hai Abdur Rohman, lalu umrohkan dia dari Tan&#8217;im. Dan ini terjadi pada malam Muhassob (HR. Muslim).</p>
<p>62. Rasulullah saw. kemudian pergi ke Baitullah lalu tawaf Wada&#8217; . Dalam tawaf Wada&#8217; ini beliau tidak beridlthiba&#8217; dan tidak lari-lari kecil. Dan setelah salah Subuh beliau meninggalkan Mekah menuju Madinah.</p>
<p>63. Sesampainya di Rauhaa beliau bertemu dengan rombongan kaum muslimin yang di dalamnya ada seorang wanita yang membawa anak kecil dan bertanya kepada Nabi saw., apakah anaknya dapat memperoleh haji. Beliau menjawab: Dapat, dan ibu yang membawanya memperoleh pahala.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, katanya: Nabi saw. bertemu dengan rombongan penunggang unta di Rauhaa lalu bertanya: Siapakah anda? Beliau menjawab: Rasulullah. Lalu seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil dan bertanya: Apakah ini bisa memperoleh haji? Beliau menjawab: Ya dan engkau mendapat pahala. (HR. Muslim).</p>
<p>64. Dalam perjalan pulang ke Madinah itu Nabi saw.setiap kali melewati tempat tinggi mengucap Allahu Akbar 3X lalu mengucap bacaan yang artinya: Tiada tuhan selain Allah sendiri, tidak punya sekutu, kepunyaanNya segala kerajaan dan bagiNya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu: Kami kembali, bertaubat, beribadat, bersujud dan memuji kepada Tuhan kami. Allah menepati janjiNya, menolong hambaNya dan menhancurkan tentara-tentara (musuh) sendirian.</p>
<p>Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya Rasulullah saw. apabila pulang dari pertempuran, haji atau umroh bertakbir setiap berada di atas tanah tinggi tiga kali takbir lalu mengucap: Laa Ilaaha Illalla Wahdah, Laa Syariika lah, Lahul Mulku wa Lahul Hamd, wa Huwa &#8216;alaa kulli Syai-in Qodiir. Aayibuun, Taa-ibuun, &#8216;Aabiduun, Saajiduun, Li Rabbina haamiduun. Shodaqollaahu Wa&#8217;dah, wa Nashoro &#8216;Abdah, wa Hazamal Ahzaaba Wahdah (HR. Bukhari).</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=111&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2010/01/14/perjalananku-bersama-istriku-menunaikan-rukun-islam-yang-ke-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Check out my Slide Show!</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/07/05/check-out-my-slide-show/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/07/05/check-out-my-slide-show/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 01:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/07/05/check-out-my-slide-show/</guid>
		<description><![CDATA[Posted in Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=109&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><embed src='http://widget-d5.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-d5.slide.com&channel=3386706919805531093&cy=wp&il=1' width='426' height='320' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 426px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=3386706919805531093&map=1' target='_blank'><img src='http://widget-d5.slide.com/p1/3386706919805531093/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=3386706919805531093&map=2' target='_blank'><img src='http://widget-d5.slide.com/p2/3386706919805531093/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=109&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/07/05/check-out-my-slide-show/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio Kajian Islam</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/21/download-audio-kajian-islam/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/21/download-audio-kajian-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 03:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download MP3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Bagi teman-teman tyang ingin mendapatkan kajian secara gratis silahkan Download dibawah ini, Semoga Bermanfaat. Download Audio Kajian (Dari Berbagai Sumber) : Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat Ustadz Abdul Haq Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani Ustadz Abdul Qadir Al Atsari Ustadz Abdullah Al Bughury Ustadz Abdullah Saleh Hadromi Ustadz Abdullah Taslim Ustadz [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=106&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</strong></p>
<p><strong>Bagi teman-teman tyang ingin mendapatkan kajian secara gratis silahkan Download dibawah ini, Semoga Bermanfaat.<br />
</strong></p>
<p><strong>Download Audio Kajian (Dari Berbagai Sumber) :</strong> <strong><a><strong></strong></a></strong></p>
<ol>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/08/02/ustadz-abdul-hakim-bin-amir-abdat/"><span>Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/15/ustadz-abdul-haq/"><span>Ustadz Abdul Haq</span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/16/ustadz-abdul-muthi-al-maidani/"><span>Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/09/28/ustadz-abdul-qadir-al-atsari/"><span>Ustadz Abdul Qadir Al Atsari</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/12/ustadz-abdullah-al-bughury/"><span>Ustadz Abdullah Al Bughury</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/03/30/ustadz-abdullah-saleh-hadromi/"><span>Ustadz Abdullah Saleh Hadromi</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2009/01/15/ustadz-abdullah-taslim/"><span>Ustadz Abdullah Taslim</span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/16/ustadz-abdullah-zaen/"><span>Ustadz Abdullah Zaen</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/09/29/ustadz-abu-abdil-muhsin-firanda-andirja/"><span>Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/16/ustadz-abu-abdurrahman-abdul-aziz-as-salafy/"><span>Ustadz Abu Abdurrahman Abdul Aziz As Salafy</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/17/ustadz-abu-faqih-muhammad/"><span>Ustadz Abu Faqih Muhammad</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/23/ustadz-abu-hamzah-yusuf/"><span>Ustadz Abu Hamzah Yusuf</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/12/ustadz-abu-haydar-as-sundawy/"><span>Ustadz Abu Haydar As Sundawy</span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/07/24/ustadz-abu-ihsan-al-atsary/"><span>Ustadz Abu Ihsan Al Atsary</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/23/ustadz-abu-isa/"><span>Ustadz Abu Isa</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/29/ustadz-abu-karimah-askariy-bin-jamal-al-bugisiy/"><span>Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Bin Jamal Al Bugisiy </span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/15/ustadz-abu-qotadah/"><span>Ustadz Abu Qotadah</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/23/ustadz-abu-umar-basyir/"><span>Ustadz Abu Umar Basyir</span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/09/27/ustadz-abu-zubeir-al-hawary/"><span>Ustadz Abu Zubeir Al Hawary</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2009/01/10/ustadz-ahmad-rofii/"><span>Ustadz Ahmad Rofi’i</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/07/ustadz-ahmad-sabiq/"><span>Ustadz Ahmad Sabiq</span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/20/ustadz-ali-musri/"><span>Ustadz Ali Musri</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2009/02/01/ustadz-ali-saman/"><span>Ustadz Ali Saman </span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/20/ustadz-anas-burhanuddin/"><span>Ustadz Anas Burhanuddin</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/20/ustadz-arifin-badri/"><span>Ustadz Arifin Badri</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/20/ustadz-arifin-riddin/"><span>Ustadz Arifin Riddin </span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2009/01/26/ustadz-aris-munandar/"><span>Ustadz Aris Munandar</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/08/02/ustadz-armen-halim-naro-rahimahullah/"><span>Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah </span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/09/14/ustadz-aunur-rofiq-bin-ghufron/"><span>Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron</span></a></strong></strong></span></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/09/28/ustadz-badrusalam/"><span>Ustadz Badrusalam</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2009/01/01/ustadz-dzulqornain/"><span>Ustadz Dzulqornain</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2009/01/09/ustadz-farid-okbah/"><span>Ustadz Farid Okbah</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2009/01/01/ustadz-kholid-syamhudi/"><span>Ustadz Kholid Syamhudi</span></a></strong></strong></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/25/ustadz-lukman-baabduh/"><span>Ustadz Lukman Ba’abduh</span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/24/ustadz-maududi-abdullah/"><span>Ustadz Maududi Abdullah</span></a></strong></strong></span></li>
<li><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/29/ustadz-mubarok-bamuallim/"><span>Ustadz Mubarok Bamu’allim </span></a></strong></strong></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/16/ustadz-muhammad-umar-as-sewed/"><span>Ustadz Muhammad Umar As Sewed</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/12/07/ustadz-muhammad-zaki/"><span>Ustadz Muhammad Zaki</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/09/17/ustadz-nurdin-al-bukhori/"><span>Ustadz Nurdin Al Bukhori</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/11/23/ustadz-yazid-bin-abdul-qadir-jawwas/"><span>Ustadz Yazid Bin Abdul Qodir Jawas</span></a></strong></strong></span></li>
<li><span><strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/04/ustadz-zainal-abidin/"><span>Ustadz Zainal Abidin</span></a></strong></strong></span></li>
</ol>
<br />Posted in Download MP3  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=106&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/21/download-audio-kajian-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANUSIA DAN SIFAT TERGESA-GESA</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/15/manusia-dan-sifat-tergesa-gesa/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/15/manusia-dan-sifat-tergesa-gesa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 06:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, &#8220;Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.&#8221; (QS. al-Anbiya&#8217;: 37) Dan juga firman-Nya, artinya,&#8220;Dan manusia mendo&#8217;a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo&#8217;a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.&#8221; (QS. al-Isra&#8217;: 11) Ayat pertama menjelaskan bahwa manusia diciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=103&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, <strong><em>&#8220;Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.&#8221; (QS. al-Anbiya&#8217;: 37) </em></strong></p>
<p>Dan juga firman-Nya, artinya,<strong><em>&#8220;Dan manusia mendo&#8217;a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo&#8217;a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.&#8221; (QS. al-Isra&#8217;: 11) </em></strong></p>
<p>Ayat pertama menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa. Yang dimaksud dengan &#8216;manusia&#8217; di sini, bisa jadi semua jenis/bangsa manusia atau bisa pula Adam ’alaihissalam. Artinya, ia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa. Manakala secara alami Adam memiliki sifat seperti ini, maka ia mendapatinya pula ada pada anak-anaknya lalu mewariskan kepada mereka sifat tergesa-gesa ini.</p>
<p>Menurut Ibn al-Jauzi dalam tafsirnya, Zad al-Masir, Bila yang dimaksud &#8216;manusia&#8217; di sini adalah jenis/bangsa manusia, maka bisa jadi dalam redaksi ayat terdapat Taqdim (Sesuatu yang didahulukan) dan Ta&#8217;khir (sesuatu yang dikemudian kan), maknanya bahwa sifat tergesa-gesa diciptakan pada manusia.</p>
<p>Terdapat hadits yang menyebut kan bahwa ayat pertama di atas (surat al-Anbiya&#8217;) turun ketika orang-orang kafir Quraisy meminta disegerakan nya adzab atas mereka, lalu Allah subhanahu wata’ala ingin melarang mereka dan memberi peringatan kepada mereka. Karena itu, didahulukan celaan kepada manusia bahwa ia memiliki sifat, tabi&#8217;at dan karakter tergesa-gesa sehingga membuatnya tidak mau membuka mata dan tidak berhati-hati dalam menyampaikan tuntutannya.</p>
<p>Dengan makna ini tidak ada hal yang perlu dipertentangkan antara penggalan pertama ayat yang artinya, &#8220;Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa&#8221; dan penutupnya, &#8220;Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkan nya dengan segera.&#8221; Masalahnya, ada sebagian orang yang mempertentangkan hal itu dengan mengatakan, bagaimana bisa di satu sisi manusia diciptakan dengan sifat dan tabiat tergesa-gesa, sementara di sisi yang lain, Allah subhanahu wata’ala melarangnya melakukan sifat yang sudah menjadi karakter dan tabiatnya itu? Bukankah ini sama dengan pembebanan dengan sesuatu yang mustahil.?</p>
<p>Jawaban atas pertanyaan kritis seperti ini dikatakan, bahwa benar, manusia diciptakan dengan tabiat tergesa-gesa akan tetapi ia juga mampu untuk memaksakan dirinya agar berhati-hati dan tidak tergesa-gesa. Sebagaimana ia diciptakan dengan sifat cinta hawa nafsu, maka di samping itu pula ia harus mampu memaksakan dirinya agar mengekangnya.!! Artinya, bahwa manusia memiliki kemampuan yang dengan nya ia dapat mengalahkan hawa nafsu dan juga meninggalkan sifat tergesa-gesa itu.!</p>
<p>Sementara ayat kedua di atas (surat al-Isra&#8217;) juga menjelaskan sifat tergesa-gesa manusia, lahir dan batin. Dalam ayat itu, diinformasikan mengenai sifat manusia yang ingin cepat-cepat (tergesa-gesa) dan meminta semua apa yang terbetik di dalam hati dan perasaannya serta bila sedang kecewa, maka ia berdo’a atas dirinya sendiri, anak atau hartanya dengan kematian, kebinasaan, kehancuran dan semisalnya.</p>
<p>Maka benarlah firman-Nya, artinya, <strong><em>&#8220;Dan manusia mendo&#8217;a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo&#8217;a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa,&#8221; (QS. al-Isra’: 11)</em></strong>, yakni bertabiat tergesa-gesa. Di antara ketergesa-gesaannya itu adalah mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Andaikata Rabb mengabulkannya, niscaya celakalah ia dengan do’anya itu sebagaimana firman-Nya, artinya, <strong><em> &#8220;Dan kalau sekiranya Allah menyegera kan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegera kan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.&#8221; (QS. Yunus: 11) </em></strong></p>
<p>Terkait dengan hal ini, terdapat hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, &#8216;Ya Allah, sesungguhnya Muhammad adalah manusia biasa yang dapat marah sebagaimana manusia marah. Dan sesungguhnya aku telah mengambil janji di sisi-Mu bahwa Engkau tidak akan mengingkariku akan hal itu; maka Mukmin mana pun yang telah aku sakiti, aku cela atau aku cambuk, maka jadikanlah hal itu sebagai kafarat (penghapus dosa kecil) dan taqarrub (pendekatan diri) yang dengannya Engkau dekatkan ia kepada-Mu pada hari Kiamat.&#8221; (Dikeluarkan Muslim)</p>
<p>Hadits ini menunjukkan sifat manusia yang suka cepat-cepat dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, mengeluarkan putusan hukum, memberikan sanksi, mencela dan menginginkan kesenangan.</p>
<p><strong>Pengaruh Sifat Tergesa-Gesa Pada Kesehatan Jiwa </strong></p>
<p>Terdapat hadits dari &#8216;Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, &#8220;Sesungguhnya sifat lemah-lembut (berhati-hati) tidaklah berlaku pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu melainkan ia membuatnya tercela.&#8221; (HR.Muslim) Hadits lainnya berasal dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, &#8220;Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, &#8216;Barangsiapa yang diharamkan dari sifat lemah-lembut (tidak memilikinya), maka niscaya ia diharamkan dari kebaikan (tidak mendapatkannya).” (HR.Muslim)</p>
<p>Sifat tergesa-gesa amat berpenga ruh pada kehidupan manusia dan segala aktivitasnya melalui dua sisi:</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjXsj5EYD4I/AAAAAAAAAj4/ZD46xZqdt1c/s1600-h/balapan.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:281px;height:183px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjXsj5EYD4I/AAAAAAAAAj4/ZD46xZqdt1c/s320/balapan.jpeg" border="0" alt="" /></a><strong>Pertama</strong>, Sisi Materil, di mana seseorang akan banyak kehilangan hal-hal yang bermaslahat baginya atau dapat mengakibatkan ia ditimpa penyakit, musibah, bencana dan kerugian yang bervariasi baik terhadap tubuhnya, anak, harta dan hal-hal yang dimilikinya. Ketergesa-gesaannya dalam mengambil sesuatu, berjalan, mengendarai mobil, memasak makanan, memberikan sanksi kepada anaknya dan dalam pembicaraannya; maka semua itu memiliki pengaruh materil yang amat besar dan nyata.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam ayat yang lain (QS. al-Furqan: 63), Allah subhanahu wata’ala menyebut manusia yang beruntung dan sukses, yaitu seorang Mukmin dengan sifat tenang dan lemah-lembut. Demikian juga Luqman berwasiat kepada putranya agar bersifat sederhana (QS. Luqman: 19). Tidak diragukan lagi, bahwa dalam kesederhanaan itu terdapat pengaruh yang amat terpuji dan akibat baik yang tidak dapat ditakar dengan harga. Inilah yang kita dapatkan ringkasan dan maknanya dari batasan dan persyaratan yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya di atas, &#8220;Sesungguhnya sifat lemah-lembut (berhati-hati) tidaklah berlaku pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu melainkan ia membuatnya tercela.&#8221; Dan saat beliau bersabda, &#8220;Barangsiapa yang diharamkan dari sifat lemah-lembut (tidak memilikinya), maka niscaya ia diharamkan dari kebaikan (tidak mendapatkannya).&#8221; Dalam sifat lemah-lembut (berhati-hati) terdapat jaminan yang tegas akan berlangsung baiknya semua urusan manusia dan damainya kondisi dan kesudahannya. Sifat lemah-lembut bahkan merupa kan pintu kebaikan yang harus dimiliki setiap manusia sehingga ia dapat meraih buahnya; jika ia menghindarinya, berarti ia tidak akan mendapatkan kebaikan apa pun.</p>
<p><strong>Ke Dua</strong>, Sisi Psikis/Kejiwaan, di mana sifat tergesa-gesa akan membuatnya luput dari merasakan ketenangan jiwa, ketenteraman dan kedamaian. Sifat tergesa-gesa secara dzati dan pengaruhnya dapat menimbulkan kecemasan pada manusia, membekaskan penyesalan ke dalam perasaan dan relung hatinya sehingga dapat mengganggu kesehatan jiwa dan kestabilan hatinya.</p>
<p>Gejala kejiwaan paling penting yang ditimbulkan sifat tergesa-gesa adalah penyesalan dan sikap menyayangkan atas apa yang telah berlalu. Ini adalah penyakit yang menghinggapi semua manusia, sedikit atau banyak.! Dan diantara sebabnya yang paling penting adalah karena tidak membiasakan jiwa untuk mengekang sifat tergesa-gesa itu.!</p>
<p>Di sinilah rahasia anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar memiliki sifat lemah-lembut dan pengaruhnya, wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Sumber: “Al-&#8217;Ajalah”, karya Dr Abdul Aziz bin Muhammad an-Nughaimisi</p>
<br />Posted in Artikel islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=103&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/15/manusia-dan-sifat-tergesa-gesa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjXsj5EYD4I/AAAAAAAAAj4/ZD46xZqdt1c/s320/balapan.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab?</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/14/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berhijab/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/14/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berhijab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab? Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab? &#8220;Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwannnya. &#8221; (Asy Syams: 7-8 ) Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau jalan kejahatan. Allah memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati kebenaran, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=99&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://edysusiloklego.blogspot.com/2009/06/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk.html">Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab?</a></h3>
<p><span style="font-weight:bold;color:#330099;">Saudariku</span><span style="font-weight:bold;color:#330099;"> Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab?</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">&#8220;Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwannnya. &#8221; (Asy Syams: 7-8 )</span><br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjOrFDLCd-I/AAAAAAAAAio/PjQjAgine4k/s1600-h/pakaian+ketat.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:276px;height:248px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjOrFDLCd-I/AAAAAAAAAio/PjQjAgine4k/s320/pakaian+ketat.jpeg" border="0" alt="" /></a><a href="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjOrhBuAJ6I/AAAAAAAAAiw/aEfFnH5J4Ko/s1600-h/berjilbab.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:219px;height:246px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjOrhBuAJ6I/AAAAAAAAAiw/aEfFnH5J4Ko/s320/berjilbab.jpeg" border="0" alt="" /></a><br />
Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau jalan kejahatan. Allah memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati kebenaran, saling memberi nasihat di antara kita dan menjadikannya di antara sifat-sifat orang yang terhindar dari Kerugian.<br />
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al &#8216;Ashr,Rasulullah Shallallahu&#8217;Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa kewajiban kita terhadap sesama adalah saling menasihati.<br />
Beliau bersabda:<br />
<span style="font-style:italic;">&#8220;Orang mukmin adalah cermin bagi orang mukmin lainnya </span>&#8221; (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam &#8220;Al Autsah&#8221; dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shah Jami&#8217;ush Shaghir, hadits no. 6531)<br />
Dengan kata lain, seorang mukmin bisa menyaksikan dan mengetahui kekurangannya dari mukmin yang lain.<br />
Sehingga ia laksana cermin bagi dirinya. Tetapi cermin ini tidak memantulkan gambar secara fisik melainkan memantulkan gambar secara akhlak dan perilaku. Islam juga sebagaimana dalam banyak hadits menganjurkan dan mengajak pemeluknya agar sebagian mereka mencintai sebagian yang lain. Di antara pilar utama dari kecintaan ini, hendaknya engkau berharap agar saudaramu masukSurga dan dijauhkan dari Neraka. Tak sebatas berharap, namun engkau harus berupaya keras dan maksimal urituk menyediakan berbagai sarana yang menjauhkan saudaramu dari hal-hal yang membahayakan dan merugikannya, di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Kami memohon kepada Allah semoga ini menjadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yang tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhawat yang belum mentaati<br />
perintah ber-hijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah Subhanahu Wata&#8217;ala.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">SYUBHAT DAN SYAHWAT </span></p>
<p>Setan bisa masuk kepada manusia melalui dua pintu utama, yaitu syubhat dan syahwat. Seseorang tidak melakukan suatu tindak maksiat kecuali dari dua pintu tersebut. Dua perkara itu merupakan penghalang sehingga seorang muslim tidak mendapatkan keridhaan Allah, masuk Surga dan jauh dari Neraka.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#ff0000;">A. SYUBHAT PERTAMA : MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL</span><br />
Syubhat ini menyatakan, gejolak nafsu seksual pada setiap manusia adalah sangat besar dan<br />
membahayakan. Ironinya, bahaya itu timbul ketika nafsu tersebut ditahan dan dibelenggu. Jika terus menerus ditekan, ia bisa mengakibatkan ledakan dahsyat.<br />
Hijab wanita akan menyembunyikan kecantikannya, sehingga para pemuda tetap berada dalam gejolak nafsu seksual yang tertahan, dan hampir meledak, bahkan terkadang tak tertahankan sehingga ia lampiaskan dalam bentuk tindak perkosaan atau pelecehan seksual lainnya.<br />
Sebagai pemecahan masalah tersebut, satu-satunya cara adalah membebaskan wanita dari mengenakan hijab, agar para pemuda mendapatkan sedikit nafas bagi pelampiasan nafsu mereka yang senantiasa bergolak di dalam. Dengan demikian, hasrat mereka sedikit bisa terpenuhi. Suasana itu lalu akan mengurangi bahaya ledakan gejolak nafsu yang sebelumnya tertahan dan tertekan.</p>
<p><span style="font-style:italic;font-weight:bold;color:#3366ff;">1. Bantahan</span><br />
Sepintas, syubhat di atas secara lahiriah nampak logis dan argumentatif. Kelihatannya, sejak awal, pihak yang melemparkan jalan pemecahan tersebut ingin mencari kemaslahatan bagi masyarakat dan menghindarkan mereka dari kehancuran. Padahal kenyataannya, mereka justru menyebabkan bahaya yang jauh lebih besar bagi masyarakat, yaitu menyebabkan tercerai-berainya masyarakat, kehancurannya, bahkan berputar sampai seratus delapan puluh derajat pada kebinasaan.<br />
Seandainya jalan pemecahan yang mereka ajukan itu benar, tentu Amerika dan Negara-negara Eropa serta Negara-negara yang berkiblat kepada mereka akan menjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan kekerasannya terhadap kaum wanita di dunia, juga dalam kasus-kasus kejahatan yang lain.<br />
Amerika dan negara-negara Eropa amat memperhatikan masalah ini, dengan alasan kebebasan individual.<br />
Di sana, dengan mudah anda akan mendapatkan berbagai majalah porno dijual di sembarang tempat. Acara acara televisi, khususnya setelah pukul dua belas malam, menayangkan berbagai adegan tak senonoh, yang membangkitkan hasrat seksual. Bila musim panas tiba, banyak wanita di sana membuka pakaiannya dan hanya mengenakan pakaian bikini. Dengan keadaan seperti itu, mereka berjemur di pinggir pantai atau kotakota pesisir lainnya. Bahkan di sebagian besar pantai dan pesisir, mereka boleh bertelanjang dada dan hanya memakai penutup ala kadarnya. Terminal-terminal video rental bertebaran di seluruh pelosok Amerika dengan semboyan &#8220;Adults Only&#8221; (khusus untuk orang dewasa). Di terminal-terminal ini, anak-anak cepat<br />
tumbuh matang dalam hal seksual sebelum waktunya. Siapa saja dengan mudah bisa menyewa kaset-kaset video lalu memutarnya di rumah atau langsung menontonnya di tempat penyewaan.<br />
Rumah-rumah bordil bertaburan di mana-mana. Bahkan di sebagian negara, memajang para wanita tuna susila (pelacur) di etalase sehingga bisa dilihat oleh peminatnya dari luar.<br />
Apa kesudahan dari hidup yang serba boleh (permisif) itu? Apakah kasus perkosaan semakin berkurang?<br />
Apakah kepuasan mereka terpenuhi, sebagaimana yang ramai mereka bicarakan? Apakah para wanita<br />
terpelihara dari bahaya besar ini?</p>
<p><span style="font-style:italic;color:#3366ff;font-weight:bold;">2. Data Statistik Amerika</span><br />
Dalam sebuah buku berjudul &#8220;Crime in U.S.A&#8221; terbitan Pemerintah Federal di Amerika &#8211;yang ini berarti data statistiknya bisa dipertanggungjawabkan karena ia dikeluarkan oleh pihak pemerintah,tidak oleh paguyuban sensus di halaman 6 dari buku ini ditulis:&#8221;Setiap kasus perkosaan yang ada selalu dilakukan dengan cara kekerasan dan itu terjadi di Amerika setiap enam menit sekali. &#8221; Data ini adalah yang tejadi pada tahun 1988 , yang dimaksud dengan kekerasan di sini adalah dengan menggunakan senjata tajam.<br />
Dalam buku yang sama juga disebutkan:<br />
Pada tahun 1978 di Amerika tejadi sebanyak 147,389 kasus perkosaan.Pada tahun 1979 di Amerika tejadi sebanyak 168,134 kasus perkosaan.Pada tahun 1981 di Amerika tejadi sebanyak 189.045 kasus perkosaan.Pada tahun 1978 di Amerika tejadi sebanyak 211.691 kasus perkosaan. Pada tahun 1978 di Amerika terjadi sebanyak 211.764 kasus perkosaan.<br />
Data statistik ini, juga data-data sejenis lainnya &#8211; yang dinukil dari sumber-sumber berita yang dapat dipertanggungjawabkan menunjukkan semakin melonjaknya tingkat pelecehan seksual di negara-negara tersebut. Tidak lain, kenyataan ini merupakan penafsiran empiris (secara nyata dan dalam praktik kehidupan sehari-hari) dari firman Allah:<br />
<span style="font-style:italic;">&#8220;Hai Nabi, katakanIah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, &#8216;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8217;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu &#8230;..&#8221;(Al Ahzab: 59 )</span></p>
<p>Sebab turunnya ayat ini,sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Qurthubi dalam tafsirnya-karena para wanita biasa melakukan buang air besar di padang terbuka sebelum dikenalnya kakus (tempat buang air khusus dan tertutup). Di antara mereka itu dapat dibedakan antara budak dengan wanita merdeka. Perbedaan itu bisa dikenali yakni kalau wanita-wanita merdeka mereka menggunakan hijab. Dengan begitu, para pemuda enggan mengganggunya.<br />
Sebelum turunnya ayat ini, wanita-wanita muslimah juga melakukan buang hajat di padang terbuka tersebut. Sebagian orang-orang dujana mengira kalau dia adalah budak, ketika diganggu, wanita muslimah itu berteriak sehingga laki-laki itu pun kabur. Kemudian mereka mengadukan peristiwa tersebut kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam , sehingga turunlah ayat ini.<br />
Hal ini menegaskan, wanita yang memamerkan auratnya, mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya kepada setiap orang yang lain lalang, lebih berpotensi untuk diganggu. Sebab dengan begitu, ia telah membangkitkan nafsu seksual yang terpendam.<br />
Adapun wanita yang ber-hijab maka dia senantiasa menyembunyikan kecantikan dan perhiasannya. Tidak ada yang kelihatan daripadanya selain telapak tangan dan wajah menurut suatu pendapat. Dan pendapat lain mengatakan, tidak boleh terlihat dari diri wanita tersebut selain matanya saja.<br />
Syahwat apa saja yang bisa dibangkitkan oleh wanita ber-hijab itu? Instink seksual apa yang bisa digerakkan oleh seorang wanita yang menutup rapat seluruh tubuhnya itu?<br />
Allah mensyari&#8217;atkan hijab agar menjadi benteng bagi wanita dari gangguan orang lain. Sebab Allah Subhanahu Wata&#8217;ala mengetahui, pamer aurat akan mengakibatkan semakin bertambahnya kasus pelecehan seksual, karena perbuatan tersebut membangkitkan nafsu seksual yang sebelumnya tenang.</p>
<p>Kepada orang yang masih mempertahankan dan meyakini kebenaran syubhat tersebut, kita bisa menelanjangi kesalahan mereka melalui empat hakikat:<br />
<span style="color:#33ff33;">Pertama</span>, berbagai data statistik telah mendustakan cara pemecahan yang mereka tawarkan.<br />
<span style="color:#33ff33;">Kedua</span>, hasrat seksual terdapat pada masing-masing pria dan wanita. Ini merupakan rahasia Ilahi yang dititipkan Allah pada keduanya untuk hikmah yang amat banyak, diantaranya demi kelangsungan keturunan.<br />
jika boleh berandai-andai, andaikata hasrat seksual itu tidak ada, apakah keturunan manusia masih bisa dipertahankan? Tak seorang pun memungkiri keberadaan hasrat dan naluri ini. Tetapi, dengan tidak mempertimbangkan adanya naluri seksual tersebut tiba-tiba sebagian laki-laki diminta berlaku wajar di tengah pemandangan yang serba terbuka dan telanjang. Amat ironi memang.<br />
<span style="color:#33ff33;">Ketiga</span>, yang membangkitkan nafsu seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat kecantikan wanita, baik wajah, atau anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. Seseorang tidak mungkin melawan fitrah yang diciptakan Allah (kecuali mereka yang dirahmati Allah), sehingga bisa memadamkan gejolak syahwat-nya tatkala melihat sesuatu yang membangkitkannya.<br />
<span style="color:#33ff33;">Keempat</span>, orang yang mengaku bisa mendiagnosa nafsu seksual yang tertekan dengan mengumbar pandangan mata kepada wanita cantik dan telanjang sehingga nafsunya akan terpuaskan (dan dengan demikian tidak menjurus pada perbuatan yang lebih jauh, misalnya pemerkosaan atau pelecehan seksual lainnya), maka yang ada hanya dua kemungkinan:<br />
<span style="color:#cc33cc;">Pertama</span>, orang itu adalah laki-laki yang tidak bisa terbangkitkan nafsu seksualnya meski oleh godaan syahwat yang bagaimana pun (bentuk dan jenisnya), ia termasuk kelompok orang yang dikebiri kelaminnya sehingga dengan cara apa pun mereka tidak akan merasakan keberadaan nafsunya.<br />
<span style="color:#cc66cc;">Kedua</span>, laki-laki yang lemah syahwat atau impoten. Aurat yang dipamerkan itu tak akan mempengaruhi dirinya. Apakah orang-orang yang membenarkan syubhat tersebut (sehingga dijadikannya jalan pemecahan)<br />
hendak memasukkan kaum laki-laki dari umat kita ke dalam salah satu dari dua golongan manusia lemah di atas? Na&#8217;udzubillah min dzalik</p>
<p><span style="color:#cc0000;font-weight:bold;">SYUBHAT KEDUA : BELUM MANTAP</span><br />
Hal ini lebih tepat digolongkan kepada syahwat dan menuruti hawa nafsu daripada disebut syubhat. Jika salah seorang ukhti yang belum mentaati perintah berhijab ditanya, mengapa ia tidak mengenakan hijab? Di antaranya ada yang menjawab: &#8220;Demi Allah, saya belum mantap dengan berhijab. Jika saya telah merasa mantap dengannya saya akan berhijab, insya Allah.&#8221;<br />
Ukhti yang berdalih dengan syubhat ini hendaknya bisa membedakan antara dua hal. Yakni antara perintah Tuhan dengan perintah manusia. Jika perintah itu datangnya dari manusia maka manusia bisa salah dan bisa benar. Imam Malik berkata: &#8220;Dan setiap orang bisa diterima ucapannnya dan juga bisa ditolak, kecuali (perkataan) orang yang ada di dalam kuburan ini.&#8221; Yang dimaksudkan adalah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alnihi Wasallam.<br />
Selagi masih dalam bingkai perkataan manusia,maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerima. Karenanya, dalam hal ini,setiap orang bisa berucap &#8220;belum mantap&#8221;, dan ia tidak bisa dihukum karenanya.<br />
Adapun jika perintah itu salah satu dari perintah-perintah Allah, dengan kata lain Allah yang memerintahkan di dalam kitabNya, atau memerintahkan hal tersebut melalui NabiNya agar disampaikan kepada umatnya, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan &#8220;saya belum mantap&#8221;.</p>
<p>Bila ia masih mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan,padahal ia mengetahui perintah tersebut ada di dalam kitab Allah Ta &#8216;ala, maka hal tersebut bisa menyeretnya pada bahaya yang sangat besar, yakni keluar dari agama Allah,sementara dia tidak menyadarinya. Sebab dengan begitu berarti ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut. Karena itu, ia adalah ungkapan yang sangat berbahaya.<br />
Seandainya ia berkata: &#8220;Aku wanita kotor&#8221;,&#8221;aku tak kuat melawan nafsuku&#8221;, &#8220;jiwaku rapuh&#8221; atau &#8220;hasratku untuk itu sangat lemah&#8221; tentu ungkapan-ungkapan ini dan yang sejenisnya tidak bisa disejajarkan dengan ucapan:<br />
Aku belum mantap.&#8221; Sebab ungkapan-ungkapan tersebut pengakuan atas kelemahan, kesalahan dan kemaksiatan dirinya. Ia tidak menghukumi dengan salah atau benar terhadap perintah-perintah Allah secara semaunya.Juga tidak termasuk yang mengambil sebagian perintah Allah dan mencampakkan yang lain. Allah berfirman.Artinya:&#8221;<span style="font-style:italic;color:#663333;">Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula)bagi perempuan mukminah,apabila Allah dan RasulNya telah menerapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka piIihan (yang lain) tentang trrusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai AIlah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. &#8221; (Al-Ahzab: 36)</span><br />
Sikap Yang Dituntut Ketika seorang hamba mengaku beriman kepada Allah, percaya bahwa Allah lebih bijaksana dan lebih mengetahui dalam penetapan hukum daripada dirinya sementara dia sangat miskin dan sangat lemah maka jika telah datang perintah dari Allah, tidak ada pilihan lain baginya kecuali mentaati perintah tersebut.Ketika mendengar perintah Allah, sebagai seorang mukmin atau mukminah, mereka wajib mengatakan sebagaimana yang dikatakan orang-orang beriman:<br />
<span style="color:#663333;font-style:italic;">Artinya:&#8221;&#8230; Kami dengar dan kami taat&#8221;. (Mereka berdo&#8217;a), &#8216;Ampunilah kami ya Tuhan kami dan</span> <span style="color:#663333;font-style:italic;">kepada Engkaulah tempat kembali.&#8217; (Al Baqarah: 285)</span><br />
Ketika Allah memerintahkan kita dengan suatu perintah, Dia Maha Mengetahui bahwa perintah itu untuk kebaikan kita, dan salah satu sebab bagi tercapainya kebahagiaan kita. Demikian pula ha!nya dengan ketika memerintah wanita ber-hijab, Dia Maha Mengetahui bahwa ia adalah salah satu sebab tercapainya kebahagiaan, kemuliaan dan keagungan wanita.<br />
Perintah Allah Yang Maha Luas ilmuNya, selanjutnya Allah Subhanahu Wata &#8216;ala Maha Mengetahui, ilmuNya meliputi segala sesuatu, mengetahui sejak sebelum manusia diciptakan, juga mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan tanpa batas, mengetahui apa yang tidak akan tejadi dari berbagai peristiwa, juga Dia mengetahui andaikata peristiwa tersebut tejadi, apa yang bakal terjadi selanjutnya.<br />
Dengan kepercayaan seperti ini,yang merupakan keyakinan umat Islam, apakah patut dan masuk akal kita menolak perintah Allah Yang Maha Luas ilmuNya, selanjutnya kita menerima perkataan manusia yang memiliki banyak kekurangan, dan ilmunya sangat terbatas?<br />
Contoh dari Kenyataan Sehari-hari Sebagai contoh, dapat kita kemukakan dari kenyataan hidup<br />
sehari-hari. Bila kita membeli satu unit komputer sementara orang yang merakitnya ada di dekat kita, dia mengerti betul bagaimana cara mengoperasikannya, memahami dari A hingga Z seluk beluk alat canggih tersebut, maka logiskah jika kita memanggil tukang cuci mobil untuk mengajari kita cara pengoperasian komputer?<br />
Tentu sangat tidak logis. Akal kita akan mengatakan, kita mesti memanggil ahli komputer untuk mengajari bagaimana cara penggunaan alat tersebut, berikut cara memperbaikinya jika tejadi kerusakan. Kita meyakini,yang menciptakan manusia dan membentuknya adalah Tuhan manusia, yaitu Allah.Karena itu,sangat wajar jika Allah yang lebih mengetahui tentang apa yang membahayakan dan memberi manfaat manusia.<br />
Dan jelaslah, bertahkim,patuh dan menyerah kepada selain Allah adalah cermin ketidak warasan, kebodohan dan kedunguan. Kedunguan itu disebabkan karena kita patuh kepada seseorang yang tidak mengetahui. Barangsiapa yang mengambil nasihat orang bodoh berarti dia menggelincirkan dirinya pada kebinasaan.<br />
Ironinya, inilah yang tejadi pada kita kaum muslimin,betapa banyak kaum muslimin yang menuntut jawaban dari orang yang tidak mengetahuinya.Sebagaimana betapa banyak dari kalangan kita yang tidak memahami bahwa yang dimaksud kata &#8220;Islam&#8221; adalah menyerah, patuh dan tunduk secara total kepada perintah perintah Allah dan larangan-laranganNya.<br />
Ukhti, Jangan Terjerumus Pada Pertentangan.<br />
Tatkala engkau menasehati sebagian ukhti yang belum berhijab, sebagian mereka ada yang menjawab:<br />
&#8220;Saya juga seorang muslimah, selalu menjaga shalat lima waktu dan sebagian shalat sunat, saya puasa Ramadhan dan telah melakukan haji, berkali-kali pula saya umrah, aktif sebagai donatur pada beberapa yayasan sosial, tetapi saya belum&#8217; mantap dengan ber-hijab&#8221;.<br />
Pertanyaan Buat Ukhti<br />
&#8220;Kalau memang anda sudah dan selalu melakukan amalan-amalan terpuji, yang berpangkal dari<br />
iman,kepatuhan pada perintah Allah serta takut siksaNya jika meninggalkan kewajiban-kewajiban itu, mengapa anda beriman kepada sebagian dan tidak beriman kepada sebagian yang lain, padahal sumber perintah-perintah itu adalah satu?<br />
Sebagaimana shalat yang selalu anda jaga adalah suatu kewajiban, demikian pula halnya dengan hijab.<br />
Hijab itu wajib, dan kewajiban itu tidak diragukan adanya dalam A1Qur&#8217;an dan As Sunnah. Atau, apakah anda tidak pernah mendengar cercaan Allah terhadap Bani Israil, karena mereka melakukan sebagian perintah dan meninggalkan sebagian yang lain?<br />
Secara tegas, dalam hal ini Allah berfirman: <span style="color:#663333;font-style:italic;">Artinya: &#8230;Apakah kamu beriman kepada sebahagian AI-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?</span> <span style="color:#663333;font-style:italic;">Tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian daripadamu,melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat&#8221;. (Al-Baqarah: 85)</span><br />
Selanjutnya renungkanlah hadits shahih berikut ini:<br />
&#8220;<span style="font-style:italic;color:#006600;">Sesungguhnya penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya pada hari Kiamat ialah orang yang diletakkan di tengah kedua telapak kakinya dua bara api, dari dua bara api ini otaknya mendidih, sebagaimana periuk yang mendidih dalam bejana besar yang dipanggang dalam kobaran api &#8220;.Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Kitabur Riqaaq, 11/376</span>.<br />
Jika seperti ini adzab yang paling ringan pada hari Kiamat, lalu bagaimana adzab bagi orang yang diancam Allah dengan adzab yang amat pedih, sebagaimana disebutkan dalam ayat ini. Yakni bagi orang yang beriman kepada sebagian ayat dan meninggalkan sebagian yang lain?<br />
Wahai Ukhti&#8230;<br />
Apakah hanya demi penampilan, kebanggaan dan saling unggul-mengungguli di dunia, lain anda rela menjual akhirat dan slap menerima adzab yang pedih?</p>
<p>Sungguh, kami tidak berharap untuk ukhti, melainkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Kami meminta agar<br />
ukhti mau menggunakan akal sehat dalam menentukan pilihan ini.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">SYUBHAT KETIGA: IMAN ITU LETAKNYA DI HATI</span><br />
Jika salah seorang di antara mereka ditanya, mengapa dia tidak berhijab?<br />
Maka ukhti yang terhormat ini akan menjawab: &#8220;Ah, iman itu letaknya di hati&#8221;.<br />
Ini adalah jawaban yang paling sering dilontarkan para wanita muslimah yang belum berhijab. Karena itu, di bawah ini akan kita bahas syubhat tersebut.<br />
<span style="font-weight:bold;">Sumber Syubhat:</span><br />
Mereka berusaha menafsirkan sebagian hadits,tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan. Seperti dalam sabda Nabi Shallallahu &#8216;Alnihi Wnsallam:<br />
&#8220;<span style="color:#006600;font-style:italic;">Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu, tetapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian &#8220;.</span><br />
Tampaklah, bahwa mereka menggugurkan makna yang semestinya,yaitu kebenaran yang dibelokkan kepada kebatilan. Memang benar,iman letaknya dalam hati, tetapi iman itu tidak sempurna bila dalam hati saja.<br />
Dengan hadits ini Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam hendak menjelaskan makna keikhlasan bagi diterimanya suatu amal perbuatan. Allah tidak melihat bentuk-bentuk lahiriah, seperti pura-pura khusyu&#8217; dalam shalat dan sebagainya, tetapi Allah melihat hati dan keikhlasan niat dari segala yang selain Allah. Dia tidak menerima suatu amal perbuatan kecuali yang ikhlas untuknya semata.<br />
Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda:<br />
&#8220;Taqwa itu ada di sini&#8221;, seraya menunjuk ke arah dadanya&#8221;<br />
Pengarang kitab Nuzhatul Mutraqin berkata: &#8220;Hadits ini menunjukkan, pahala amal tergantung keikhlasan hati, kelurusan niat, perhatian terhadap situasi hati,pelempangan tujuan dan kebersihan hati dari segala sifat tercela yang dimurkai Allah&#8221;<br />
<span style="font-weight:bold;">Definisi Iman</span><br />
Iman tidak cukup hanya dalam hati. Iman dalam hati semata tidak cukup menyelamatkan diri dari Neraka dan mendapatkan Surga.<br />
Definisi iman menurut jumhur ulama Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah adalah : &#8220;Keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan pelaksanaan dengan anggota badan&#8221;.<br />
Definisi ini terdapat dalam setiap buku akidah (tauhid),kecuali buku-buku yang menyimpang dan tidak berdasarkan manhaj (methode) Ahlus Sunnnh wal Jama &#8216;ah.<br />
Kesempurnaan Iman Dalam tashawwur (gambaran) kita, orang yang mengatakan iman dengan lidahnya, tetapi tidak disertai keyakinan hatinya, itu adalah k eadaan orang-orang munafik.Demikian pula orang yang beramal hanya</p>
<p>sebatas aktifitas anggota tubuh, tetapi tidak disertai keyakinan hati, itu merupakan keadaan orang-orang munafik.<br />
Pada masa Nabi Shallallahu alaihi wasalam, mereka senantiasa shalat bersama beliau, berperang, mengeluarkan nafkah, pulang pergi bersama kaum muslimin, tetapi hati mereka tidak pemah beriman kepada agama Allah. Kepada mereka, Allah menghukumi sebagai orang-orang munafik, dan balasan untuk mereka adalah berada di kerak atau dasar Neraka.<br />
Demikian pula orang yang beriman hanya dengan hatinya tapi tidak disertai dengan amalan anggota badan.<br />
Ini adalah keadaan iblis.Dia percaya pada kekuasaan Allah,Dzat yang menghidupkan dan mematikan. Dia meminta penangguhan kematiannya, dia juga percaya terhadap adanya hari Kiamat, tetapi dia tidak beramal dengan anggota tubuhnya. Allah berfirman:<br />
<span style="font-style:italic;color:#3366ff;">Artinya:&#8221;la (iblis) enggan dan takabur dan dia temzasuk golongan orang-orang kafir&#8221;.(Al Baqarah:34)</span><br />
Dalam Al Qur&#8217;an setiap kali disebutkan kata iman, selalu disertai dengan amal, seperti: &#8220;Orang yang beriman dan beramal shaIih &#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Amal selalu beriringan dan merupakan konsekuensi iman,keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. Kepada ukhti yang belum berhijab dengan alasan &#8220;iman itu letaknya di hati&#8221;,kami hendak bertanya, andaikata seorang kepala sekolah memintanya membuat laporan,atau mengawasi murid-murid,atau memberi pelajaran ekstra kurikuler,atau menjadi petugas piket untuk menggantikan guru yang berhalangan hadir atau pekerjaan lain, logiskah jika dia menjawab: &#8220;Dalam hati, saya percaya dan sudah mantap terhadap apa yang diminta oieh direktur kepadaku, tetapi aku tidak mau melaksanakan apa yang dikehendakinya dariku&#8221;.<br />
Apakah jawaban ini bisa diterima? Lalu apa akibat yang bakal menimpanya?<br />
Ini sekedar contoh dalam kehidupan manusia. Lalu bagaimana jika urusan ini berhubungan dengan Allah, Tuhan manusia yang memiliki sifat Yang Maha Tinggi?</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">SYUBHAT KEEMPAT: ALLAH BELUM MEMBERIKU HIDAYAH</span><br />
Para akhawat yang tidak berhijab banyak yang berdalih: &#8220;Allah belum memberiku hidayah. Sebenamya·aku juga ingin berhijab, tetapi hendak bagaimana jika hingga saat ini Allah belum memberiku hidayah?, do&#8217;akanlah aku agar segera mendapat hidayah!&#8221;<br />
Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: &#8220;Bagaimana engkau mengetahui bahwa Allah belum memberimu hidayah?&#8221;<br />
Jika jawabannya, &#8220;Aku tahu&#8221;, maka ada satu dari dua kemungkinan:<br />
Pertama, dia mengetahui ilmu ghaib yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (Lauhul Mahfuzh). Dia pasti mengetahui pula bahwa dirinya termasuk orang-orang yang celaka dan bakal masuk Neraka.<br />
Kedua, ada makhluk lain yang mengabarkan padanya tentang nasib dirinya, bahwa dia tidak termasuk wanita yang mendapatkan hidayah. Bisa jadi yang memberitahu itu malaikat atau punmanusia.<br />
Jika kedua jawaban itu tidak mungkin adanya,bagaimana engkau mengetahui Allah belum memberimu<br />
hidayah? Ini salah satu masalah. Masalah lain adalah, AUah telah menerangkan dalam kitabNya,bahwa hidayah itu ada dua macam.Masingmasing adalah hidayah dilaIah dan hidayah taufiq.<br />
<span style="font-weight:bold;">Hidayah DilaLah</span><br />
Ini adalah bimbingan atau petunjuk pada kebenaran. Dalam hidayah&#8217;ini, terdapat campur tangan dan usaha manusia, di samping hidayah Allah dan bimbingan RasulNya. Allah telah menunjukkan jalan kebenaran pada manusia yang mukallnf, juga Dia telah menunjukkan jalan kebatilan yang menyimpang dari petunjuk para Rasul dan KitabNya. Para rasul pun telah menerangkan jalan ini kepada kaumnya. Begitu pula para da&#8217;i.<br />
Mereka semua menerangkan jalan ini kepada manusia.Jadi semua ikut ambil bagian dalam hidayah ini.<br />
<span style="font-weight:bold;">Hidayah Taufiq</span><br />
Hidayah ini hanya milik Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya (dalam pemberian hidayah taufiq ini). Ia berupa peneguhan kebenaran dalam hati, penjagaan dari penyimpangan,pertolongan agar tetap meniti dan teguh di jalan kebenaran, pendorong pada kecintaan iman. Pendorong pada kebencian terhadap kekufuran,<br />
kefasikan dan kemaksiatan.<br />
Hidayah taufiq diberikan kepada orang yang memenuhi panggi!an Allah dan mengikuti petunjuknya. Jenis hidayah ini datang sesudah hidayah dilalah. Sejak awal, dengan tidak pilih kasih, Allah memperlihatkan kebenaran kepada semua manusia. Allah berfirman:<span style="font-style:italic;color:#3366ff;">Artinya: &#8220;Dan adapun kaum Tsamua maka mereka telah kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk itu &#8230;. &#8221; (Fushshilat: 17 )</span><br />
Dan untuk itu, Allah menciptakan potensi dalam diri setiap orang mukaIlaf untuk memilih antara jalan kebenaran atau jalan kebatilan. Jika dia memilih jalan kebenaran menurut kemauannya sendiri maka hidayah taufiq akan datang kepadanya. Allah berfirman:<br />
Artinya: &#8221;Dan orang-orang yang meminta petunjuk, Allah (akan) menambah petunjuk pada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya &#8221; . (Muhammad: 17)<br />
Jika dia memilih kebatilan menurut kemauannya sendiri,maka Allah akan menambahkan kesesatan padanya dan Dia mengharamkannya mendapat hidayah taufiq.Allah berfirman :<br />
Artinya:&#8221;Katakanlah: <span style="font-style:italic;color:#33cc00;">&#8216;Barangsiapa yang berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya &#8230;. &#8220;(Maryam: 75)</span><br />
Artinya: &#8230;<span style="font-style:italic;color:#33cc00;">Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran),Allah memalingkan hati mereka &#8220;. (Ash Shaf: 5)</span><br />
Perumpamaan Hidayah Taufiq<br />
Syaikh Asy Sya&#8217;rawi memberikan perumpamaan yang amat mengena tentang hidayah taufiq ini, dan itu menupakan sunnatullah.<br />
Beliau mengumpamakan dengan seseorang yang menanyakan suatu alamat. Orang itu pergi ke polisi lain lintas untuk menanyakan alamat tersebut. Lain polisi menyarankan: &#8220;Anda bisa bejalan lurus sepanjang jalan ini, sampai di perempatan anda belok ke kanan, selanjutnya ada gang, anda belok kekiri, di situ anda mendapatkan jalan raya, di seberang jalan raya tersebut akan terlihat gedung dengan pamplet besar, itulah alamat yang anda cari&#8221;.<br />
Orang tersebut dihadapkan pada dua pilihan,percaya kepada petunjuk polisi atau mendustakannya. Jika percaya kepada polisi, ia akan segera beranjak mengikuti petunjuk yang diterimanya. Jika berjalan terus sesuai dengan petunjuk polisi, ia akan semakin dekat dengan tempat dan alamat yang ia inginkan.<br />
Jika ia tidak mempercayai saran polisi itu bahkan malah mengumpatnya sebagai pendusta, sehingga ia bejalan menuju arah yang berlawanan, rnaka semakin jauh dia berjalan,semakin jauh pula kesesatannya. Itulah perumpamaan petunjuk dan kesesatan.<br />
Ini merupakan perumpamaan yang tepat untuk mendekatkan pengertian sunnatullah ini. Siapa yang memilih kebenaran, Allah akan menolong dan meneguhkannya. Dan siapa yang memilih kebatilan, Allah akan menyesatkannya dan membiarkannya bersama setan yang menyertainya.<br />
Carilah Sebab-sebab Hidayah, Niscaya Anda Mendapatkannya Itulah sunnatullnh yang berlaku pada semua makhluknya. Allah berfirman:<br />
..<span style="font-style:italic;color:#33cc00;">.Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kaIi tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu&#8221;. (Faathir: 43)</span><br />
Adapun sunnatullah dalam perubahan nasib, hanya akan terjadi jika manusia memulai dengan mengubah terlebih dahulu dirinya sendiri, lain mengupayakan sebab-sebab perubahan yang dimaksudnya. Allah berfirman:<br />
<span style="font-style:italic;color:#33cc00;">Artinya:&#8221;Sesungguhnya AIlah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. &#8221; (Ar Ra&#8217;d: 11)</span><br />
Maka orang yang menginginkan hidayah, serta menghendaki agar orang lain mendo&#8217;akan dirinya agar mendapatkannya, ia harus berusaha keras dengan seba-sebab yang bisa mengantarkannya<br />
mendapat hidayah tersebut.<br />
Dalam hal ini, terdapat teladan yang baik pada diri Maryam. Suatu hari, dia amat membutuhkan makanan, Padahal ketika itu, ia dalam kondisi sangat lemah, seperti yang biasa tejadi pada wanita yang hendak melahirkan.Lalu Allah memerintahkannya melakukan suatu usaha yang orang laki-laki paling kuat sekali pun tidak akan mampu melakukannya.Maryam diminta menggoyang goyangkan pangkal pohon korma, meskipun pangkal pohon korma itu sangat kokoh dan sulit digoyang-goyangkan. Allah berfirman: A<span style="font-style:italic;color:#33cc00;">rtinya: &#8220;Dan goyanglah pangkal pohon komra itu ke arahmu &#8230;. (Maryam: 25)</span> Maryam tidak mungkin mampu menggoyang pangkal pohon korma, sementara dia dalam kondisi yang amat lemah.Itu hanya dimaksudkan sebagai usaha mencari sebab dengan cara meletakkan tangannya di pohon korma.<br />
Dengan demikian terpenuhilah hukum kausalitas dan sunnatullah dalam hal perubahan. Maka hasilnya adalah: Artinya: &#8220;<span style="font-style:italic;color:#33cc00;">Pohon itu akan menggugurkan buah korma yang masak kepadamu &#8220;. (Maryam: 25)</span> Inilah sunnatullah dalam perubahan. Tidak mungkin orang mukmin terus-menerus berada di masjid, bahkan meskipun diMasjidil Haram dengan hanya duduk dan beribadah kepada Allah,Seraya mengharap rizki dari Allah.<br />
Tentu Allah tidak akan mengabulkannya tanpa dia sendiri mencari sebab-sebab rizki tersebut. Langit tak mungkin sekonyong-konyong menurunkan hujan emas dan perak.<br />
Karena itu,wahai ukhti,berusahalah mendapatkan sebab-sebab hidayah, niscaya anda mendapatkan hidayah tersebut dengan izin Allah.Di antara usaha itu ialah berdo&#8217;a agar mendapat hidayah, memilih teman yang shalihah, selalu membaca,mempelajari dan merenungkan Kitab Allah, mengikuti majelis-majelis dzikir dan ceramah agama, mendengarkan kaset pengajian agama, membaca buku-buku tentang keimanan dan<br />
sebagainya. Tetapi, sebelum melakukan semua itu hendaknya engkau terlebih dahulu meninggallkan hal-hal yang bisa menjauhkanmu dari jalan hidayah. Seperti teman yang tidak baik, membaca majalah-majalah yang tidak mendidik, menyaksikan tayangan-tayangan televisi yang membangkitkan perbuatan haram, bepergian tanpa disertai mahram, menjalin hubungan dengan para pemuda (pacaran), dan hal-hal lain yang bertentangan<br />
dengan jalan hidayah.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">E. SYUBHAT KELIMA: TAKUT TIDAK LAKU NIKAH</span><br />
Sebagian akhawat yang tidak ber-hijab berdalih dengan takut tidak laku nikah Syubhat yang dibisikkan setan dalam jiwa sebagian akhawat yang tidak berhijab ini,pangkalnya adalah perasaan bahwa para pemuda tidak akan mau memutuskan menikah kecuali jika dia telah melihat badan, rambut, kulit, kecantikan dan perhiasan sang gadis. Jika ia berhijab atau memakai cadar, tentu tak ada yang bisa dilihat dari padanya,sehingga sang pemuda enggan mengambil keputusan untuk menikahinya.<br />
Ironinya, kepercayaan seperti ini, tidak hanya monopoli para akhawat, tetapi juga merupakan kepercayaan para orang tua, pada akhimya mereka melarang anak-anak puterinya memakai hijab. Syubhat ini tidak bisa diterima lewat dua alasan mendasar.<br />
Penilaian dari Sisi Teori Dasar Meskipun kecantikan merupakan salah satu sebab paling pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan satu satunya sebab dinikahinya wanita.Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda: &#8220;Wanita itu dinikahi karena empat hal. Yaitu karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang berpegang teguh dengan agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu.<br />
Memang demikian yang terjadi.Kaum laki-laki tidak hanya melihat unsur kecantikan semata, tetapi ada hal hal lain yang menyatu dengan kecantikan itu atau terlepas darinya, yang dijadikan pertimbangan dalam memilih isteri. Namun para gadis dan orangtua banyak yang menganggap kecantikan adalah segala-galanya.<br />
Atau setidak-tidaknya menjadikan kecantikan sebagai unsur terpenting, sedangkan hal lainnya bisa dikesampingkan. Jelas, jalan pikiran seperti ini bertentangan dengan naluri manusia.<br />
Penilaian dari Sisi Empiris Bisa jadi sikap gadis-gadis yang biasa memperlihatkan aurat yang dimaksudkan untuk menawan hati pria menjadi bumerang bagi dirinya.Betapa banyak tindakan itu malah membuat para pemuda enggan menikahinya.Sebab bisa saja para pemuda itu beranggapan, jika wanita tersebut berani melanggar salah satu perintah Allah, yaitu hijab, tidak menutup kemungkinan dia akan berani melanggar perintah-perintah yang lain. Karena setan memiliki banyak kiat.<br />
Meskipun terkadang kenyataan yang ada tidak selalu sesuai dengan pendapat ini, tetapi memang begitulah keadaan mayoritas pemuda kita di zaman sekarang.Pemuda yang menyunting gadis ber-hijab, namanya akan menjadi harum,meskipun ia sendiri tidak termasuk orang-orang yang dinilai ta&#8217;at menjalankan perintah agama.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">F. SYUBHAT KEENAM: IA MASIH BELUM DEWASA</span><br />
Syubhat ini banyak beredar di kalangan orangtua serta sebagian akhawat yang tidak ber-hijab. Sebenamya anak-anak tersebut sudah memiliki niat memakai hijab, tetapi kemudian ditunda karena syubhat ini. Karena itu dalih ini lebih pantas disebut hawa nafsu daripada syubhat.</p>
<p>Kebanyakan mereka berkata: &#8220;Jangan sampai melarangnya menikmati kehidupan. Dia toh masih belum dewasa. Dia masih senang dengan pakaian yang indah, bersolek dengan berbagai macam make up serta masih suka menampakkan kecantikannya. Semua ini membuatnya lebih berbahagia dan menikmati hidup&#8221;.<br />
Kenapa kita melarang dan menghalangi kebahagiaan justru pada saat umur mereka masih relatif sangat muda?<br />
Kalau kita terlanjur ketinggalan kereta, mengapa kita membuatnya pula ketinggalan kereta dengan begitu tergesa-gesa?<br />
Menurut pendapat mereka, masa belum dewasa berlangsung hingga anak berumur dua puluh tahun.<br />
Karenanya, meskipun ada gadis yang sudah datang bulan pada umur 13 tahun, dia masih dianggap anakanak.<br />
Nasihat untuk Para Wali<br />
Sesungguhnya para wali, baik bapak atau ibu yang mencegah anak-anak puterinya ber-hijab, dengan dalih karena masih belum dewasa, mereka memiliki tanggung jawab yang besar dihadapan Allah pada hari Kiamat.<br />
Ketika seorang gadis mendapatkan haidh, seketika itu pula ia wajib ber-hijab, menurut syari&#8217;at. Jika wali gadis itu melarangnya berhijab,maka dia mendapat dosa besar,dan Allah akan, menanyakan hal itu pada hari Kiamat. Allah berfirman:<br />
<span style="font-style:italic;color:#33cc00;">Artinya:&#8221;Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya &#8220;. (Ash-Shaaffaat: 24)</span><br />
Maksudnya jika ia menyuruh anak puterinya memakai hijab sejak dini.Nabi ShalIallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda: &#8220;<span style="font-style:italic;color:#996633;">Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan ditanya tentang yang dipimpinnya&#8230;. &#8220;&#8216;&#8221;</span><br />
Seorang ayah adalah pemimpin pertama dalam rumah tangga.Pada hari Kiamat dia akan ditanya tentang masing-masing orang yang ada di bawah kepemimpinannya.<br />
Setiap ayah hendaknya bertanya kepada dirinya sendiri:&#8221;Berapa banyak para pemuda yang tergoda oleh anak puterinya?<br />
Seberapa jauh puterinya menyebabkan penyimpangan para pemuda?&#8221;<br />
Ungkapan Cinta untuk Anak-anak Puteri<br />
Allah sebagai saksi, betapa kami amat mengkhawatirkan dirimu akan mendapat siksa Allah. Kami begitu ingin menyelamatkanmu dari segala bahaya yang akan menimpamu,baik di dunia maupun di akhirat. Ini adalah kewajiban seorang muslim kepada saudaranya muslim yang lain.<br />
Di antara bahaya yang bakal menimpa ukhti yang tidak ber-hijab,baik di dunia maupun di akhirat, adalah seperti disebutkan Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dalam sabdanya:&#8221;Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, di atas kepala mereka (terdapat sesuatu) seperti punuk onta yang lemah gemulai. Laknatlah mereka!,sesungguhnya mereka adalah wanita wanita terlaknat.<br />
Wahai ukhti yang tak ber-hijab! Tahukah engkau makna laknat?<br />
Laknat artinya dijauhkan dari rahmat Allah Ta&#8217;ala.Dalam hadits tadi, Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam memerintahkan setiap muslim,agar melaknat tipe wanita seperti yang telah disebutkan.<span style="font-style:italic;color:#663333;"> Yaitu mereka yang mengenakan pakaian di tubuh mereka, tapi tidak sampai menutup auratnya, sehingga seakan-akan mereka telanjang.Dalam hadits lain Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda:&#8221;Dua kelompok termasuk penghuni Neraka,aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia ,dan para wanita yang berpakaian (tetapi) teIanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang.Mereka tentu tidak akan masuk Surga, bahkan tidak mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian &#8220;.(HR.Muslim)</span><br />
Dalam hadits tersebut terdapat sifat-sifat secara rinci tentang golongan wanita ini, yaitu:<br />
Mengenakan sebagian pakaian, tetapi dia menyerupai orang telanjang, karena sebagian besar tubuhnyaterbuka dan itu mudah membangkitkan birahi laki- laki,seperti paha,lengan, rambut, dada dan lainlainnya. Juga pakaian yang tembus pandang atau yang amat ketat,sehingga membentuk lekuk-lekuk tubuhnya, maka ia seperti telanjang, meski berpakaian.<br />
Jalannya lenggak-lenggok dan bergoyang, sehingga membangkitkan nafsu birahi.<br />
Kepalanya tampak lebih tinggi,sebab ia membuat seni hiasan dari bulu atau rambut sintetis, karena tingginya, ia seperti punuk onta.<br />
Hadits tersebut juga menjelaskan hakikat golongan wanita yang tidak masuk surga, bahkan sekedar mencium bau wanginya pun tidak, padahal rahmat Allah meliputi segenap langit dan bumi. Belum lagi Rasulullah Shallallalhu &#8216;Alaihi Wasallam yang menyuruh kaum muslimin agar melaknat mereka. &#8220;Laknatlah mereka, sesungguhnya mereka adalah wanita terlaknat&#8221;.<br />
Kami tidak menginginkan,selain kebaikan bagi anda Kekhawatiran kami kepada diri anda, mendorong kami berharap dari lubuk hati kami yang terdalam, untuk menjauhkan anda dari segala yang tidak disenangi.<br />
Semoga Allah mengisi hati anda dengan cahayaNya yang tidak pernah padam, lalu anda menang dalam pertarungan melawan setan,jin dan manusia. Selanjutnya anda berketetapan melepaskan jeratan dan memerdekakan diri dari tawanan hawa nafsu, menuju alam kebebasan, kemuliaan, kehormatan, ketenangan dan alam kesucian.<br />
Apakah Engkau Menjamin Umurmu Masih Panjang?<br />
Wahai ukhti yang tidak ber-hijab! Engkau tidak mau berhijab dengan dalih masih belum dewasa, apakah engkau dapat menjamin umurmu panjang beberapa saat lagi? Apakah engkau tahu, atau seseorang mengabarkan padamu tentang kapan engkau bakal mati?<br />
Jika tidak, maka boleh jadi kematian akan menjemputmu setelah setahun, sebulan, seminggu, sehari, sejam atau sedetik kemudian. Semua itu serba mungkin, selama kita tidak tahu kapan ajal kita akan datang.<br />
Wahai ukhti, kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sakit, tidak pula orang yang lanjut usia saja, tetapi juga orang-orang yang sehat walafiat, orang dewasa, pemuda bahkan sampai bayi yang masih menetek di pangkuan ibunya. Banyak contoh yang bisa dipaparkan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">G. SYUBHAT KETUJUH: MODE DAN BUKAN HIJAB</span><br />
Sebagian wanita muslimah yang tidak berhijab, mengulang-ulang Syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab secara hakiki, ia sekedar mode. Maka, jika itu hanya mode, kenapa harus dipaksakan untuk mengenakannya?<br />
Mereka lalu menyebutkan beberapa kenyataan serta penyimpanganyang dilakukan oleh sebagian ukhti berhijab yang pernah mereka saksikan. Sebelum membantah syubhat ini, kami perlu mengetengahkan, ada enam macam alasan yang karenanya seorang ukhti mengenakan hijab. Pertama, ia ber-hijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang dideritanya.<br />
Kedua, ia ber-hijab untuk bisa mendapatkan jodoh. Sebab sebagian besar pemuda, yang taat menjalankan syari&#8217;at agama atau tidak, selalu mengutamakan wanita yang berhijab.<br />
Ketiga, ia ber-hijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik. Padahal, sebenarnya ia suka melanggar syarilat Allah. Dengan ber-hijab, maka keluarganya akan percaya terhadap kesalihannya, orang tidak ragu-ragu tentangnya. Akhirnya, dia bisa bebas ke luar rumah kapan dan ke mana dia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang menghalanginya.<br />
Keempat, ia memakai hijab untuk mengikuti mode, hal ini lazim disebut dengan &#8220;hijab ala Prancis&#8221;. Mode itu biasanya menampakkan sebagian jalinan rambutnya, memperlihatkan bagian atas dadanya,memakai rok hingga pertengahan betis,memperlihatkan lekuk tubuhnya. Terkadang memakai kain yang tipis sekali sehingga tampak jelas warna kulitnya, kadang-kadang juga memakai celana panjang. Untuk melengkapi mode tersebut, ia memoles wajahnya dengan berbagaimacam make up, juga menyemprotkan parfum, sehingga menebar bau harum pada setiap orang yang dilaluinya.<br />
Dia menolak syariat Allah, yakni perintah mengenakan hijab.Selanjutnya lebih mengutamakan mode-mode buatan manusia. Seperti Christian Dior, Valentine, San Lauren, Canal, Cartier dan merek dari namanama orang-orang kafir lainnya.<br />
Kelima, ia ber-hijab karena paksaan darikedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau karena melihat keluarganya semua ber-hijab, sehingga ia terpaksa menggunakannya, padahal<br />
dalam hatinya ia tidak suka. Jika tidak mengenakan, ia takut akan mendapat teror dan hardikan dari keluarganya.<br />
Golongan wanita seperti ini, jika tidak melihat ada orang yang mengawasinya, serta merta ia akan melepas hijabnya, sebab ia tidak percaya dan belum mantap dengan hijab.<br />
Keenam, ia mengenakan hijab karena mengikuti aturan-aturan syari&#8217;at. Ia percaya bahwa hijab adalah wajib, sehingga ia takut melepaskannya.Ia berhijab hanya karena mengharapkan ridha Allah, tidak karena makhluk.<br />
Wanita ber-hijab jenis ini,akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan ber-hijab, di antaranya:<br />
Hijab itu longgar, sehingga tidak membentuk lekuk-lekuk tubuh.<br />
Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bagian tubuhnya.<br />
Tidak memakai wangi-wangian.<br />
Tidak meniru mode pakaian wanita-wanita kafir, sehingga wanita-wanita muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.<br />
Tidak memilih wama kain yang kontras (menyala), sehingga menjadi pusat perhatian orang.<br />
Hendaknya menutupi seluruh tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.<br />
Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki, sebab hal tersebut dilarang oleh syara&#8217;.<br />
Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer misalnya, sehingga ia terjerumus kepada sifat membanggakan diri yang dilarang agama.<br />
Selain ber-hijab yang disebutkan terakhir (nomor enam), maka alasan-alasan mengenakan hijab adalah keliru dan bukan karena mengharap ridha Allah. Ini bukan berarti, tidak ada orang yang menginginkan ridha Allah dalam ber-hijab.Berhijablah sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syari&#8217;at, sehingga anda termasuk dalam golongan wanita yang ber-hijab karena mencari ridha Allah dan takut akan murkaNya.</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">H. SYUBHAT KEDELAPAN: MENGHALANGI BERHIAS</span><br />
Syubhat ini sebagaimana yang terdahulu- lebih tepat disebut syahwat daripada syubhat. Ia adalah nafsu buruk, sehingga Menghalangi para wanita ber-hijab.Tetapi wanita yang menurutkan dirinya di belakang nafsu ini.<br />
Patut kita pertanyakan: &#8220;Untuk siapa engkau pamer aurat? Untuk siapa engkau berhias?&#8221;<br />
Jika jawabannya: &#8220;Aku memamerkan tubuhku dan bersolek agar semua orang mengetahui kecantikan dan kelebihan diriku,&#8221; maka kembali kita perlu bertanya:&#8221;Apakah kamu rela, kecantikanmu itu dinikmati oleh orang yang dekat dan yang jauh darimu?&#8221;<br />
&#8220;Relakah kamu menjadi barang dagangan yang murah, bagi semua orang, baik yang jahat maupun yang terhormat?&#8221;<br />
&#8220;Bagaimana engkau bisa menyelamatkan dirimu dari mata para serigala yang berwujud manusia?&#8221;. &#8220;Maukah kamu, jika dirimu dihargai serendah itu?&#8221;</p>
<br />Posted in Artikel islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=99&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/14/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berhijab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjOrFDLCd-I/AAAAAAAAAio/PjQjAgine4k/s320/pakaian+ketat.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjOrhBuAJ6I/AAAAAAAAAiw/aEfFnH5J4Ko/s320/berjilbab.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/14/kesalahan-orang-tua-dalam-mendidik-anak/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/14/kesalahan-orang-tua-dalam-mendidik-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:37:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK &#8220;Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi ALLAH ada pahala yang besar.&#8221; (Al-Quran Surah At-Taghabun, 64:15) Anak-anak adalah amanah dari ALLAH s.w.t. dan mereka sebahagian dari ujian ALLAH s.w.t. kepada kita hamba-hamba-Nya. Sebagai ujian, mereka akan dipertanggungjawabkan. Orang yang malang ialah orang yang mempunyai banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=97&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://edysusiloklego.blogspot.com/2009/06/kesalahan-orang-tua-dalam-mendidik-anak.html">KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK</a></h3>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZaOL049I/AAAAAAAAAjY/q49Dy1Bkc8A/s1600-h/anak+punk.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:388px;height:229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZaOL049I/AAAAAAAAAjY/q49Dy1Bkc8A/s320/anak+punk.jpeg" border="0" alt="" /></a></p>
<div>
<p><span style="color:#000000;"><br />
&#8220;Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi ALLAH ada pahala yang besar.&#8221;<br />
(Al-Quran Surah At-Taghabun, 64:15)</p>
<p>Anak-anak adalah amanah dari ALLAH s.w.t. dan mereka sebahagian dari ujian ALLAH s.w.t. kepada kita hamba-hamba-Nya. Sebagai ujian, mereka akan dipertanggungjawabkan. Orang yang malang ialah orang yang mempunyai banyak anak tetapi anak-anaknya tidak membawa kebaikan kepadanya di akhirat.</p>
<p>Rasulullah SAW diberitakan telah bersabda :<br />
&#8220;<span style="font-style:italic;color:#33cc00;">Tahukah engkau siapakah orang yang mandul.&#8221; Berkata para sahabat : &#8220;Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak.&#8221;</span><br />
Lalu Rasulullah SAW berkata :<br />
<span style="font-style:italic;color:#3366ff;">&#8220;Orang yang mandul itu ialah orang yang mempunyai ramai anak tetapi anak-anaknya itu tidak memberi kemanfaatan kepadanya sesudah ia meninggal dunia.&#8221;</span><br />
-(Maksud Al-Hadith )<br />
</span></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZrlPna8I/AAAAAAAAAjg/jeCkECORtgA/s1600-h/anak+sholat+berjamaah.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:349px;height:203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZrlPna8I/AAAAAAAAAjg/jeCkECORtgA/s320/anak+sholat+berjamaah.jpeg" border="0" alt="" /></a><span style="color:#000000;">Ini mungkin disebabkan beberapa Kesalahan dalam mendidik anak-anak.</p>
<p>1. Kesalahan pertama: Kurang berdoa</p>
<p>1.1 Kurang berdoa semasa mengandung.</p>
<p>Antara doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa mengandung ialah<br />
Saidul (penghulu) Istighfar<br />
Doa memohon rahmat (Al-Quran Surah Ali &#8216;Imran, 3 : 8-9)<br />
Doa memohon zuriat yang baik (Al-Quran Surah Ali &#8216;Imran, 3 : 38)<br />
Doa agar anak mengerjakan solat (Al-Quran Surah Ibrahim, 14 : 40-41)</p>
<p>1.2 Kurang berdoa semasa membesarkan anak.<br />
</span></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZ_kQYtXI/AAAAAAAAAjo/CpJaUGiNrCo/s1600-h/anak+ngaji.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:285px;height:188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZ_kQYtXI/AAAAAAAAAjo/CpJaUGiNrCo/s320/anak+ngaji.jpeg" border="0" alt="" /></a><span style="color:#000000;">Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa anak membesar ialah<br />
Doa agar anak patuh kepada ALLAH s.w.t. (Al-Quran Surah Al-Baqarah, 2 :128)<br />
Doa diberi zuriat yang menyejukkan hati (Al-Quran Surah Al-Furqan, 25 :74)<br />
Doa supaya nama anak membawa kebaikan kepadanya.</p>
<p>2. Kesalahan  kedua:</p>
<p>Banyak memberi belaian Tarhib (menakutkan) daripada Targhib (didikan atau motivasi) seperti : menakutkan anak-anak dengan sekolah menakutkan dengan tempat gelap menakutkan dengan hutan rimba atau bukit bukau menggunakan kekerasan dan paksaan semasa menyuruh anak tidur</p>
<p>3. Kesalahan  ketiga:</p>
<p>Tidak tegas dalam mendidik anak-anak tidak menjadualkan kegiatan harian anak-anak terlalu memfokuskan anak-anak kepada sesuatu aktivitas saja tanpa memperhatikan perasaan mereka.</p>
<p>4. Kesalahan keempat:</p>
<p>Menegur anak secara negatif mengeluarkan kata-kata kasar dan memaki kepada anak-anak (terutama semasa marah). membandingkan anak-anak dengan anak-anak lain atau anak orang lain.</p>
<p></span><span style="color:#000000;"></p>
<p>5. Kesalahan kelima:</p>
<p>Memberi didikan yang tidak seimbang antara jasmani (physical), rohani (spiritual) dan (intelektual) banyak yang lebih mementingkan pendidikan intelektual dari pendidikan rohani</p>
<p>6. Kesalahan  keenam:</span></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRarNNtqtI/AAAAAAAAAjw/vNui44SrVMU/s1600-h/ayah+edi.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:262px;height:222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRarNNtqtI/AAAAAAAAAjw/vNui44SrVMU/s320/ayah+edi.jpeg" border="0" alt="" /></a><span style="color:#000000;">Kurang memberi sentuhan kepada semua anak-anak sedangkan Rasulullahkerap dilihat mendukung cucu-cucunya dan mencium mereka. Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. :<span style="font-style:italic;color:#33cc00;"> Pada suatu hari Rasulullah SAW mencium Al-Hassan atau Al-Hussien bin Ali r.a. Ketika itu Aqra&#8217; bin Habis At-Tamimiy sedang berada di rumah baginda. Berkata Aqra&#8217; : &#8220;Ya Rasulullah! Aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka.&#8221; Rasulullah melihat kepada Aqra&#8217; kemudian berkata : &#8220;Siapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi.&#8221;</span>-(MaksudAl-Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)</p>
<p>7. Kesalahan  ketujuh:</p>
<p>Penampilan diri yang kurang anggun dan kurang baik, orang tua tidak menunjukkan cara berpakaian yang baik dan yang tidak sesuai syar&#8217;i bila berada di rumah, yaitu berpakaian secara seksi di hadapan anak-anak.</p>
<p>8. Kesalahan kedelapan:</p>
<p>Kurang menghidupkan sunnah di rumah seperti memberi salam, makan berjemaah, beribadah bersama-sama, dan sebagainya. Dalam menjawab salam, lazimkanlah menjawab salam dengan yang lebih baik dari salam yang diberi.</p>
<p>9. Kesalahan kesembilan:</p>
<p>Bertengkar di depan anak-anak. Ini akan menyebabkan anak-anak rasa tertekan dan membenci salah seorang dari ibubapanya.</p>
<p>10. Kesalahan kesepuluh:</p>
<p>Membenarkan orang yang tidak baik akhlaknya masuk ke dalam rumah kita, baik dari kalangan sahabat sendiri ataupun sahabat anak-anak, kerana ini akan<br />
memberikan contoh yang tidak baik kepada anak-anak yang sedang berkembang.</p>
<p>11. Kesalahan kesebelas:</p>
<p>Kurang mengawasi acara-acara yang ditonton di TV ataupun video. Pengawasan dalam hal ini adalah penting kerena kebanyakan acara dari media ini menonjolkan akhlak yang kurang baik seperti pergaulan bebas lelaki dan perempuan, pakaian yang tidak syar&#8217;i dan perbualan yang bisa merusak agama anak-anak.</p>
<p>12. Kesalahan keduabelas:</p>
<p>Terlalu bergantung kepada pembantu rumahuntuk mendidik anak-anak. Sebagai orang tua kitalah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak akan anak-anak kita . Oleh karena itu adalah menjadi kewajiban kita untuk berusaha memastikan anak-anak terdidik dengan didikan Islam.</span></div>
<br />Posted in Artikel islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=97&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/14/kesalahan-orang-tua-dalam-mendidik-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZaOL049I/AAAAAAAAAjY/q49Dy1Bkc8A/s320/anak+punk.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZrlPna8I/AAAAAAAAAjg/jeCkECORtgA/s320/anak+sholat+berjamaah.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRZ_kQYtXI/AAAAAAAAAjo/CpJaUGiNrCo/s320/anak+ngaji.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SjRarNNtqtI/AAAAAAAAAjw/vNui44SrVMU/s320/ayah+edi.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SIKLUS BATUAN</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/09/siklus-batuan/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/09/siklus-batuan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 07:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[SIKLUS BATUAN Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=92&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://edysusiloklego.blogspot.com/2009/06/siklus-batuan.html">SIKLUS BATUAN</a></h3>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4HxZoRGdI/AAAAAAAAAV4/GE_SuF2dAPg/s1600-h/rock_cycle.thumbnail.jpg"><img style="cursor:pointer;width:128px;height:96px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4HxZoRGdI/AAAAAAAAAV4/GE_SuF2dAPg/s320/rock_cycle.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya.<a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4HSLMXCzI/AAAAAAAAAVw/JWTTjK6DP38/s1600-h/oum_rock.thumbnail.gif"><img style="cursor:pointer;width:117px;height:124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4HSLMXCzI/AAAAAAAAAVw/JWTTjK6DP38/s320/oum_rock.thumbnail.gif" border="0" alt="" /></a><br />
Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan sedimen. Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi magma dan kemudian kembali menjadi batuan beku. Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau ROCK CYCLE.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IQXLh_aI/AAAAAAAAAWA/vmyEb4P8PJc/s1600-h/weathering.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:76px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IQXLh_aI/AAAAAAAAAWA/vmyEb4P8PJc/s320/weathering.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a>Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam:</p>
<p>1. Pelapukan secara fisika: perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi.<br />
2. Pelapukan secara kimia: beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia.<br />
3. Pelapukan secara biologi: Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IdcjdluI/AAAAAAAAAWI/D1_7Ej9vGNs/s1600-h/erosion.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:100px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IdcjdluI/AAAAAAAAAWI/D1_7Ej9vGNs/s320/erosion.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Setelah batuan mengalami pelapukan, batuan-batuan tersebut akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat. Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Proses erosi ini dapat terjadi melalui beberapa cara:</p>
<p>1. Akibat grafitasi: akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah.<br />
2. Akibat air: air yang melewati pecahan-pecahan kecil batuan yang ada dapat mengangkut pecahan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain. Salah satu contoh yang dapat diamati dengan jelas adalah peranan sungai dalam mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ini.<br />
3. Akibat angin: selain air, angin pun dapat mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ukurannya seperti halnya yang saat ini terjadi di daerah gurun.<br />
4. Akibat glasier: sungai es atau yang sering disebut glasier seperti yang ada di Alaska sekarang juga mampu memindahkan pecahan-pecahan batuan yang ada.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IuVBd2qI/AAAAAAAAAWQ/fsDSJ6ahgIg/s1600-h/deposition.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:84px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IuVBd2qI/AAAAAAAAAWQ/fsDSJ6ahgIg/s320/deposition.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Pecahan-pecahan batuan yang terbawa akibat erosi tidak dapat terbawa selamanya. Seperti halnya sungai akan bertemu laut, angin akan berkurang tiupannya, dan juga glasier akan meleleh. Akibat semua ini, maka pecahan batuan yang terbawa akan terendapkan. Proses ini yang sering disebut proses pengendapan. Selama proses pengendapan, pecahan batuan akan diendapkan secara berlapis dimana pecahan yang berat akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diikuti pecahan yang lebih ringan dan seterusnya. Proses pengendapan ini akan membentuk perlapisan pada batuan yang sering kita lihat di batuan sedimen saat ini.</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4I8llWJbI/AAAAAAAAAWY/_H-nfxah3oI/s1600-h/compaction.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:89px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4I8llWJbI/AAAAAAAAAWY/_H-nfxah3oI/s320/compaction.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Pada saat perlapisan di batuan sedimen ini terbentuk, tekanan yang ada di perlapisan yang paling bawah akan bertambah akibat pertambahan beban di atasnya. Akibat pertambahan tekanan ini, air yang ada dalam lapisan-lapisan batuan akan tertekan sehingga keluar dari lapisan batuan yang ada. Proses ini sering disebut kompaksi. Pada saat yang bersamaan pula, partikel-partikel yang ada dalam lapisan mulai bersatu. Adanya semen seperti lempung, silika, atau kalsit diantara partikel-partikel yang ada membuat partikel tersebut menyatu membentuk batuan yang lebih keras. Proses ini sering disebut sementasi. Setelah proses kompaksi dan sementasi terjadi pada pecahan batuan yang ada, perlapisan sedimen yang ada sebelumnya berganti menjadi batuan sedimen yang berlapis-lapis. Batuan sedimen seperti batu pasir, batu lempung, dan batu gamping dapat dibedakan dari batuan lainnya melalui adanya perlapisan, butiran-butiran sedimen yang menjadi satu akibat adanya semen, dan juga adanya fosil yang ikut terendapkan saat pecahan batuan dan fosil mengalami proses erosi, kompaksi dan akhirnya tersementasikan bersama-sama.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JGovFyuI/AAAAAAAAAWg/tXCHHW240tM/s1600-h/metamorphism.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:89px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JGovFyuI/AAAAAAAAAWg/tXCHHW240tM/s320/metamorphism.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Pada kerak bumi yang cukup dalam, tekanan dan suhu yang ada sangatlah tinggi. Kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi seperti ini dapat mengubah mineral yang dalam batuan. Proses ini sering disebut proses metamorfisme. Semua batuan yang ada dapat mengalami proses metamorfisme. Tingkat proses metamorfisme yang terjadi tergantung dari:</p>
<p>1. Apakah batuan yang ada terkena efek tekanan dan atau suhu yang tinggi.<br />
2. Apakah batuan tersebut mengalami perubahan bentuk.<br />
3. Berapa lama batuan yang ada terkena tekanan dan suhu yang tinggi.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JPXNyWwI/AAAAAAAAAWo/Ns_iVMIa3xI/s1600-h/melting.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:81px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JPXNyWwI/AAAAAAAAAWo/Ns_iVMIa3xI/s320/melting.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Dengan bertambahnya dalam suatu batuan dalam bumi, kemungkinan batuan yang ada melebur kembali menjadi magma sangatlah besar. Ini karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi pada kedalaman yang sangat dalam. Akibat densitas dari magma yang terbentuk lebih kecil dari batuan sekitarnya, maka magma tersebut akan mencoba kembali ke permukaan menembus kerak bumi yang ada. Magma juga terbentuk di bawah kerak bumi yaitu di mantle bumi. Magma ini juga akan berusaha menerobos kerak bumi untuk kemudian berkumpul dengan magma yang sudah terbentuk sebelumnya dan selanjutnya berusaha menerobos kerak bumi untuk membentuk batuan beku baik itu plutonik ataupun vulkanik.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JZX_lOMI/AAAAAAAAAWw/at0zFSyE1o4/s1600-h/extrusive.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:87px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JZX_lOMI/AAAAAAAAAWw/at0zFSyE1o4/s320/extrusive.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Kadang-kadang magma mampu menerobos sampai ke permukaan bumi melalui rekahan atau patahan yang ada di bumi. Pada saat magma mampu menembus permukaan bumi, maka kadang terbentuk ledakan atau sering disebut volcanic eruption. Proses ini sering disebut proses ekstrusif. Batuan yang terbentuk dari magma yang keluar ke permukaan disebut batuan beku ekstrusif. Basalt dan pumice (batu apung) adalah salah satu contoh batuan ekstrusif. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku ekstrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:</p>
<p>1. Butirannya sangatlah kecil. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat cepat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan tidak mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.<br />
2. Umumnya memperlihatkan adanya rongga-rongga yang terbentuk akibat gas yang terkandung dalam batuan atau yang sering disebut “gas bubble”.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JonRFbXI/AAAAAAAAAW4/Y6Q8Uh5TPes/s1600-h/intrusive.thumbnail.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:128px;height:80px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JonRFbXI/AAAAAAAAAW4/Y6Q8Uh5TPes/s320/intrusive.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Batuan yang meleleh akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi sering membentuk magma chamber dalam kerak bumi. Magma ini bercampur dengan magma yang terbentuk dari mantle. Karena letak magma chamber yang relatif dalam dan tidak mengalami proses ekstrusif, maka magma yang ada mengalami proses pendinginan yang relatif lambat dan membentuk kristal-kristal mineral yang akhirnya membentuk batuan beku intrusif. Batuan beku intrusif dapat tersingkap di permukaan membentuk pluton. Salah satu jenis pluton terbesar yang tersingkap dengan jelas adalah batholit seperti yang ada di Sierra Nevada – USA yang merupakan batholit granit yang sangat besar. Gabbro juga salah satu contoh batuan intrusif. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku intrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:</p>
<p>1. Butirannya cukup besar. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat lambat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.<br />
2. Biasanya mineral-mineral pembentuk batuan beku intrusif memperlihatkan angular interlocking.</p>
<p>Proses-proses inilah semua yang terjadi dimasa lampau, sekarang, dan yang akan datang. Terjadinya proses-proses ini menjaga keseimbangan batuan yang ada di bumi.</p>
<p>Referensi :</p>
<p>*<br />
Oxford University Museum &#8211; http://www.oum.ox.ac.uk/</p>
<br />Posted in Artikel Geologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=92&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/09/siklus-batuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4HxZoRGdI/AAAAAAAAAV4/GE_SuF2dAPg/s320/rock_cycle.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4HSLMXCzI/AAAAAAAAAVw/JWTTjK6DP38/s320/oum_rock.thumbnail.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IQXLh_aI/AAAAAAAAAWA/vmyEb4P8PJc/s320/weathering.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IdcjdluI/AAAAAAAAAWI/D1_7Ej9vGNs/s320/erosion.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4IuVBd2qI/AAAAAAAAAWQ/fsDSJ6ahgIg/s320/deposition.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4I8llWJbI/AAAAAAAAAWY/_H-nfxah3oI/s320/compaction.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JGovFyuI/AAAAAAAAAWg/tXCHHW240tM/s320/metamorphism.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JPXNyWwI/AAAAAAAAAWo/Ns_iVMIa3xI/s320/melting.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JZX_lOMI/AAAAAAAAAWw/at0zFSyE1o4/s320/extrusive.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Si4JonRFbXI/AAAAAAAAAW4/Y6Q8Uh5TPes/s320/intrusive.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Godaan Syetan untuk Menyesatkan Manusia</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/06/godaan-syetan-untuk-menyesatkan-manusia/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/06/godaan-syetan-untuk-menyesatkan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 09:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Godaan Syetan untuk Menyesatkan Manusia Sesungguhnya pada perbuatan maksiat terdapat celah-celah dan pintu-pintu yang apabila hamba menutupnya dengan kuat dan selalu menjaganya dengan sabar, niscaya syetan tidak mendapatkan jalan untuk menjerumuskannya ke dalam dosa dan maksiat, lalu ia kembali dalam keadaan merugi. Dan sebaliknya, apabila seorang hamba tidak menjaga celah-celah dan pintu-pintu itu, tentu syetan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=90&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Godaan Syetan untuk Menyesatkan Manusia</span></p>
<p>Sesungguhnya pada perbuatan maksiat terdapat celah-celah dan pintu-pintu yang apabila hamba menutupnya dengan kuat dan selalu menjaganya dengan sabar, niscaya syetan tidak mendapatkan jalan untuk menjerumuskannya ke dalam dosa dan maksiat, lalu ia kembali dalam keadaan merugi. Dan sebaliknya, apabila seorang hamba tidak menjaga celah-celah dan pintu-pintu itu, tentu syetan mendapatkan jalan kepadanya. Celah-celah dan pintu-pintu tersebut memudahkannya menyerang hamba tersebut dan menjerumuskannya ke dalam perbuatan maksiat sedikit demi sedikit.<br />
<span style="font-weight:bold;">Celah-celah ini adalah</span>: <span style="font-style:italic;">pandangan mata, bisikan hati, ucapan lisan dan langkah kaki.</span><br />
Ibnu al-Qayyim rahimahullah telah berbicara tentang empat celah ini, menjelaskan bahaya melalaikannya, dan tata-cara menjaganya, supaya hamba selamat dari serangan syetan dan bisikannya. Di antara perkataan Ibnu al-Qayyim rahimahullah: &#8216;Manakala langkah pertama maksiat tersebut adalah dari sisi pandangan mata, dijadikanlah perintah menundukkan pandangan didahulukan terhadap memelihara kemaluan. Sesungguhnya segala peristiwa berawal dari pandangan, sebagaimana api besar bersumber dari percikan api kecil. Maka berawal dari pendangan mata, kemudian bisikan hati, kemudian langkah, kemudian kesalahan.&#8217;<br />
Dan karena sebab inilah dikatakan: B<span style="font-style:italic;">arangsiapa yang memelihara empat perkara ini niscaya ia memelihara agamanya: pandangan mata, bisikan hati, ucapan lisan, dan langkah kaki.</span><br />
Maka hamba harus menjadi penjaga dirinya terhadap empat pintu ini dan selalu menjaga celah-celahnya karena musuh akan masuk melaluinya, lalu menyerang secara merajalela dan membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang dia kuasai. Oleh karena kebanyakan masuknya maksiat terhadap seorang hamba berasal dari empat pintu ini.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Pertama: Pandangan Mata</span></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio6jPbh12I/AAAAAAAAAVA/fSIgca9GNsU/s1600-h/Pandangan+mata.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:141px;height:105px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio6jPbh12I/AAAAAAAAAVA/fSIgca9GNsU/s320/Pandangan+mata.jpeg" border="0" alt="" /></a>Adapun pandangan adalah pemandu syahwat dan utusannya. Dan menjaganya adalah dasar untuk menjaga kemaluan. Maka barangsiapa yang melepaskan pandangannya, berarti ia mendatangkan dirinya kepada sumber-sumber kebinasaan. Nabi Muhammad SAW bersabda:<br />
لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ اْلأُوْلَى وَلَيْسَتْ لَكَ اْلآخِرَةُ.<br />
&#8220;Janganlah engkau meneruskan pandangan pertama dengan pandangan kedua, sesungguhnya hanya boleh bagimu pada pandangan pertama, dan tidak boleh pada pandangan kedua.&#8221; HR. Ahmad.<br />
Dan beliau bersabda:<br />
إِيَّاكُمْ وَاْلجُلُوْسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ. قَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ, مَجَالِسُنَا مَالَنَا بُدٌّ مِنْهَا. قَالَ: إِنْ كُنْتُمْ لاَ بُدَّ فَاعِلِيْنَ, فَأَعْطُوْا الطَّرِيْقَ حَقَّهُ. قَالُوْا: وَمَا حَقُّهُ؟ قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ اْلأَّذَى وَرَدُّ السَّلاَمِ.<br />
&#8220;Hindarilah duduk-duduk di jalanan.&#8217; Mereka berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, ia adalah mejelis-majelis kami, kami tidak bisa meninggalkannya.&#8217; Beliau bersabda, &#8216;Jika kamu memang tetap melakukan, maka berikanlah hak jalanan.&#8217; Mereka bertanya, &#8216;Apakah haknya?&#8217; Beliau menjawab, Menahan pandangan, tidak mengganggu, dan menjawab salam.&#8221; Muttafaqun &#8216;alaih.<br />
Pandangan mata umumnya merupakan sumber berbagai peritiwa yang menimpa manusia. Sesungguhnya pandangan melahirkan bisikan hati. Kemudian bisikan hati melahirkan pikiran. Kemudian pikiran melahirkan syahwat. Kemudian syahwat melahirkan keinginan. Kemudian keinginan itu bertambah kuat, lalu menjadi semangat yang mantap. Lalu terjadilah perbuatan dan memang mesti terjadi, selama tidak ada penghalang. Dan dalam hal ini dikatakan: (sabar terhadap pandangan mata lebih mudah daripada sabar terhadap yang sesudahnya).</p>
<p>Bahaya pandangan: mengakibatkan kerugian dunia akhirat.<br />
Seorang Penyair berkata:<br />
Dan apabila engkau melepaskan pandangan matamu sebagai pemandu- bagi hatimu pada suatu hari, niscaya segala pandangan itu menyusahkan engkau.<br />
Engkau melihat yang tidak semuanya engkau mampu- atasnya dan tidak pula engkau sabar dari sebagiannya.<br />
Berapa banyak orang yang melepaskan pandangannya, maka ia ia tidak bisa berlepas diri darinya melainkan telah berlumuran darah di antaranya dalam keadaan terbunuh.<br />
Dan yang aneh, pandangan mata orang yang memandang merupakan panah yang tidak sampai kepada yang dipandang, sehingga ia menyediakan tempat di hati yang memandang.<br />
Dan yang lebih aneh dari hal itu, sesungguhnya pandangan menorehkan luka di hati, maka diikuti torehan luka yang lain. Kemudian perihnya luka tidak dapat menghalanginya untuk mengulanginya. Dan sungguh dikatakan: &#8216;Menahan pandangan mata lebih mudah daripada terus merugi&#8217;.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kedua: Bisikan hati</span></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio67MoKDtI/AAAAAAAAAVI/N1hTGI7Gm0Q/s1600-h/hati.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:130px;height:130px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio67MoKDtI/AAAAAAAAAVI/N1hTGI7Gm0Q/s320/hati.jpeg" border="0" alt="" /></a>Adapun bisikan hati, maka urusannya lebih sulit. Sesungguhnya ia adalah sumber kebaikan dan keburukan. Darinya terlahir segala keinginan, rencana dan semangat. Maka barangsiapa yang menjaga bisikan hatinya, niscaya ia telah memegang tali kendali dirinya dan menguasai hawa nafsunya. Dan barangsiapa yang dikuasai oleh bisikan hatinya, maka hawa nafsunya lebih menguasainya. Dan barangsiapa yang meremehkan bisikan hatinya, niscaya ia akan menuntunnya kepada kebinasaan secara paksa.<br />
Dan bisikan hati senantiasa mendatangi hati, sehingga ia menjadi angan-angan yang batil:<br />
كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْئَانُ مَآءً حَتَّى إِذَا جَآءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ<br />
laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. An-Nuur :39)</p>
<p>. <span style="font-weight:bold;">Angan-angan palsu:</span></p>
<p>Manusia yang paling rendah cita-citanya dan paling hina jiwanya adalah orang yang senang menukar realita dengan angan-angan palsu, menariknya untuk dirinya, dan berpakaian dengannya. Padahal –demi Allah- ia adalah modal orang-orang yang rugi dan pusat perdagangan para penganggur. Ia adalah makanan jiwa yang kosong, yang merasa cukup menyambung dengan kekuatan khayalan dan meninggalkan realita menuju angan-angan palsu.<br />
Ia adalah yang paling berbahaya terhadap manusia, melahirkan kelemahan dan kemalasan, dan melahirkan kerugian dan penyesalan.<br />
<span style="font-weight:bold;">. Pembagian bisikan hati:</span><br />
Kemudian setelah itu, bisikan-bisikan hati terdiri dari beberapa bagian yang berkisar di atas empat dasar:<br />
1. Bisikan hati yang menarik manfaat-manfaat duniawi.<br />
2. Bisikan hati yang menarik bahaya-bahaya duniawi.<br />
3. Bisikan hati yang menarik kepentingan-kepentingan akhirat.<br />
4. Bisikan hati yang menarik bahaya-bahaya akhirat.<br />
Maka hendaklah hamba memperhitungkan bisikan hati, pikiran, dan cita-citanya pada empat bagian ini. Apabila bisikan-bisikan hati saling bertabrakan karena begitu banyak ketergantungannya, ia mendahulukan yang lebih penting yang dikhawatirkan terlepasnya dan menunda yang kurang penting dan tidak dikhawatirkan lepasnya.<br />
Maka bisikan hati dan pikiran orang yang berakal tidak melewati hal itu. Dengan hal itulah datangnya syari&#8217;at. Dan segala kepentingan dunia dan akhirat tidak berdiri kecuali atas hal itu. Dan pemikiran yang paling tinggi, paling besar, dan paling bermanfaat adalah: yang untuk Allah SWT dan negeri akhirat. Dan pemikiran yang karena Allah SWT terdiri beberapa macam:<br />
<span style="font-style:italic;">Pertama:</span> memikirkan ayat-ayat yang diturunkan dan merenunginya, serta memahami kehendak-Nya darinya. Dan karena sebab itulah Allah SWT menurunkannya, tidak hanya sekedar membacanya, tetapi membaca adalah sarana.<br />
Sebagian salaf berkata, Allah SWT menurunkan al-Qur`an untuk diamalkan, maka jadilah membacanya sebagai amal.<br />
<span style="font-style:italic;">Kedua</span>: memikirkan ayat-ayat yang disaksikan dan mengambil pelajaran darinya, serta mengambil dalil dengannya atas asma, sifat, hikmah, ihsan, kebaikan, dan kemurahan-Nya.<br />
<span style="font-style:italic;">Ketiga</span>: memikirkan segala karunia, ihsan, dan nikmat-Nya terhadap makhluk-Nya dengan berbagai macam nikmat, keluasan rahmat, ampunan, dan santun-Nya.<br />
<span style="font-style:italic;">Keempat</span>: Memikirkan aib diri dan penyakitnya, dan pada aib amal.<br />
<span style="font-style:italic;">Kelima</span>: Memikirkan kewajiban terhadap waktu dan tugasnya, serta mengumpulkan semua cita-cita atasnya.<br />
Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa mengatur waktunya dengan baik. Karena jika ia menyia-nyiakannya, niscaya sia-sialah segala mashlahatnya. Sesungguhnya semua mashlahat bermula dari waktu, dan jika ia menyia-nyiakannya niscaya ia tidak bisa menyusulnya untuk selamanya.</p>
<p>. <span style="font-weight:bold;">Nilai waktu:</span><br />
Imam asy-Syafii rahimahullah berkata: &#8216;Aku telah bergaul dengan kalangan sufi, maka aku tidak mendapatkan faedah dari mereka selain dua huruf: salah satunya adalah ucapan mereka: &#8216;Waktu adalah pedang, jika engkau memotongnya (engkau beruntung) dan jika tidak niscaya ia memotongmu.&#8217; Kedua: jiwamu, jika engkau tidak menggunakannya dengan benar, dan jika tidak niscaya ia menggunakan engkau dengan kebatilan.&#8217;<br />
Pada hakekatnya, waktu manusia adalah usianya. Ia adalah sumber kehidupannya yang abadi dalam kenikmatan yang tetap, dan sumber kehidupannya yang sempit dalam siksaan yang pedih. Ia berlalu lebih cepat daripada awan. Jika waktunya yang digunakan untuk Allah SWT dan karena-Nya, maka ialah hidup dan usianya. Dan selain yang demikian itu tidak terhitung dalam kehidupannya. Dan jika ia hidup padanya, ia hidup seperti kehidupan binatang. Apabila ia menghabiskan waktunya dalam lupa, syahwat, dan angan-angan palsu dan sebaik-baik yang memotongnya adalah tidur dan menganggur. Maka kematian ini lebih baik daripada hidupnya.<br />
Apabila seorang hamba –dan ia sedang shalat- ia tidak mendapatkan apa-apa dari shalatnya kecuali yang ia ingat darinya, maka tidak ada untuknya dari umurnya kecuali yang diperuntukkan untuk Allah SWT dan karena-Nya.<br />
Dan bisikan-bisikan hati dan pikiran selain bagian ini, maka bisa jadi ia adalah was-was syetan dan bisa jadi angan-angan palsu dan penipuan yang bohong, seperti bahaya orang-orang yang sakit di akal mereka, berupa orang-orang yang mabok dan pecandu narkotik.<br />
Kondisi orang-orang tersebut mengatakan saat terbukanya kebenaran:<br />
Jika kedudukanku di padang mahsyar di sisimu &#8211; apa yang telah kutemui, sungguh aku telah menyia-nyiakan hari-hariku<br />
Angan-angan yang didapatkan jiwaku di satu masa- dan pada hari ini aku menganggapnya bagaikan mimpi-mimpi kosong.<br />
Dan ketahuilah, sesungguhnya datangnya bisikan hati tidak berbahaya. Yang berbahaya hanyalah panggilan dan percakapannya. Bisikan hati bagaikan orang yang lewat di jalan. Jika engkau tidak memanggilnya dan engkau membiarkannya, niscaya ia lewat dan berlalu dari engkau. Dan jika engkau memanggilnya, niscaya ia menyihir engkau dengan omongan, tipu daya dan kepalsuannya. Bisikan hati adalah yang paling ringan terhadap jiwa kosong yang sedang menganggur, dan yang paling berat atas hati dan jiwa mulia yang tenang.<br />
Maka manusia paling sempurna adalah yang paling banyak bisikan hati, pemikiran, dan keinginan dalam memperoleh keridhaan Rabbnya. Sebagaimana manusia yang paling kurang adalah yang paling banyak bisikan hati, pemikiran dan keinginan untuk bagian dan hawa nafsunya di manapun ia berada.<br />
Inilah Umar bin Khaththab , bisikan-bisikan hati saling berdesakan dalam mendapatkan ridha Rabb . Maka terkadang ia menggunakannya dalam shalat, dan ia menyiapkan tentaranya, sedangkan dia dalam shalat. Berarti ia telah menggabungkan di antara jihad dan ibadah. Dan ini adalah bab masuknya berbagai macam ibadah dalam satu ibadah.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Ketiga: Ucapan lisan</span></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio7Jvc824I/AAAAAAAAAVQ/Go3HUHYD1lc/s1600-h/ucapan+lisan.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:101px;height:115px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio7Jvc824I/AAAAAAAAAVQ/Go3HUHYD1lc/s320/ucapan+lisan.jpeg" border="0" alt="" /></a><br />
Adapun ucapan adalah menjaganya agar tidak keluar ucapan yang percuma, tidak berbicara kecuali pada sesuatu yang diharapkan keuntungan dan faedah dalam agamanya. Apabila ia ingin berbicara satu kata, ia berpikir: apakah ia mendapatkan keuntungan dan faedah ataukah tidak? Maka jika tidak ada keuntungan padanya, ia berpikir: apakah ia akan kehilangan kata yang lebih menguntungkan darinya, maka ia tidak menyia-nyiakannya dengan ini?<br />
Dan apabila engkau ingin mengambil bukti terhadap yang ada di dalam hati, maka ambillah bukti atasnya dengan gerakan lisan. Sesungguhnya ia memperlihatkan kepadamu apa yang ada dalam hati. Pemiliknya menghendaki atau tidak.<br />
Yahya bin Mu&#8217;adz berkata: hati itu seperti panci, mendidih dengan apa yang ada padanya, dan lisannya adalah gayungnya. Maka perhatikanlah seorang laki-laki saat berbicara, sesungguhnya lisannya menimba untukmu sesuatu yang ada dalam hatinya, manis dan asam, tawar dan asin, dan selain yang demikian itu. Dan menjelaskan kepadamu rasa hatinya dengan gayungan lisannya.<br />
Dalam hadits Anas  yang marfu&#8217;:<br />
لاَ يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ وَلاَ يَسْتَقِيْمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيْمُ لِسَانُهُ<br />
&#8220;Tidak istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya, dan tidak istiqamah hatinya sehingga istiqamah lisannya.&#8221; HR. Ahmad, dan baginya ada beberapa syahid).<br />
وَسُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ؟ فَقَالَ: الفَمُ وَالْفَرَجُ.<br />
Dan Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka? Beliau menjawab, &#8216;Mulut dan kemaluan.&#8221; (HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata: hasan shahih).<br />
Dan anehnya, sesungguhnya manusia bisa dengan mudah menjaga diri dari memakan yang haram, berbuat zalim, berzina, mencuri, meminum arak, memandang yang diharamkan dan selain yang demikian itu, dan sangat sulit atasnya menjaga diri dari gerakan lisannya. Dan berapa banyak engkau melihat laki-laki yang wara&#8217; (menjaga diri) dari perbuatan keji dan zalim, sedangkan lisannya memfitnah pada kehormatan orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia, dan ia tidak perduli dengan ucapannya.<br />
Dan dari Abu Hurairah , dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:<br />
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيْهَا, يَهْوِي بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ<br />
&#8220;Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kata yang tidak jelas padanya, dia terjerumus dengan sebabnya di neraka lebih jauh di antara Timur dan Barat.&#8221; HR. Muslim.<br />
Dan dalam ash-Shahihain, dari hadits Abu Hurairah , dalam hadits marfu&#8217;:<br />
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ.<br />
&#8220;Barangsiapa yang beriman kepada Allah  dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.&#8221;<br />
Sebagian salaf berkata: &#8216;Setiap ucapan anak manusia adalah membahayakannya, tidak berguna baginya, kecuali zikir kepada Allah SWT dan yang mengikutinya.&#8217;</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Keempat: langkah kaki</span></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio7UJYGgtI/AAAAAAAAAVY/cSaVVzcngtg/s1600-h/langkah+kaki.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:136px;height:71px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio7UJYGgtI/AAAAAAAAAVY/cSaVVzcngtg/s320/langkah+kaki.jpeg" border="0" alt="" /></a><br />
Adapun langkah kaki, maka memeliharanya adalah dengan cara tidak melangkahkan kakinya kecuali pada sesuatu yang dia mengharapkan pahalanya. Maka jika tidak ada tambahan pahala dalam langkahnya, maka duduk darinya lebih baik baginya. Dan ia bisa mengeluarkan diri dari setiap langkah yang mubah (boleh) menjadi ibadah dengannya dan meniatkannya karena Allah SWT, maka langkahnya menjadi ibadah.<br />
Dan tatkala tergelincir itu ada dua: tergelincir kaki dan tergelincir lisan, datanglah salah satu dari keduanya disertai yang lain dalam firman Allah SWT:<br />
وَعِبَادُ الرَّحْمَانِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى اْلأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَاخَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلاَمًا<br />
Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. Al-Furqan:63)<br />
Maka Dia ( Allah SWT ) memberikan sifat istiqamah kepada mereka pada ucapan lisan dan langkah kaki mereka, sebagaimana Dia ( Allah SWT ) menggabungkan di antara pandangan mata dan bisikan hati dalam firman-Nya ( Allah SWT ):<br />
يَعْلَمُ خَآئِنَةَ اْلأَعْيُنِ وَمَاتُخْفِي الصُّدُورُ<br />
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. (QS. Ghafir:19)<br />
Dan Allah SWT tempat meminta pertolongan, Dia yang mencukupkan kita dan sebaik-baik berserah diri. Semoga rahmat Allah SWT dan kesejahteraanNya selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.<br />
Diterjemahkan dari risalah &#8216;Madakhil asy-Syaithan li ighwai al-Insan&#8217;  min kalam al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.<br />
Dipilih dan diringkas oleh divisi ilmiyah Dar al-Wathan.</p>
<br />Posted in Artikel islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=90&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/06/godaan-syetan-untuk-menyesatkan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio6jPbh12I/AAAAAAAAAVA/fSIgca9GNsU/s320/Pandangan+mata.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio67MoKDtI/AAAAAAAAAVI/N1hTGI7Gm0Q/s320/hati.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio7Jvc824I/AAAAAAAAAVQ/Go3HUHYD1lc/s320/ucapan+lisan.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sio7UJYGgtI/AAAAAAAAAVY/cSaVVzcngtg/s320/langkah+kaki.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fase Tua Renta</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/fase-tua-renta/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/fase-tua-renta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 06:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Fase Tua Renta Masa tua renta adalah fase kembalinya seseorang seperti anak-anak. Tanpa keceriaan anak-anak dan kepolosan mereka yang disenangi semua orang! Orang tua itu terus kembali ke belakang. Kemudian ia melupakan apa yang telah ia ketahui, sarafnya melemah, pemikirannya melemah, daya tahannya melemah, hingga akhirnya ia menjadi anak-anak. Namun jika anak-anak itu disenangi bicaranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=86&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fase Tua Renta</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiixVkpeAUI/AAAAAAAAAU4/U36W4srsOyE/s1600-h/tua+renta+2.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:95px;height:94px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiixVkpeAUI/AAAAAAAAAU4/U36W4srsOyE/s320/tua+renta+2.jpeg" border="0" alt="" /></a><br />
Masa tua renta adalah fase kembalinya seseorang seperti anak-anak. Tanpa keceriaan anak-anak dan kepolosan mereka yang disenangi semua orang! Orang tua itu terus kembali ke belakang. Kemudian ia melupakan apa yang telah ia ketahui, sarafnya melemah, pemikirannya melemah, daya tahannya melemah, hingga akhirnya ia menjadi anak-anak. Namun jika anak-anak itu disenangi bicaranya yang salah-salah dan menarik hati dan perhatian setiap kali ia berbuat kekeliruan , maka seorang tua renta itu sebaliknya.</p>
<p>Setiap kali orang tua melakukan kesalahan, maka hanya mengundang rasa kasihan. Dia juga menjadi bahan olok-olokan ketika padanya tampak tanda-tanda kekanak-kanakan, sementara ia adalah seorang yang tua renta. Dan, setiap kali ia menjadi makin bodoh, maka punggungnya menjadi bengkok karena tua.</p>
<p>Perjalanan manusia adalah perjalan panjang, panjang perjalanan itu digambarkan oleh Al-Quran dengan perputaran perjalanan itu. Penggambaran itu begitu jelas disentuh Al-Quran, sehingga memberikan pengaruh yang mendalam, dan ia seakan-akan hadir di depan mata. Ia adalah perjalanan yang penuh sugesti bagi orang-oang yang mempunyai hati, atau mendengar sambil melihat. Allah berfirman:</p>
<p>الله الذي خَلَقَكُمْ مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً</p>
<p>&#8220;Allah menciptakan kalian dalam keadaan lemah. Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. Lalu dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban..&#8221; (QS Ar-Rum : 54)</p>
<p>Dalam ayat tersebut, Allah tidak mengatakan &#8220;Menciptakan kalian lemah&#8221;. Tapi Ia mengatakan: “Menciptakan kalian dari keadaan lemah. Ada kata “min” di sana yang berarti “dari” sehingga seakan-akan kelemahan itu merupakan materi pertama mereka yang darinya bangunan tubuh mereka diciptakan. Perhatikanlah bayi.. Bahkan mengangkat kepalapun ia tak mampu, apalagi untuk berdiri, ia hanya mampu menangis ketika menginginkan sesuatu.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiixP0cdKPI/AAAAAAAAAUw/ARe32XGgz1w/s1600-h/tua+renta1.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:91px;height:127px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiixP0cdKPI/AAAAAAAAAUw/ARe32XGgz1w/s320/tua+renta1.jpeg" border="0" alt="" /></a>Kelemahan yang disebut oleh ayat di atas mempunyai beberapa makna dan bentuk dalam diri manusia. Kelemahan manusia itu nampak dari lemahnya tubuh yang terbentuk dari sel-sel yang kecil dan darinya tumbuh janin manusia. Kemudian dalam janin ada fase-fasenya, yang pada semuanya itu ia rapuh dan lemah.</p>
<p>Kemudian kelemahan materi asal pembentukan manusia. Yaitu tanah, yang jika tidak ada tiupan ruh dari Allah, niscaya ia masih dalam bentuk materiilnya. Hal itu jika dibandingkan dengan penciptaan manusia merupakan sesuatu yang lemah sekali.</p>
<p>Lalu kelemahan lainnya adalah dalam bangunan kejiwaan manusia di hadapan godaan, keinginan, dorongan, kecenderungan, dan syahwat. Jika tidak ada tiupan ilahi dan tekad serta kesiapan yang Allah ciptakan dalam sosok manusia itu niscaya ia akan menjadi makhluk yang lebih lemah dan hina dari hewan yang hanya mengandalkan insting.<br />
Hal ini senada dengan firman Allah:</p>
<p>خُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا</p>
<p>“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”</p>
<p>Dan yang sangat menarik adalah kelemahan atas syahwat dalam ayat 28 surat An-nisa ini disebutkan setelah Allah menjelaskan dalam ayat sebelumnya tentang keinginan Allah untuk menerima taubat hambanya, “Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginan syahwatnya agar kamu berpaling sejauh-jauhnya”.</p>
<p>Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan, “bahwa kelemahan ini dalam urusan perempuan, hilangnya akal sehat seseorang apabila ia berada di sisi perempuan.”</p>
<p>Lalu ayat ini dilanjutkan</p>
<p>ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةٍ</p>
<p>&#8220;Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat..&#8221;</p>
<p>Kekuatan yang Allah anugrahkan ini kadangkala membuat seseorang yang sampai pada fase ini banyak yang lalai ketika ia mendapatkan kekuatan badan, kekuatan otak dan pikiran, bahkan kekuatan ekonomi dan kekayaan, ia melupakan hakekat untuk apa ia diberikan kekuatan itu. Kesadaran itu kadang baru tumbuh ketika ia dikembalikan pada fase berikutnya.</p>
<p>&#8220;lalu dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban..&#8221;</p>
<p>Kelemahan yang meliputi setiap kondisi seorang sudah tua. Karena usia tua merupakan penurunan ke arah kondisi kanak-kanak dengan semua bentuknya. Bisa pula disertai dengan kelemahan jiwa, kelemahan akal dan fikiran, menjadi lupa dan bodoh kembali. Bersamaan dengan ketuaannya adalah tumbuhnya uban di kepala.</p>
<p>Inilah fase-fase yang dilewati oleh setiap manusia yang fana ini, dan pasti dirasakan oleh orang-orang yang diberikan usia panjang dan tak pernah melambat sedikitpun pada waktu yang telah ditetapkan. Fase-fase yang dialami oleh sosok manusia itu menjadi bukti bahwa ia berada dalam genggaman Allah yang maha mengatur, menciptakan apa yang Dia kehendaki.</p>
<p>Usia seseorang akan terus beranjak menjadi semakin senja, namun usia senja itu akan terasa berkah jika dihiasi dengan banyak amal sholeh, karena memang pada masa senjalah saat-saat di mana seorang kembali merenungi dirinya dan dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadap Allah.</p>
<p>Dari Anas ra, Rosulullah bersabda:</p>
<p>أن النبي صلى الله عليه و سلم قال : إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قال : فقيل : كيف يستعمله ؟ قال : يوقفه لعمل صالح قبل الموت</p>
<p>“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, Ia akan mempergunakannya. Maka ditanya: “Bagaimana Allah mempergunakannya?” Rosulullah bersabda: “Ia beri taufik untuk beramal sholeh sebelum kematian”.</p>
<p>Dalam sabda yang lain juga Rosulullah menyampaikan;</p>
<p>جابر بن عبد الله يقول : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ألا أنبئكم بخياركم من شراركم قالوا : بلى قال : خياركم أطولكم أعمارا و أحسنكم عملا</p>
<p>“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang terbaik di antara kalian dari yang terburuk?” Para sahabat menjawab: Mau. Rosulullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling panjang umurnya dan paling bagus amalnya.”</p>
<p>Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan kepada kita dengan amal sholeh di sisa-sisa usia kita.. Amiin ya rabbal ‘alamin.</p>
<p>Wallahu a’lam bisshowab.</p>
<br />Posted in Artikel islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=86&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/fase-tua-renta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiixVkpeAUI/AAAAAAAAAU4/U36W4srsOyE/s320/tua+renta+2.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiixP0cdKPI/AAAAAAAAAUw/ARe32XGgz1w/s320/tua+renta1.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ruang Keluarga Modern dan Maskulin</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/ruang-keluarga-modern-dan-maskulin/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/ruang-keluarga-modern-dan-maskulin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 01:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[bangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Ruang Keluarga Modern dan Maskulin Ruang keluarga bergaya modern. Tidak banyak permainan warna dan motif. Desain furnitur simpel dan praktis. RUANG keluarga dilengkapi dengan sofa L enam dudukan. Warnanya cokelat tua. Dipilih untuk memunculkan kesan hangat dan nyaman. Warna sofa ini dibuat senada dengan warna coffe table. Biasanya gaya maskulin, tidak menggunakan banyak bantal pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=84&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://edysusiloklego.blogspot.com/2009/06/ruang-keluarga-modern-dan-maskulin.html">Ruang Keluarga Modern dan Maskulin</a></h3>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SihquG0HqvI/AAAAAAAAAUI/MiNTLub8DIY/s1600-h/rumah+maskulin.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:298px;height:225px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SihquG0HqvI/AAAAAAAAAUI/MiNTLub8DIY/s320/rumah+maskulin.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="font-style:italic;">Ruang keluarga bergaya modern. Tidak banyak permainan warna dan motif. Desain furnitur simpel dan praktis.</span></p>
<p>RUANG keluarga dilengkapi dengan sofa L enam dudukan. Warnanya cokelat tua. Dipilih untuk memunculkan kesan hangat dan nyaman. Warna sofa ini dibuat senada dengan warna coffe table.</p>
<p>Biasanya gaya maskulin, tidak menggunakan banyak bantal pada sofa. Namun, agar ruangan tidak berkesan monoton, ditambahkanlah bantal pada sofa. Permainan berbagai motif, seperti motif garis dan sisik ikan, tampil pada penataan bantal. Pilihan warna dan motif bantal juga dibuat selaras dengan warna furnitur.</p>
<p>Pada sudut ini, warna ruangan dibuat bergradasi dari warna terang ke gelap. Putih pada dinding, cokelat pada furnitur, dan hitam pada beberapa bantal. Setiap benda yang ada dalam ruangan, mewakili warna-warna dalam deretan gradasi. Sehingga tampilannya tetap rapi, walaupun ada beberapa motif yang sengaja &#8220;ditabrakkan&#8221;.</p>
<p>Sebagai aksen ruangan, ada beberapa lukisan kain. Lukisan tersebut sebenarnya terbuat dari kain-kain bahan upholstery (penutup sofa). Ide kreatif ini bisa menjadi alternatif. Terutama jika Anda kesulitan mendapatkan hiasan dinding yang pas dengan ruangan. Lukisan kain ini juga bisa disesuaikan dengan warna dan motif furnitur.</p>
<br />Posted in bangunan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=84&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/ruang-keluarga-modern-dan-maskulin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SihquG0HqvI/AAAAAAAAAUI/MiNTLub8DIY/s320/rumah+maskulin.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KASIAT TUMBUH-TUMBUHAN</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/kasiat-tumbuh-tumbuhan/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/kasiat-tumbuh-tumbuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 01:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[KASIAT TUMBUH-TUMBUHAN JAHE ( Zingiber Officinale ) Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=82&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">KASIAT TUMBUH-TUMBUHAN</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">JAHE ( Zingiber Officinale )</span><br />
<a href="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzi6MTqFI/AAAAAAAAAUY/XeIQlKjnTYI/s1600-h/JAHE+TONGKOL.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:137px;height:128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzi6MTqFI/AAAAAAAAAUY/XeIQlKjnTYI/s320/JAHE+TONGKOL.jpeg" border="0" alt="" /></a><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzeu6KIcI/AAAAAAAAAUQ/2BAi5oWytro/s1600-h/JAHE+TUMBUH.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:113px;height:124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzeu6KIcI/AAAAAAAAAUQ/2BAi5oWytro/s320/JAHE+TUMBUH.jpeg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.<br />
Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain.<br />
Manfaat jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :</p>
<p>* Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.<br />
* Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.<br />
* Jahe merah<br />
Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.</p>
<p>Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif<br />
(peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">KUNYIT ( Curcuma domestica Val. )</span><br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihz44UslJI/AAAAAAAAAUo/0vffQZmWZpU/s1600-h/TUMBUHAN+KUNIYT.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:137px;height:103px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihz44UslJI/AAAAAAAAAUo/0vffQZmWZpU/s320/TUMBUHAN+KUNIYT.jpeg" border="0" alt="" /></a><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzz67qiyI/AAAAAAAAAUg/-CfrI2P8d8k/s1600-h/KUNYIT+TONGKOL.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:123px;height:137px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzz67qiyI/AAAAAAAAAUg/-CfrI2P8d8k/s320/KUNYIT+TONGKOL.jpeg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.<br />
Jenis Curcuma domestica Val, C. domestica Rumph, C. longa Auct, u C. longa<br />
Linn, Amomum curcuma Murs. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya.<br />
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena<br />
berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan<br />
gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu:<br />
sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik,<br />
bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit<br />
itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba,<br />
pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan<br />
kolesterol, serta sebagai pembersih darah.</p>
<br />Posted in Kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=82&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/05/kasiat-tumbuh-tumbuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzi6MTqFI/AAAAAAAAAUY/XeIQlKjnTYI/s320/JAHE+TONGKOL.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzeu6KIcI/AAAAAAAAAUQ/2BAi5oWytro/s320/JAHE+TUMBUH.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihz44UslJI/AAAAAAAAAUo/0vffQZmWZpU/s320/TUMBUHAN+KUNIYT.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sihzz67qiyI/AAAAAAAAAUg/-CfrI2P8d8k/s320/KUNYIT+TONGKOL.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kuasai Kekuatan Mimpi</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/kuasai-kekuatan-mimpi/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/kuasai-kekuatan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 06:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasai Kekuatan Mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Kuasai Kekuatan Mimpi Semua orang sukses punya sesuatu yang sama yaitu mereka punya mimpi. Mimpi mereka menjaaga mereka agar tetap teguh. Mimpi memotivasi anda agar terus berjalan meskipun mengalami banyak kesulitan. mimpi juga nebyalakan mesin didalam setiap diri setiap orang. Ia membakar dan mencetak suatu gambaran yang jelas dibelakang pikiran yang sukses. Suatu hari seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=78&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="3477540713856645952"></a></p>
<h3><a href="http://edysusiloklego.blogspot.com/2009/06/kuasai-kekuatan-mimpi.html">Kuasai Kekuatan Mimpi</a></h3>
<p>Semua orang sukses punya sesuatu yang sama yaitu mereka punya mimpi. Mimpi mereka menjaaga mereka agar tetap teguh. Mimpi memotivasi anda agar terus berjalan meskipun mengalami banyak kesulitan.<br />
mimpi juga nebyalakan mesin didalam setiap diri setiap orang.<br />
Ia membakar dan mencetak suatu gambaran yang jelas dibelakang pikiran yang sukses.</p>
<p>Suatu hari seseorang ayah dan anaknya berkunjung ke kebun binatang. Di depan pintu gerbang, mereka mampir ke toko suvernir. Sang anak sangat menyukai sebuah mainan mobil-mobilan yang menyerupai mobil BMW terbaru. Ia minta sang ayah membelikannya.<br />
Sang ayah bilang &#8221; Nak, ini terlalu mahal. Ayah akan belikan nanti kalau sudah punya uang &#8220;<br />
Sang anak sangat kecewa.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLE64U4pI/AAAAAAAAAPA/h5J1uY7IuUE/s1600-h/bmw.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:150px;height:113px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLE64U4pI/AAAAAAAAAPA/h5J1uY7IuUE/s320/bmw.jpeg" border="0" alt="" /></a><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLUuIEAlI/AAAAAAAAAPI/h7MHI2oGfcc/s1600-h/bmw2.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:150px;height:113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLUuIEAlI/AAAAAAAAAPI/h7MHI2oGfcc/s320/bmw2.jpeg" border="0" alt="" /></a><br />
Pada malam harinya mereka pergi ke sebuah restoran lokal dengan seluruh anggota keluarga. Didepan pintu, mereka melihat mobil BMW terbaru sedang parkir.<br />
Sang anak berkata pada sang ayah.&#8221; Papa , saya akan beli mobil ini untuk papa nanti kalau saya sudah punya uang.&#8221;<br />
Sang ayah menangis terharu.<br />
Pada saat itu ia bersumpah pada dirinya sendiri untuk punya mobil seperti suatu hari.<br />
Ia tiba-tiba dapat dengan jelas mencetak gambar mobil BMW itu dalam pikirannya.<br />
Mobil itu telah menjadi mimpinya. Orang ini kemudian mencetak mimpinya dengan kekuatannya dengan mengikuti bisnis jaringan. Dan beberapa tahun kemudian ia tidak hanya membawa mobil BMW itu untuk anaknya, ia juga keluar dari pekerjaanya sehari-hari dan mempunyai penghasilan penghasilan terbesar dengan rumah mewah, Jet pribadi dan sebuah kapal pesiar.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLeWFlngI/AAAAAAAAAPQ/Jnq89qIdiAg/s1600-h/kapal+pesiar.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:137px;height:103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLeWFlngI/AAAAAAAAAPQ/Jnq89qIdiAg/s320/kapal+pesiar.jpeg" border="0" alt="" /></a><a href="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYMfsBqZAI/AAAAAAAAAPg/baM1eo7KMvM/s1600-h/kapal+pesiar+2.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:143px;height:107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYMfsBqZAI/AAAAAAAAAPg/baM1eo7KMvM/s320/kapal+pesiar+2.jpeg" border="0" alt="" /></a></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Inilah kekuatan Mimpi</span></p>
<p>Untuk menciptakan mimpi ( menyedihkan bahwa banyak orang tidak punya mimpi ).<br />
Anda harus sedikit memaksanya karena manusia biasa mudah terlena . Suatu waktu mungkin anda berkata kepada diri sendiri &#8221; Aduh! Saya mimpi punya rumah seperti itu&#8221;</p>
<p>Sekarang anda tinggal menangkap mimpi itu menjadi gambar. AMbilah sebuah buku gambar dan mulai mengambar rumah idaman Anda, atau apa saja. Anda lihat gambar itu setiap hari dan meyakinkan diri sendiri bahwa anda akan dapat mimpi itu.</p>
<p>Mungkin terlihat aneh oleh pasangan hidup Tetapi jikan anda cerita kepadanya mengapa anda berbuat seperti itu, ia akan mengerti.</p>
<p>Ada cerita yang agak berbeda . Seseorang menginginkan sebuah mobil sport. Maka ia potong gambar mobil impiannya dari sebuah majalah dan ditempelkan kekaca dan dinding kamarnya. Sang Istri tidak menyukainya. Jadi ia ambil gambar-gambar itu ketika suaminya pergi bekerja. Ia taruh kembali semuanya sebelum suaminya pulah ke rumah.</p>
<p>setelah beberapa bulan , suatu hari sang suami tdk kunjung datang pada jam biasanya pulang. Sang istri kecewa sekali. Ia buang semua gambar mobil itu.Sang suami akhirnya pulang larut malam. Ia ketuk pintu, sanag istri membuka pintu, Betapa terkejutnya sang istri mendapati suaminya berada disamping mobil sport idamannya.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYNVsusjLI/AAAAAAAAAP4/XYQP9jLk8U8/s1600-h/mobil+sport+2.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:150px;height:105px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYNVsusjLI/AAAAAAAAAP4/XYQP9jLk8U8/s320/mobil+sport+2.jpeg" border="0" alt="" /></a><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYNRdkKpAI/AAAAAAAAAPw/bTiV_jVrzAs/s1600-h/mobil+sport.jpeg"><img style="cursor:pointer;width:150px;height:113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYNRdkKpAI/AAAAAAAAAPw/bTiV_jVrzAs/s320/mobil+sport.jpeg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Besok paginya sudah ada gambar mantel bulu dikaca.</p>
<p>Kuncinya adalah mengulanginya. Banyak orang berhenti melakukannya setelah beberrapa kali mencoba. Sekali lagi ini kembali ke seberapa kuat mimpi anda.</p>
<p>And dapat mengkombinasikan dengan kata-kata. Anda dapat mengucapkan kepada diri sedndiri apa impian anda, bagaimana mendapatkanya, dan kapan adna mengharapkannya.<br />
Ini berhasil. Banyak orang-orang bisnis yang utama melakukannya dan mengajarkan yang lain untuk berbuat serupa.</p>
<br />Posted in serba serbi Tagged: Kuasai Kekuatan Mimpi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=78&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/kuasai-kekuatan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLE64U4pI/AAAAAAAAAPA/h5J1uY7IuUE/s320/bmw.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLUuIEAlI/AAAAAAAAAPI/h7MHI2oGfcc/s320/bmw2.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYLeWFlngI/AAAAAAAAAPQ/Jnq89qIdiAg/s320/kapal+pesiar.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYMfsBqZAI/AAAAAAAAAPg/baM1eo7KMvM/s320/kapal+pesiar+2.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYNVsusjLI/AAAAAAAAAP4/XYQP9jLk8U8/s320/mobil+sport+2.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiYNRdkKpAI/AAAAAAAAAPw/bTiV_jVrzAs/s320/mobil+sport.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Proses pembentukan minyak bumi</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/proses-pembentukan-minyak-bumi/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/proses-pembentukan-minyak-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 05:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Proses pembentukan minyak bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/proses-pembentukan-minyak-bumi/</guid>
		<description><![CDATA[Proses pembentukan minyak bumi Cekungan-minyak. Teori Organis dan teori Anorganik Teori proses pembentukan minyak yang dikenal hingga saat ini ada dua teori besar yaitu teori an-organik dan teori organik. Teori an-organik ini saat ini jarang dipakai dalam eksplorasi migas. Salah satu pengembang teori an organik ini adalah para penganut creationist – atau penganut azas penciptaan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=76&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Proses pembentukan minyak bumi<br />
</span></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiclPDBTrAI/AAAAAAAAAR4/KNe4K3o5FSU/s1600-h/cekungan-minyak.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:222px;height:142px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiclPDBTrAI/AAAAAAAAAR4/KNe4K3o5FSU/s320/cekungan-minyak.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Cekungan-minyak.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Teori Organis dan teori Anorganik<br />
</span><br />
Teori proses pembentukan minyak yang dikenal hingga saat ini ada dua teori besar yaitu teori an-organik dan teori organik. Teori an-organik ini saat ini jarang dipakai dalam eksplorasi migas. Salah satu pengembang teori an organik ini adalah para penganut creationist – atau penganut azas penciptaan, itu tuh yang anti teori evolusi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Teori an-organic ini sering juga dikenal abiotik, atau abiogenic.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Proses pembentukan minyakbumi berdasar teori organik</span></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicemZX4pyI/AAAAAAAAAQ4/Lb39rlxftM4/s1600-h/minyak-1.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicemZX4pyI/AAAAAAAAAQ4/Lb39rlxftM4/s320/minyak-1.jpg" border="0" alt="" /></a>Mungkin ngga ada yang menyangka sebelumnya bahwa secara alami minyak bumi yang ada secara alami ini dibuat oleh alam ini bahan dasarnya dari ganggang. Ya, selain ganggang, biota-biota lain yang berupa daun-daunan juga dapat menjadi sumber minyak bumi. Tetapi ganggang merupakan biota terpenting dalam menghasilkan minyak. Namun dalam studi perminyakan (yang lanjut dan bikin mumet itu) diketahui bahwa tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi akan lebih banyak menghasilkan gas ketimbang menghasilkan minyak bumi. Hal ini disebabkan karena rangkaian karbonnya juga semakin kompleks.. Misal methan yang ada di Planet Saturnus, dan juga Titan. Karena di alnet-planet itu tidak (belum) diduga ada gas metana-nya walaupun tidak bisa dihuni mahluk seperti di bumi”</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicfPQF6jEI/AAAAAAAAARA/WFtJwKC_bSE/s1600-h/minyak-2.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:205px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicfPQF6jEI/AAAAAAAAARA/WFtJwKC_bSE/s320/minyak-2.jpg" border="0" alt="" /></a>Setelah ganggang-ganggang ini mati, maka akan teredapkan di dasar cekungan sedimen. Keberadaan ganggang ini bisa juga dilaut maupun di sebuah danau. Jadi ganggang ini bisa saja ganggang air tawar, maupun ganggang air laut. Tentusaja batuan yang mengandung karbon ini bisa batuan hasil pengendapan di danau, di delta, maupun di dasar laut. Batuan yang mengandung banyak karbonnya ini yang disebut Source Rock (batuan Induk) yang kaya mengandung unsur Carbon (high TOC-Total Organic Carbon).</p>
<p>Proses pembentukan carbon dari ganggang menjadi batuan induk ini sangat spesifik. Itulah sebabnya tidak semua cekungan sedimen akan mengandung minyak atau gasbumi. Kalau saja carbon ini teroksidasi maka akan terurai dan bahkan menjadi rantai carbon yang tidak mungkin dimasak.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicoFnMfJ-I/AAAAAAAAASg/YxupsJVym24/s1600-h/minyak-3.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicoFnMfJ-I/AAAAAAAAASg/YxupsJVym24/s320/minyak-3.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Proses pengendapan batuan ini berlangsung terus menerus. Kalau saja daerah ini terus tenggelam dan terus ditumpuki oleh batuan-batuan lain diatasnya, maka batuan yang mengandung karbon ini akan terpanaskan. Tentusaja kita tahu bahwa semakin kedalam atau masuk amblas ke bumi, akan bertambah suhunya. Ingat ada gradien geothermal ? (lihat penjelasan tentang pematangan dibawah).</p>
<p><span style="font-style:italic;">Reservoir (batuan Sarang)<br />
</span><br />
Ketika proses penimbunan ini berlangsung tentusaja banyak jenis batuan yang menimbunnya. Salah satu batuan yang nantinya akan menjadi batuan reservoir atau batuan sarang. Pada prinsipnya segala jenis batuan dapat menjadi batuan sarang, yang penting ada ruang pori-pori didalamnya. Batuan sarang ini dapat berupa batupasir, batugamping bahkan batuan volkanik.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Proses migrasi dan pemerangkapan</span></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sicn7XXMFuI/AAAAAAAAASY/CS3Bwe_iwME/s1600-h/minyak-41.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:203px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sicn7XXMFuI/AAAAAAAAASY/CS3Bwe_iwME/s320/minyak-41.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang termatangkan ini tentusaja berupa minyak mentah. Walaupun berupa cairan, minyakbumi yang mentah ciri fisiknya berbeda dengan air. Dalam hal ini sifat fisik yang terpenting yaitu berat-jenis dan kekentalan. Ya, walaupun kekentalannya lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyakbumi ini lebih kecil. Sehingga harus mengikuti hukum Archimides. Inget kan si jenius yang menurut hikayat lari telanjang ? Sambil berteriak, “Eureka .. eureka !!”. Demikianlah juga dengan minyak yang memiliki BJ lebih rendah dari air ini akhirnya akan cenderung ber”migrasi” keatas.</p>
<p>Ketika minyak tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap atau lebih sering disebut terperangkap dalam sebuah jebakan (trap).<br />
Proses pematangan batuan induk (Source rock)</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicgGfa0xII/AAAAAAAAARY/panEoye5c-M/s1600-h/oil-generation.jpg"><img style="cursor:pointer;width:238px;height:320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicgGfa0xII/AAAAAAAAARY/panEoye5c-M/s320/oil-generation.jpg" border="0" alt="" /></a>Untuk sedikit lebih canggih dalam memahami proses pembentukan migas, dongeng berikut ini menjelaskan hanya masalah pematangannya.</p>
<p>Seperti disebutkan diatas bahwa pematangan source rock (batuan induk) ini karena adanya proses pemanasan. Juga diketahui semakin dalam batuan induk akan semakin panas dan akhirnya menghasilkan minyak. Tentunya ada donk hubungan antara kedalaman dengan pematangan ? Ya tentusaja.</p>
<p>Proses pemasakan ini tergantung suhunya dan karena suhu ini tergantung dari besarnya gradien geothermalnya maka setiap daerah tidak sama tingkat kematangannya.</p>
<p>Daerah yang dingin adalah daerah yang gradien geothermalnya rendah, sedangkan daerah yang panas memiliki gradien geothermal tinggi.</p>
<p>Dalam gambar diatas ini terlihat bahwa minyak terbentuk pada suhu antara 50-180 derajat Celsius. Tetapi puncak atau kematangan terbagus akan tercapai bila suhunya mencapai 100 derajat Celsius. Ketika suhu terus bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas!</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicgazM78RI/AAAAAAAAARg/B_Iud4gPtO8/s1600-h/indonesia-basin-2008.thumbnail.jpg"><img style="cursor:pointer;width:128px;height:93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicgazM78RI/AAAAAAAAARg/B_Iud4gPtO8/s320/indonesia-basin-2008.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a>Cekungan-cekungan sedimen di Indonesia itu tergambar dalam gambar disebelah kiri ini.</p>
<br />Posted in Artikel Geologi Tagged: Proses pembentukan minyak bumi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=76&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/proses-pembentukan-minyak-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SiclPDBTrAI/AAAAAAAAAR4/KNe4K3o5FSU/s320/cekungan-minyak.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicemZX4pyI/AAAAAAAAAQ4/Lb39rlxftM4/s320/minyak-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicfPQF6jEI/AAAAAAAAARA/WFtJwKC_bSE/s320/minyak-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicoFnMfJ-I/AAAAAAAAASg/YxupsJVym24/s320/minyak-3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sicn7XXMFuI/AAAAAAAAASY/CS3Bwe_iwME/s320/minyak-41.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicgGfa0xII/AAAAAAAAARY/panEoye5c-M/s320/oil-generation.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicgazM78RI/AAAAAAAAARg/B_Iud4gPtO8/s320/indonesia-basin-2008.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Topografi dan batuan yang menyusunnya</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/topografi-dan-batuan-yang-menyusunnya/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/topografi-dan-batuan-yang-menyusunnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 02:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Topografi dan batuan yang menyusunnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Topografi dan batuan yang menyusunnya Pernah lihat peta belum ya ? Seharusnya pernah donk, ya. Peta merupakan gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu. Yang paling sederhana seperti sebuah denah saja deh. Peta banyak jenis macam ragamnya, salah satu jenis peta adalah peta topografi atau perta morfologi. Ini merupakan peta dasar yang sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=66&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Topografi dan batuan yang menyusunnya</span></p>
<p>Pernah lihat peta belum ya ? Seharusnya pernah donk, ya. Peta merupakan gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu. Yang paling sederhana seperti sebuah denah saja deh.</p>
<p>Peta banyak jenis macam ragamnya, salah satu jenis peta adalah peta topografi atau perta morfologi. Ini merupakan peta dasar yang sering dipakai untuk memetakan peta-peta lainnya. Dalam peta ini ada satu komponen utama yaitu ketinggian atau topografi yang memperlihatkan bentuk atau morfologi luar. Ketinggian ini sering direpresentasikan dalam sebuah garis ketinggian atau garis sama tinggi, ataupun pewarnaan.</p>
<p>Dibawah ini contoh peta yang menunjukkan ketinggian dengan garis kontur ketinggian dan pewarnaan.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicqTkcqJyI/AAAAAAAAASo/QMEGNa_s9VY/s1600-h/kontur.jpg"><img style="cursor:pointer;width:253px;height:169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicqTkcqJyI/AAAAAAAAASo/QMEGNa_s9VY/s320/kontur.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="font-style:italic;">Peta topografi dengan kontur ketinggian</span></p>
<p>Peta topografi yang lengkap sering berisi informasi lain selain ketinggian. Misalnya: jalan, sungai, gunung beserta nama-namanya. Sehingga dengan peta dasar itu dapat dibuat peta-peta lainnya.</p>
<p>Disebelah ini peta sederhana yang hanya menunjukkan ketinggian beserta sungai. Warna merah menunjukkan tempat yang tinggi (perbukitan) sedangkan warna biru menunjukkan daerah yang rendah.</p>
<p>Garis warna biru ini merupakan sungai atau lembah berair. Tentusaja air mengalir dari tempat tinggi ketempat rendah. Lembah berair ini akan berada pada daerah yang sering bertebing curam berbentuk V. Bentuk-bentuk dari garis kontur ketinggian serta bentuk sungai merupakan data yang penting buat ahli geologi dalam.</p>
<p>Pada peta skala lebih besar atau mencakup daerah yang besar, maka lembah sungai akan membentuk konfigurasi yang sangat berbeda-beda tergantung dari batuan yang dilewatinya. Dibawah ini peta ketinggian daerah Jawa Tengah dibagian selatan. Terlihat bagaimana bentuk Gunung Api: G Merapi, G Merbabu serta Gunung Sumbing.</p>
<p>Gunung Api terlihat seperti kerucut karena memang sesuai dengan proses pembentukannya. Namun coba perhatikan Perbukitan Menoreh di Kulon Progo yang bentuknya tidak seteratur bentuk kerucut Gunung Merapi. Juga disebelah baratnya terlihat perbukitan atau pegunungan yang tertoreh oleh air membentuk lembah-lembah sungai berupa ukir-ukiran yang rumit. Lihat juga disebelah timur Jogjakarta daerah Wonosari dimana bentuk perbukitannya berbeda lagi dengan di daerah Kulon Progo.</p>
<p>Tentunya ada hal lain yang mengontrol bentuk ini selain proses penggerusan oleh air yang membentuk lembah-lembah ini.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicqlZp1GAI/AAAAAAAAASw/l-izomW3H-g/s1600-h/peta+1.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicqlZp1GAI/AAAAAAAAASw/l-izomW3H-g/s320/peta+1.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Perhatikan bentuk Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, mana yang lebih aktif ? Dapatkah dilihat dari kehalusannya ? Yups, semakin tua gunung apinya maka semakin keriput bentuknya. Semakin sering diguyur air dan digerus yang akhirnya tertoreh-toreh.<br />
Dipantai selatan Jogja bentuk morfologinya sangat unik disebut bentang alam eolian, yang terbentuk bukan karena air tetapi oleh angin. Ukiran angin ini dapat dilihat disini Gumuk Pasir (Sand Dune), Morfologi hasil ukiran angin.</p>
<p>Semakin aktif maka gunung api itu semakin produktif mengeluarkan material ini termasuk proses endogen yang membangun. Proses alam dari luar yang menggerus bangunan ini dilakukan oleh air (air hujan dan aliran air permukaan) yang menoreh gunung ini disebut proses eksogen.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Peta morfologi dan peta geologi (peta batuan)</span></p>
<p>Dibawah ini akan ditunjukkan peta lebih luas lagi yang memperlihatkan daerah Jawa Tengah secara utuh. Coba perhatikan bentuk-bentuk perbukitan di Jawa Tengah ini. Ada perbukitan berbebtuk kerucut, ada yang kerucutnya halus, ada kerucut yang tertoreh oleh air hujan secara intensif sehingga bentuknya keriting.</p>
<p>Setiap bentuk-bentuk ini memiliki ciri tersendiri. Juga memiliki proses pembentukannya yang berbeda.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sicq_XpLNpI/AAAAAAAAAS4/2yy7gIcaejQ/s1600-h/topografi.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sicq_XpLNpI/AAAAAAAAAS4/2yy7gIcaejQ/s320/topografi.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Perhatikan peta geologi di bawah ini. Peta geologi dibawah ini menunjukkan jenis-jenis serta umur, juga macam ragam batuan yang menyusun ditempat itu. Setiap daerah berbeda-beda batuannya. Ada yang berwarna merah yang merupakan batuan volkanik produk gunung api, juga ada warnna coklat, juga ada biru dan warna kuning serta hijau. Warna-warni ini menunjukkan batuan yang berbeda.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicucTOXdqI/AAAAAAAAATI/dIr-6hdyPJ0/s1600-h/peta-geologi.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicucTOXdqI/AAAAAAAAATI/dIr-6hdyPJ0/s320/peta-geologi.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Apabila peta geologi dan peta morfologi/topografi itu di tampalkan (overlay), maka dapat dengan mudah kita mengenali berbagai bentuk bukit dan gunung ini sangat khas pada batuan yang khas.</p>
<p>Daerah berbukit kapur diwarnai dengan warna biru, sedangkan warna kuning dan coklat menunjukkan bahwa daerah itu tersusun oleh batu pasir atau batuan berbukit kasar lainnya disebut breksi (breccia).</p>
<p><span style="font-style:italic;">Morfologi ditentukan oleh bahan dan proses serta waktu (lama proses itu berlangsung).<br />
</span><br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicsIWTBXCI/AAAAAAAAATA/EghfuyWYGNU/s1600-h/topografi_geologi.jpg"><img style="cursor:pointer;width:320px;height:211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicsIWTBXCI/AAAAAAAAATA/EghfuyWYGNU/s320/topografi_geologi.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Dengan melihat peta-peta diatas dapat dengan mudah kita tahu bahwa bentuk morfologi sangat ditentukan oleh proses dari dalam yang membangun (endogen), Jenis batuannya, serta proses yang mengukirnya (eksogen).</p>
<br />Posted in Artikel Geologi Tagged: Topografi dan batuan yang menyusunnya <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=66&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/06/04/topografi-dan-batuan-yang-menyusunnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicqTkcqJyI/AAAAAAAAASo/QMEGNa_s9VY/s320/kontur.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicqlZp1GAI/AAAAAAAAASw/l-izomW3H-g/s320/peta+1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/Sicq_XpLNpI/AAAAAAAAAS4/2yy7gIcaejQ/s320/topografi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicucTOXdqI/AAAAAAAAATI/dIr-6hdyPJ0/s320/peta-geologi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_hpTk27QKd_M/SicsIWTBXCI/AAAAAAAAATA/EghfuyWYGNU/s320/topografi_geologi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Berebut Jabatan Bertameng Al-Qur&#8221;an</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/jangan-berebut-jabatan-bertameng-al-quran/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/jangan-berebut-jabatan-bertameng-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 06:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Berebut Jabatan Bertameng Al-Qur"an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/jangan-berebut-jabatan-bertameng-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan Berebut Jabatan Bertameng Al-Qur`an وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ. قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat denganku.” Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=9&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan Berebut Jabatan Bertameng Al-Qur`an</p>
<p>وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ. قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ<br />
Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat denganku.” Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.” Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” (Yusuf: 54-55)</p>
<p>“Pucuk di cinta ulam tiba”, begitulah sebuah ungkapan yang terucap dari seorang yang merasa senang dan bahagia, atas tercapainya suatu dambaan yang selama ini dicari dan dicitakan, bahkan melebihi dari apa yang diduga dan dikira.<br />
Adalah kesempatan emas, yang disenangi oleh banyak manusia, khususnya bagi para pengembara kursi (jabatan), tahta, dan dunia, tatkala dihadapkan pada sebuah tawaran, untuk duduk di atas kursi (jabatan).<br />
Bisa jadi seseorang akan menanggapi dan berkata: “Ini namanya kejatuhan rezeki, susah dicari, dan untuk mendapatkannya sulit sekali. Belum tentu seumur hidup bisa ketemu sekali. Mengapa ditolak?” Atau mungkin…<br />
“Betul, di dalamnya banyak penyimpangan dan pelanggaran. Akan tetapi, kalau bukan kita yang mengubah, lantas siapa lagi?”<br />
“Kalau kursi jabatan diduduki oleh orang luar, siapa yang akan melakukan perubahan, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, mewujudkan syariat Islam dan sistem kenegaraan yang bernuansa Islam?”<br />
“Segala sesuatu itu apabila sudah dikuasai dan dipegang kepalanya, yang lain akan mudah dikendalikan dan dikuasai.”</p>
<p>Penjelasan dan Makna Ayat<br />
وَقَالَ الْمَلِكُ<br />
“Dan raja berkata.”<br />
Al-Imam Ath-Thabari, Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir rahimahullahu (224-318 H), dalam tafsirnya Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an (16/147) menerangkan bahwa raja yang dimaksud dalam ayat ini adalah raja yang terbesar (terkemuka). Ia bernama Ar-Rayyan bin Al-Walid, sebagaimana tersebut dalam sebuah riwayat dari jalan Ali bin Hussain, dari Muhammad bin Isa, dari Salamah, dari Muhammad bin Ishaq. (lihat pula Tafsir Ibnu Katsir 4/275, Ibnu Abi Hatim 8/383)<br />
أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي<br />
“Aku memilih dia sebagai orang yang rapat denganku.”<br />
Maknanya adalah: “Aku jadikan dia sebagai orang khusus dan penasihat khusus bagi diriku.” (Lihat Tafsir Ath-Thabari, Ibnu Katsir, dan Al-Baghawi).<br />
Ibnu Abi Hatim, Abu Muhammad Abdurrahman bin Abi Hatim Ar-Razi rahimahullahu (wafat pada th. 327 H), menyebutkan dalam kitab tafsirnya (8/386), riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Raja mengatakan kepada nabi Yusuf ‘alaihissalam, “Sesungguhnya aku menyukai agar kamu menemaniku dalam setiap keadaan, kecuali dalam urusan keluargaku. Karena aku tidak suka makan bersamamu.”<br />
Mendengar hal itu, Nabi Yusuf ‘alaihissalam marah sambil berkata: “Aku lebih berhak untuk menjauhkan diri, karena orangtuaku adalah Ibrahim Khalilullah, orangtuaku Ishaq dzabihullah.” Pada riwayat lain dengan lafadz: “Yusuf bin Ya’qub, Nabiyullah bin Ishaq dzabihullah bin Ibrahim Khalilullah.”<br />
فَلَمَّا كَلَّمَهُ<br />
“Maka tatkala telah bercakap-cakap dengannya.”<br />
Al-Imam Al-Baghawi, Abu Muhammad Al-Husain bin Mas’ud rahimahullahu wafat th. 516 H, dalam tafsirnya Ma’alimut Tanzil (4/250-251) menyebutkan riwayat dari Wahb (bin Munabbih, pen.). Ketika Nabi Yusuf ‘alaihissalam mendatangi sang raja dan mengucapkan salam kepadanya dengan bahasa Arab. Raja bertanya, “Bahasa apakah ini?” Nabi Yusuf ‘alaihissalam menjawab, “Ini bahasa pamanku, Nabi Ismail.” Kemudian Nabi Yusuf ‘alaihissalam mendoakannya dengan bahasa Ibrani. Raja bertanya, “Bahasa apakah ini?” Dijawab, “Ini bahasa ayah-ayahku dan raja tidak tahu dengan dua bahasa tersebut.”<br />
Wahb juga bercerita bahwa sang raja (Ar-Rayyan bin Al-Walid) ini menguasai 70 bahasa. Setiap kali berbicara dengan suatu bahasa, Nabi Yusuf menjawabnya dengan bahasa yang sesuai, bahkan menambah dengan dua bahasa, yaitu Arab dan Ibrani. Melihat hal ini, sang raja heran dan terkesan, dalam keadaan Nabi Yusuf masih muda. Usia beliau pada waktu itu baru mencapai 30 tahun. Maka raja mendudukkannya, dan berkata, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan:<br />
قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ<br />
“Dia berkata: ‘Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami’.”<br />
Sebagian meriwayatkan, bahwa raja ingin mendengarkan secara langsung tentang ta’bir mimpi yang pernah diceritakan sebelumnya (lihat apa yang tersebut dalam surat Yusuf dari ayat 43 sampai 49, pen.).<br />
Setelah mendengar seluruh penuturan Nabi Yusuf ‘alaihissalam, Sang Raja bertanya, “Siapa yang akan mendampingiku dalam hal ini, serta mampu menyelesaikan, mengerjakan, dan mengatur semua urusan ini?”<br />
Nabi Yusuf ‘alaihissalam menjawab, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ<br />
Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.”<br />
قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ<br />
Raja berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.”<br />
Ibnul Jauzi rahimahullahu (588-587 H), menyebutkan dalam tafsirnya riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, makna مَكِينٌ أَمِينٌ adalah “Aku telah mengokohkan, menguatkan, dan memercayakan urusan kekuasaan (kerajaan/negara) kepadamu.”<br />
Al-Muqatil rahimahullahu berkata, makna الْـمَكِينُ yaitu orang yang punya kedudukan (terkemuka). Sedangkan الْأَمِينُ yaitu yang menjaga, memelihara, dan melindungi. (Lihat Zadul Masir 3/439)<br />
Al-Baghawi rahimahullahu menyebutkan dalam tafsirnya, الْـمَكِينُ yaitu berpangkat, berkedudukan. Sedangkan الْأَمِينُ adalah yang dipercaya.<br />
Al-Alusi rahimahullahu dalam kitabnya Ruhul Ma’ani juga menyebutkan, Al-Makin yaitu berpangkat dan berkedudukan yang tinggi. Al-Amin yaitu dipercaya atas segala sesuatu.<br />
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ<br />
Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir).”<br />
Abu Ja’far Ath-Thabari rahimahullahu berkata dalam tafsirnya, kata خَزَائِنُ adalah bentuk jamak dari خَزَانَةٌ artinya tempat menyimpan, yaitu tempat peyimpanan makanan dan harta. Sedangkan الْأَرْضُ alif-lam di sini berfungsi sebagai pengganti idhafah, maknanya خَزَائِنُ أَرْضِكَ yaitu bendahara negaramu (Mesir).<br />
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu juga menyebutkan sebuah riwayat dari jalan Sa’id bin Manshur rahimahullahu ia berkata, “Saya mendengar dari Malik bin Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Negeri Mesir adalah خَزَائِنِ الْأَرْضِ. Tidakkah kalian mendengar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ<br />
yaitu untuk menjaganya (menjadi bendahara negara), dengan menghilangkan mudhaf.<br />
إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ<br />
“Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.”<br />
Al-Imam Ath-Thabari rahimahullahu setelah menyebutkan ayat ini, mengatakan bahwa para ulama berselisih dalam menafsirkannya hingga menjadi tiga pendapat:<br />
Pertama, mereka berpendapat, maknanya adalah: “Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga segala yang telah dititipkan kepadaku. Berpengetahuan terhadap apa yang telah diserahkan/dilimpahkan kepadaku.”<br />
Pendapat ini dinisbahkan kepada sebuah riwayat dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari Ibnu Ishaq.<br />
Kedua, pendapat yang mengatakan, maknanya: “Aku adalah orang yang pandai menjaga segala yang telah dilimpahkan kepadaku. Berpengetahuan terhadap perkara (urusannya).”<br />
Pendapat ini dinisbahkan kepada sebuah riwayat dari jalan Bisyr, dari Yazid, dari Sa’id, dari Qatadah.<br />
Ketiga, ada pula yang mengatakan, maknanya: “Aku adalah seorang yang pandai menjaga untuk hisab/perhitungan (perihal pengeluaran dan pemasukan harta milik negara, pen.), mengetahui beberapa bahasa.”<br />
Pendapat ini disandarkan kepada sebuah riwayat, dari jalan Ibnu Waqi’, dari ‘Amr, dari Al-Asyja’i.<br />
Setelah memaparkan tiga pendapat di atas, beliau berkata: “Menurut kami pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama. Karena ucapan ini terjadi setelah Nabi Yusuf ‘alaihissalam mengatakan kepada raja: ”Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir).” Bentuk permohonan Nabi Yusuf kepada raja, bahwa ia mampu mengurusi (sebagai bendahara) negara Mesir, menunjukkan, bahkan sekaligus sebagai pemberitaan bahwa beliau memiliki kemampuan dalam hal ini. Makna ini lebih sesuai untuk memaknai kalimat ﭻ ﭼ ketimbang dimaknakan dengan makna sebagaimana yang tersebut pada pendapat ketiga (tersebut di atas).”<br />
Abul Fida Isma’il bin Umar, terkenal dengan sebutan Ibnu Katsir rahimahullahu (700-774 H), berkata setelah menyebutkan dua ayat di atas: “Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang Raja Mesir (Ar-Rayyan bin Al-Walid), setelah memastikan terbebasnya Nabi Yusuf ‘alaihissalam, bersih dan sucinya kehormatan beliau dari apa yang dituduhkan kepadanya. Raja mengatakan sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي<br />
“Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat denganku”, yakni jadikanlah dia sebagai orang khusus dan penasihat khusus bagiku.<br />
فَلَمَّا كَلَّمَهُ<br />
“Maka tatkala telah bercakap-cakap dengan dia” yakni raja telah bercakap-cakap dengannya, mengetahui serta melihat keutamaan, kepandaian, kemahiran, dan kecakapan serta keutamaan dan kesempurnaan pada rupa dan perangainya, berkatalah raja kepadanya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ<br />
“Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami” yakni, sesungguhnya kamu di sisi kami telah menjadi seseorang yang berkedudukan dan dipercaya. Yusuf ‘alaihissalam berkata, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ<br />
”Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.”<br />
Nabi Yusuf ‘alaihissalam memuji dirinya. Hal ini diperbolehkan bagi seorang yang belum diketahui tentang keadaan dirinya, pada saat yang dibutuhkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa ia adalah orang yang حَفِيظٌ (pandai menjaga), penjaga/bendahara yang dipercaya, عَلِيمٌ (berpengetahuan), yakni memiliki pengetahuan, ketelitian, dan kejelian terhadap segala perkara yang diurusinya. (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/275)<br />
Perlu diketahui sekali lagi, bahwa Nabi Yusuf ‘alaihissalam mengucapkan ucapan yang mengandung pujian terhadap dirinya tersebut adalah ketika beliau telah mendapatkan kedudukan dan kepercayaan di sisi raja. Bukan serta merta beliau memuji dirinya untuk meraih kedudukan. Tentu hal ini berbeda dengan keadaan para kontestan pemilu atau para politikus yang berkampanye memuji diri dalam rangka meraih kedudukan dan ambisi politiknya.</p>
<p>Faedah<br />
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menyebutkan dalam tafsirnya: “Sebagian ulama berkata, pada ayat ini terdapat dalil tentang diperbolehkannya bagi orang yang baik (shalih), bekerja untuk orang yang buruk (fajir) atau penguasa yang kafir. Dengan syarat, orang tersebut tahu, bahwa segala pekerjaan/tugas diserahkan kepadanya (diberi kekuasaan penuh untuk mengaturnya), dan bukan diatur oleh (orang-orang yang fajir atau penguasa yang kafir tersebut, pen.). Sehingga, ia akan mengatur sesuai dengan apa yang dia kehendaki (untuk hal yang baik dan bermanfaat). Adapun kalau pekerjaan tersebut harus berdasarkan pada kemauan dan kehendak orang yang fajir atau (penguasa yang kafir), menuruti hawa nafsu dan kekufurannya (di bawah aturan mereka), hal yang demikian ini tidak diperbolehkan.<br />
Sebagian mereka berpendapat, perihal ini (bekerja untuk orang buruk/ penguasa yang kafir) khusus hanya untuk Nabi Yusuf ‘alaihissalam saja. Adapun sekarang tidak diperbolehkan. Pendapat yang pertama lebih kuat (boleh dan bukan kekhususan), dengan syarat yang telah disebutkan tadi.<br />
Al-Mawardi rahimahullahu berkata: “Apabila yang berkuasa adalah orang yang zalim, para ulama berbeda pendapat tentang boleh dan tidaknya, seorang untuk bekerja dengannya.<br />
Pendapat pertama, membolehkan. Apabila seorang bekerja dengan baik dan benar (memenuhi hak), pada perkara yang telah diserahkan penuh kepadanya (untuk mengaturnya). Karena dalam ayat ini, Nabi Yusuf ‘alaihissalam bekerja (menerima pekerjaan) dari raja (Fir’aun)1. Pertimbangan ini berdasarkan pekerjaan (kemampuan) beliau dan bukan pada orang lain.<br />
Pendapat kedua, tidak membolehkan. Hal ini berdasarkan adanya bentuk/unsur menolong atas kezaliman yang mereka lakukan. Memuji mereka, dengan meniru (melakukan) perbuatannya.<br />
Para ulama yang berpendapat membolehkan bekerja dengan orang yang zalim, menjawab perihal yang terjadi pada Nabi Yusuf ketika menerima pekerjaan dari Fir’aun, dengan dua jawaban:<br />
Pertama, Fir’aun (raja)-nya Nabi Yusuf waktu itu seorang yang shalih (muslim). Adapun Fir’aun yang membangkang (kafir), adalah Fir’aun (raja)-nya Nabi Musa ‘alaihissalam.<br />
Kedua, hal ini melihat pada kekuasaan dan bukan pada pekerjaannya.”<br />
Al-Mawardi berkata: “Yang benar dalam hal ini adalah merinci masalah menjadi tiga kesimpulan:<br />
1. Boleh bagi orang yang memiliki kemampuan dan keahlian untuk melakukannya. Dengan catatan, tidak ada unsur berijtihad (berpendapat) dalam melaksanakan tugasnya seperti menyalurkan shadaqah dan zakat.<br />
Boleh seseorang menerima pekerjaan dan tugas dari orang yang zalim. Karena, adanya nash/dalil yang menerangkan kepada siapa shadaqah dan zakat itu disalurkan telah mencukupi, sehingga tidak memerlukan lagi adanya ijtihad. (Maka kebebasan bertindak dalam hal ini, telah menjadi cukup baginya [terbebaskan] dari mengikuti perintah [peraturan orang zalim tersebut, pen.]).<br />
2. Keadaan di mana seseorang tidak diperbolehkan untuk bertindak sendiri, adanya keharusan untuk berijtihad (berpendapat, berinisiatif) dalam mengatur urusan, seperti menangani harta rampasan.<br />
Keadaan seperti ini tidak boleh bagi seseorang untuk menerima penugasan dari orang yang zalim. Hal ini dikarenakan ia telah melakukan tindakan yang tidak benar dan berijtihad (berpendapat, mengatur) pada perkara yang tidak berhak untuk melakukannya.<br />
3. Keadaan yang boleh melimpahkan tugas kepada orang yang ahli dan boleh baginya berijtihad, seperti menangani hukum dan pidana. Apabila terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak dan tidak ada yang dipaksa, (maka boleh baginya bekerja untuk orang yang zalim, pen.). Namun apabila terjadi pemaksaan, tidak diperbolehkan.<br />
Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullahu dalam Taisir Al-Lathiful Mannan, berkata setelah menyebutkan ayat di atas: “Pada ayat ini terdapat keutamaan ilmu, ilmu syar’i dan hukum, ilmu ta’bir mimpi, ilmu mengatur dan mengurusi negara, serta ilmu kepemerintahannya. Yang menjadi salah satu sebab Nabi Yusuf ‘alaihissalam memperoleh kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat kelak, yaitu adanya ilmu yang beragam dan banyak (mengetahui berbagai macam ilmu). Hal ini juga menunjukkan bahwa ilmu ta’bir mimpi termasuk bagian dari fatwa. Maka tidak boleh bagi siapapun untuk mena’birkan suatu mimpi dan memastikannya, sebelum mengetahui secara pasti. Sebagaimana halnya (dalam hukum/perkara), tidak boleh bagi siapapun berfatwa dalam hal apapun tanpa ilmu. Karena dalam surat Yusuf ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menamai kemampuan mena’birkan mimpi, dengan nama ilmu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
وَكَذَلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ<br />
“Dan demikianlah Rabbmu, memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari ta’bir mimpi-mimpi.” (Yusuf: 6)<br />
Ayat ini juga menerangkan, tidak mengapa seseorang memberitakan tentang dirinya, berupa sifat-sifat yang baik dan sempurna, berilmu pengetahuan dan yang lainnya. Hal ini boleh dilakukan selama membawa maslahat, selamat dari berdusta, dan tidak bermaksud untuk memperlihatkan diri (riya’). Seperti yang tersebut dalam ayat: Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” (Yusuf: 55)</p>
<p>Catatan: Beberapa rujukan yang tersebut di atas, keumumannya dinukil dari Al-Maktabah Asy-Syamilah. Mengingat keterbatasan rujukan yang ada pada kami.<br />
Wallahu a’lam bish-shawab, wal ‘ilmu ‘indallah.</p>
<p>1 Al-Imam Ath-Thabari rahimahullahu berkata dalam tafsirnya, fir’aun (pharao) adalah nama yang dipakai untuk penyebutan raja-raja Mesir zaman dahulu. Sebagaimana Qaisar (Kaisar) atau Hiraql (Heraklius) untuk penamaan raja-raja Romawi. Adapun Persia terkenal penyebutannya dengan Al-Akasirah, bentuk jamak dari Kisra. Sedangkan raja-raja Yaman dikenal penamaannya dengan At-Taba’ah, jamak dari Taba’. Kemudian beliau menyebutkan riwayat dari Muhammad bin Ishaq, bahwa fir’aun-nya Nabi Yusuf adalah raja terkemuka bernama Ar-Rayyan bin Al-Walid, dan masuk Islam (mengikuti ajaran Nabi Yusuf ‘alaihissalam). Sedangkan fir’aun-nya Nabi Musa ‘alaihissalam adalah raja yang bernama Al-Walid bin Mush’ab bin Ar-Rayyan (dan menentang ajaran Nabi Musa ‘alaihissalam)</p>
<br />Posted in Artikel islam Tagged: Jangan Berebut Jabatan Bertameng Al-Qur"an <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=9&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/jangan-berebut-jabatan-bertameng-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permintaan Sederhana</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/permintaan-sederhana/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/permintaan-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 06:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Permintaan Sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/permintaan-sederhana/</guid>
		<description><![CDATA[Raja Negeri Batu Gamping memangil keempat menterinya. Dia merasa puas dengan hasil kerja mereka. Negeri Batu Gamping yang tandus kini menjadi subur dan makmur. Sudah selayaknya keempat menteri itu diberi anugrah. &#8221; Plagioklas, Menteri Pengairan , yang pintar, apapun yang kamu minta akan aku beri,&#8221; kata Raja batu Gamping. Plagioklas mengangguk. &#8221; Sudah lama aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=7&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Raja Negeri Batu Gamping memangil keempat menterinya. Dia merasa puas dengan hasil kerja mereka. Negeri Batu Gamping yang tandus kini menjadi subur dan makmur. Sudah selayaknya keempat menteri itu diberi anugrah.</p>
<p>&#8221; Plagioklas, Menteri Pengairan , yang pintar, apapun yang kamu minta akan aku beri,&#8221; kata Raja batu Gamping. Plagioklas mengangguk. &#8221; Sudah lama aku ingin memiliki vila dinegeri ini, Tuan Raja.&#8221; Itu Mudah saja , akan aku kabulkan kata Raja yang sedang bermurah hati itu.<br />
Dan kau Horblende, Menteri Perdagangan yang cerdik, apakah yang akan kau inginkan ? &#8221; Aku ingin memiliki perusahaan pemboran sendiri, &#8221; sahut Horblende. Dibayangkannya dia akan menguasai Pemboran di negeri ini.<br />
&#8221; Boleh. Kau akan mendapatkan perusahaan itu.&#8221; Raja tertawa puas. &#8221; Bagaimana dengan kau, Feldspar, Menteri Keamanan yang tangguh?&#8221; &#8221; Aku ingin menginginkan seratus ekor kuda perang lengkap dengan istalnya.&#8221; Raja menganguk anguk. &#8221; Bisa diatur. &#8221; Tunggu saja &#8220;. Lalu Raja menoleh ke menteri termudanga, Kwarsa.&#8221; Ah menteri Keuangan yang hebat. Apa yang kau minta ?<br />
&#8221; Mohon hamba ijinkan untuk cuti seminggu, Tuan Raja. Sudah lama aku tidak menjenguk orang tua dikampung dan silaturahim ke saudara- saudara.&#8221; Raja tergelak mendengarnya . &#8220;Oh Kwarsa kamu memang pemuda yang sederhana. Ku ijinkan kamu cuti mulai besok.&#8221;<br />
Dengan gembira keempat menteri itu meninggalkan ruang Raja . Di luar, Kwarsa segera dikerubuti teman-temanya. &#8221; Kenapa kamu minta yang sepele? tanya &#8221; Horblende &#8220;.<br />
&#8220;Ya, padahal inilah kesempatan untuk kaya. Tak akan datang dua kali, &#8221; kata Plagioklas. &#8221; kau ini bodoh atau penakut?&#8221; ejek Feldspar.<br />
Kwarsa tersenyum. &#8221; Permintaan kalian terlalu besar dan rumit . Raja tak akan ada waktu untuk mengurusnya . Dia akan menyuruh patihnya . Patihnya juga sibuk. Lama-lama permintaan kalian akan terlupakan.&#8221;<br />
&#8220;Kami akan menagih Raja kalau begitu &#8220;. &#8221; Raja tak akan ingat, &#8221; kata Kwarsa.&#8221; Dan lagi , uang negara bukan untuk foya-foya pejabat. Rakyat harus diutamakan. Bukankah begitu ??? Nah sekarang aku mau bersiap-siap untuk berlibur dan pulang kampung untuk bersilaturahim ke kerabat dan kawan-kawan. wakilku akan mengantikan aku.<br />
Sambil bersiul, Kwarsa meninggalkan teman-temannya yang tertegun&#8230;.</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: Permintaan Sederhana <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=7&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/permintaan-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rejeki Tak Kan kemana mana</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/rejeki-tak-kan-kemana-mana/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/rejeki-tak-kan-kemana-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 06:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Rejeki Tak Kan kemana mana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/rejeki-tak-kan-kemana-mana/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb. Menjelang pemilu tahun 2009 yang sebentar lagi akan diadakan yang tingal menunggu hari, saya kira semua caleg dari berbagai partai sudah mempersiapkan diri apa apa yang akan terjadi. Ada yang mengambil jalan tanpa memandang jalan kebenaran yang penting berprinsip aku harus jadi. Ada yang pergi ke dukun, ada yang katanya ke Kyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=5&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.<br />
Menjelang pemilu tahun 2009 yang sebentar lagi akan diadakan yang tingal menunggu hari, saya kira semua caleg dari berbagai partai sudah mempersiapkan diri apa apa yang akan terjadi. Ada yang mengambil jalan tanpa memandang jalan kebenaran yang penting berprinsip aku harus jadi. Ada yang pergi ke dukun, ada yang katanya ke Kyai pinter, ada yg sikut sini sikut sana dan berbagai cara yg menghalalkan segala cara. taoi mungkin ada segelincir Caleg yang menumpukan segala hidupnya hanya kepada Allah SWT. Peristiwa ini mengingatkan kepada saya pada tahun 2004 , dimana peristiwanya sama saat ini yaitu menjelang pemilu. Dimana saat itu saya diberikan kenikmatan dari Allah berupa truk colt Diesel. Waktu itu ada beberapa partai yang membutuhkan jasa truk saya, kebetulan kebutuhan untuk mengunakan truk saya mendadak sekali. Dan kebetulan truk saya baru saja berangkat ke Kali Woro Klaten untuk mengambil pasir, selang waktu mungkin hanya 5 menit atau kurang dari itu salah seorang tim sukses caleg dari partai tertentu membutuhkan jasa truk saya. Kebetulan untuk sewa truk yg digunakan kampaye biayanya mengiurkan dari pada untuk mengambil pasir. Lalu saya suruhan tenaga saya untuk mengejar truk saya , aku pikir karena berangkat baru 5 menit kalau dikerjar mungkin masih dapat. Tapi tenaga saya sudah mengejar dengan kecepatan tinggi.Dia berkata &#8221; alah mas..mas.. aku wis ngebut koyo pembalap , tur wis tak kejar nganti adoh ora ketemu. Yo wis aku akhire aku balik mulih &#8221; . dia bilang sambil tergapah gapah. Dalam hati aku ndongkol , masalahnya mau dapat rejeki banyak kok hilang , akhirnya tak dapat rejeki dari partai tersebut. Habis itu saya merenung dan berpikir ternyata rejeki itu sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta segala ciptaan. &#8221; Kalau sudah Rejeki tak Kan Kemana &#8220;. Kalau belum rejeki, dikejar sampai kemanapun tak kan di dapat.</p>
<p>Usaha saya saat ini buka usaha Toko Bangunan dimana ihtiar dan tawakal adalah harapan rejeki didapat dari sang pemberi rejeki.<br />
Pada suatu hari ada seorang pembeli yang kebetulan orangnya sangat sulit ( riwin ), dia bertanya tanya tentang harga semua barang yang saya jual. Orangnya bertujuan untuk membandingkan harga harga dengan toko yang lain. Kebetulan pada saat itu saya beri harga yg limit sekali mungkin keuntungan kurang lebih hanya 2% itupun harus mengantar sampai tempat tujuan. Dengan harapan rejeki kan kudapat, tapi apalah daya rejeki sudah ada yang menentukan. Kalaupun kita tdk mengambil untung sama sekali kalau belum rejeki belum tentu pembeli itu mau membeli. Aklhirnya pembeli tadi tidak jadi beli tempat saya dan pergi begitu saja meskipun saya sudah mengambil limit yg kecil. Tapi dengan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa dikirimlah rejeki lewat orang lain dan rejeki itu datangnya tak dinyana nyana. Selang beberapa menit setelah pembeli pertama datang kemudian datang pembeli kedua , orangnya enak sekali dia tidak membanding bandingkan dengan yang lain yang penting dia mendapatkan barang yang diharapkan sesuai dengan harapannya. Dan Al-hamdulillah pada waktu itu rejeki saya yang diperantarakan lewat pembeli yang kedua cukup banyak. Al-hamdulillah&#8230;</p>
<p>&#8221; Kalau Sudah rejeki Tak Kan Kemana mana &#8221; Itulah Maha Adilnya Allah sehingga semakin membuat saya lebih menata hati untuk lebih Ihtiar yang diikuti dengan Tawakal. Kalau hari ini kita diberi rejeki dan besok tidak diberi rejeki kita harus ihklas dan bersyukur, karena sudah ada yang mengatur. tapi kita harus menguatkan ihtiar kita dan tidak lupa diiringi do&#8217;a yang berharap hanya kepada Allah dan rejeki yang didapat tidak lupa untuk sebagian diperjuangkan di jalan Allah.<br />
Ku Mohonkan Ampunan Kepada Allah atas segala kesalahan yang telah aku perbuat baik itu yang saya sadari maupun tidak dan semoga selalu mendapatkan Taufik dan Hidayahnya ke jalah yang Haq, diberi kebahagian dunia dan akhirat dijauhkan dari segala mara bahaya dan mala petaka dan istiqomah dalam menjalankan ibadah dan berislam ( Aamien )</p>
<p>Maha suci Allah, Tidak Ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr. wb.</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: Rejeki Tak Kan kemana mana <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=5&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/rejeki-tak-kan-kemana-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yakinlah Silaturahim Memperluas Rizqi dan Memperpanjang Umur</title>
		<link>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/yakinlah-silaturahim-memperluas-rizqi-dan-memperpanjang-umur/</link>
		<comments>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/yakinlah-silaturahim-memperluas-rizqi-dan-memperpanjang-umur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 06:37:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edysusiloklego</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Yakinlah Silaturahim Memperluas Rizqi dan Memperpanjang Umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/yakinlah-silaturahim-memperluas-rizqi-dan-memperpanjang-umur/</guid>
		<description><![CDATA[Telah termasyur hadis Rasulullah SAW tentang Silaturahhim . Bahwa orang yang bersilaturahim akan memperluas rizqi dan memperpanjang umur. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa apa-apa yang dijanjikan Allah dan Rasulullah pasti akan terpenuhi. Begitu juga masalah silaturahhim banyak orang yang sudah membuktikan bahwa silaturahim akan memperluas rejeki. Ada diantaranya orang yang bisnis berkembang pesat karena diantaranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=3&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah termasyur hadis Rasulullah SAW tentang Silaturahhim . Bahwa orang yang bersilaturahim akan memperluas rizqi dan memperpanjang umur. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa apa-apa yang dijanjikan Allah dan Rasulullah pasti akan terpenuhi. Begitu juga masalah silaturahhim banyak orang yang sudah membuktikan bahwa silaturahim akan memperluas rejeki. Ada diantaranya orang yang bisnis berkembang pesat karena diantaranya rajin silaturahim. Dengan Silaturahim orderan ada &#8211; ada saja jalannya. Tidak disengaja dalam forum silaturahim muncul begitu tiba-tiba, ada yang cerita kemana-mana kemudian bisa menimbulkan jalannya rejeki. Saya sendiri telah banyak membuktikan akan hal ini. Saya saat berwiraswasta dengan usaha membuka toko bangunan dan setiap saya habis bersilaturahhim ke tempat ibu saya . Hari besoknya pasti toko saya ramai. Hal ini berulang beberapa kali, dan slalu berulang. Inilah salah satu bukti nyata manfaat silaturahim didunia dan mungkin lebih baik lagi manfaatnya diakhirat yang belum dapat kita ketahui tapi janji Allah pasti.</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: Yakinlah Silaturahim Memperluas Rizqi dan Memperpanjang Umur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edysusiloklego.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edysusiloklego.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edysusiloklego.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edysusiloklego.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edysusiloklego.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edysusiloklego.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edysusiloklego.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edysusiloklego.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edysusiloklego.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edysusiloklego.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edysusiloklego.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edysusiloklego.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edysusiloklego.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edysusiloklego.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edysusiloklego.wordpress.com&amp;blog=7316349&amp;post=3&amp;subd=edysusiloklego&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edysusiloklego.wordpress.com/2009/04/11/yakinlah-silaturahim-memperluas-rizqi-dan-memperpanjang-umur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8819857a3b0550ed264472aaad82b9b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edysusiloklego</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
